Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Rencana bulan madu


__ADS_3

"Kalian akan honeymoon kemana??" pertanyaan itu dilontarkan oma ketika aku dan Ricardo mengunjungi nya di akhir pekan. Kami sudah sepakat untuk mengunjungi Oma setiap Sabtu atau paling tidak hari Minggu. Aku tidak ingin Oma merasa kesepian hingga aku dan Ricardo membuat kesepakatan untuk mengunjungi Oma setiap akhir pekan.


Pertanyaan mengenai Bulan madu membuat aku dan Ricardo saling memandang, aku tidak sampai kepikiran untuk melakukan bulan madu.


Untuk apa melakukan nya aku dan Ricardo tidaklah sama dengan pasangan pada umumnya.


" Sepertinya Ricardo masih sibuk Oma??" kataku mengelak,


" Sibuk?? sibuk bukan alasan sayang, Oma ingin segera memiliki cucu kalau sibuk terus pasti kalian akan jarang melakukan nya"


"Ya ampun ternyata persoalan pernikahan ini tidak cukup sampai disini"keluhku dalam hati


"A... aku rasa tidak bisa Oma soalnya..."


"Soalnya dia tidak mau oma kalau aku setuju saja kok, aku rela meninggalkan kesibukan ku demi Delanie" Kata Ricardo


Aku merasa dalam posisi yang sulit sekarang apalagi Ricardo bersedia untuk melakukan perjalanan honeymoon.


"Bagaimana??" Tanya Oma dengan penuh harapan dan inilah yang membuat aku kesulitan untuk menolak


"Ya....aku setuju" Kata ku mencoba untuk tersenyum


" Yesss" tiba tiba saja Ricardo berteriak kesenangan sambil menatap Oma.


" Awas kau"kataku dalam hati


Aku dan Ricardo memutuskan untuk menginap karena lagi lagi Oma yang memintanya, tapi saat aku ingin tidur dengan Oma malah Oma melarang ku


" Tidak baik seorang istri tidur dengan orang lain apalagi masih pengantin baru" kata Oma


" Tapi Oma??" Kataku keberatan


" Oma akan tidur dengan perawat" kata Oma


Akhirnya mau tidak mau aku harus tidur di kamar yang sama, Sialnya disana tidak ada ranjang yang akan menjadi pemisah antara aku dan Ricardo.

__ADS_1


" Ini semua rencana kamu kan??" Kata ku Mengomel ketika kami berdua ada di dalam kamar yang sama.


" Rencana apa??" Tanya Ricardo


" Ya ngakk usah pura pura bodoh, kau meminta Oma untuk menginginkan perjalanan bulan madu" kataku


" Ya ampun sama sekali tidak"kata Ricardo


" Aku tidak menginginkan nya" Kataku dengan nada yang kesal.


" Baiklah kalau begitu kita batalkan saja" kata Ricardo tanpa basa basi.


" Lalu bagaimana dengan Oma??" kataku


"Memangnya kenapa??"'


"Ya ampun dia pasti kecewa karena kita tidak pergi" Kataku


Seketika Ricardo berpikir tentang bulan madu itu dan iapun memberikan ide yang cukup menguntungkan bagiku.


Aku berpikir sejenak dan mulai mengerti bagaimana sifat Ricardo, sesungguhnya ia bukanlah tipe yang mendominasi hal itu terbukti dengan perbuatannya selama kami bersama.


" Ka...kau serius??"Tanyaku


" Tentu saja kau pikir kan saja kemana kau akan berlibur, anggap saja ini Hadiah karena kau mau menikah dengan ku"


Aku terdiam begitu saja apalagi saat itu Ricardo mengambil tikar dan menggelar nya di atas lantai.


" Kau mau apa??" Tanyaku keheranan


" Aku mau tidur memangnya apalagi" Kata Ricardo, iapun mengambil bantal dan selimut yang berada di dalam lemari


Entah kenapa Aku merasa bersalah dan sangat kasihan jika Ricardo tidur dilantai. kali ini aku menghilang kan rasa egoku dan seperti nya kami harus berbagi Ranjang setidaknya untuk malam ini.


" Hei.... kita tidur dalam satu ranjang saja" kataku

__ADS_1


Seketika Ricardo yang sudah mulai berbaring langsung duduk dan menatapku.


" Apa?? Tidak usah " Kata Ricardo


"Naik saja atau Oma akan marah jika kau masuk angin" Kata ku lagi


" Oma tidak akan mungkin memarahi mu sekarang kau sudah berebut posisi ku. Tidurlah aku akan tidur dibawah. Aku yakin kau tidak nyaman jika tidur bersama ku" kata Ricardo yang kemudian berbaring di atas tikar


Akupun akhirnya turun dan memilih tidur di samping Ricardo, iapun terkejut bukan main.


" Hei...." kata Ricardo sambil melihat ku


Kini aku dan Ricardo dalam posisi saling berhadapan dan saling bertatapan.


" Kenapa??" Kata Ricardo


" Jika kau disini kau juga akan disini"


Ricardo tersenyum sambil mengelus kepala ku, Iapun duduk dan langsung mengangkat tubuhku ke atas kasur.


" Aku bisa kena marah jika kau yang masuk angin"


Akhirnya malam itu aku dan Ricardo tidur di atas kasur yang sama, ini untuk pertama kalinya kami tidur bersama setelah resmi menjadi suami dan juga istri.


" Ternyata kau keras kepala juga ya?" Kata Ricardo setelah ia juga terbaring di ranjang.


Aku pun meletakkan guling sebagai batas antara aku dan dia.


" Kenapa harus ada batasan Delanie, seharusnya hubungan ini tidak ada penghalang" kata Ricardo membuat aku seketika langsung menatapnya


" Mengapa masih ada batasan antara aku dan kau??" Tanya Ricardo membuat ku seketika merinding, wajah dan tatapan nya yang dalam mampu menembus relung hatiku.


" A...ku sama sekali tidak siap untuk itu" kataku


" Kenapa??"tanya Ricardo lagi

__ADS_1


" Aku takut kecewa..."


__ADS_2