
Hari ini adalah yang paling sibuk dalam hidupku, hari ini Dady menjadwalkan pertemuan dengan Zio Zacheri.
Dady begitu antusias dan mempersiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan Zio Zacheri.
Rencananya Dady akan mengadakan makan malam bersama dengan pengusaha raksasa itu dan sebab itu Dady mempersiapkan segalanya dengan matang.
Mulai dari dekorasi yang dipercayakan Dady pada salah WO yang sudah lama bekerja sama dengan perusahaan Okta, Beberapa Chef yang akan memasak dalam jumlah yang cukup besar
" Memangnya siapa saja yang datang??" Tanyaku pada Bi Jida yang juga sangat sibuk
" Katanya Tuan Zio dan para ajudannya" kata Bi Jida
Sepertinya aku tidak bisa mengobrol banyak dengan Bi Jida karena hari itu juga aku mendapat perawatan serta penata rias yang cukup terkenal.
Aku semakin terheran heran ketika karangan bunga dengan tulisan Wellcome Tuan Zio Zacheri berasal di depan pintu.
" Ya ampun ini berlebihan sekali" kataku
" Segera bersiap siap Delanie, 2 jam lagi tuan Zio akan segera datang" kata Dady yang dari tadi mondar-mandir
" 2'Jam lagi?? aku bahkan masih bisa tidur" gerutu ku.
Daripada melawan akhirnya aku segera baik ke atas untuk melanjutkan apa yang dilakukan oelh para perawat kecantikan itu, aku memang sengaja turun karena aku sudah bosan di dalam kamar.
Hanya dalam hitungan jam Ruang tamu yang begitu luas berubah menjadi sebuah ruangan pesta yang dipenuhi dekorasi bunga. Suasana berkelas kian terasa saat semua para pelayan memakai pakaian terbaik mereka untuk menyambut Zio Zacheri
Begitu juga dengan Dady, ia memakai tuxedo hitam terbaiknya, dilengkapi dasi kupu kupu Hitam semakin membuat Dady jauh lebih berwibawa.
" Kamu cantik sekali sayang" kata Dady sambil menghampiri ku,
" Aku tidak nyaman dengan heels ini Dady, ini terlalu tinggi. Bagaimana kalau aku memakai flat shoes saja" kataku
" Tidak kau sempurna dengan heels itu, Dady sengaja membelikan yang terbaik untukmu. Itu seharga 23 juta" kata Dady
" Apa ??"
__ADS_1
Aku melihat sepatu heels Hitam itu dengan seksama" Sergio Rossi". Aku tidak tahu apakah brand itu sangat mahal atau tidak. Akupun melihat gaun bling gold ya g menempel di tubuhku aku rasa ini jauh lebih mahal.
" Kau gadis ratusan juta sekarang Delanie, Dady hanya ini membuat Zio kagum dan tidak memandang mu remeh"
" Apakah di dunia bisnis semua harus diukur dengan uang Dady??" tanyaku, aku ingin sekali menyadarkan bahwa apa yang dilakukan oleh Dady adalah hal konyol yang akan membuat hidupku semakin menderita.
" Tentu saja bahkan bagi pengacara sekelas Hotman Paris menyatakan jati dirinya dengan barang barang yang menempel di tubuhnya"
" Oh..."
Sudahlah aku tidak ingin membahas lagi karena aku tau Dady punya segudang cara untuk melawanku. Secara pribadi aku bukanlah penggila barang barang branded, aku hanya menginginkan apa yang membuat ku nyaman
Sam hal nya dengan pasangan, aku hanya ingin merasa nyama dan dihargai dan aku ragu orang sebesar Tuan Zio bisa melakukan itu.
Dady dan yang lainnya berdiri di bibir pintu karena dalam hitungan menit Zio Zacheri akan segera datang.
" Ini sungguh menjijikkan, mengapa semua orang begitu menghormati nya termasuk orang seterhormat Dady"
" Tetap jaga sikap Delanie" kata Dady sambil memandang ke arah ku
Akhirnya beberapa Limousine sampai di teras rumah keluarga Okta, Dady merapikan jasnya dan memasang senyum terbaiknya nya
Dan seperti yang diperkirakan Zio Zacheri turun didampingi oleh para pengawal nya, orang orang yang bertubuh kekar dengan pakaian tuxedo segera mengawal Zio Zacheri untuk masuk kedalam rumah
" Selamat datang di kediaman tuan Okta tuan Zio" kata Dady dengan ramah,
" Ya ampun Dady memanggilnya dengan sebutan Tuan, sungguh tidak pantas"
" Terima kasih tuan Okta" kata Zio tanpa senyuman,ia pun memandang kearah ku dan akupun memasang senyuman tulus.
" Ini Okta Delanie... Putriku" kata Dady memperkenalkan aku
Aku berusaha untuk tersenyum untuknya Walaupun dengan keadaan terpaksa.
" Saya Delanie tuan Okta" kataku sambil mengulurkan tanganku, sesungguhnya aku merasa rendah dan juga risih melakukan hal ini. Tapi aku melakukan ini untuk Dady ku
__ADS_1
" Bagus kau tau posisi mu" kata Zio tersenyum tipis, iapun menyambut uluran tanganku.
" Bagus'?? Oh...dia pasti senang karena kupanggil Dengan sebutan Tuan"
Zio Zacheri dan para pengawal nyapun masuk menuju ruang tengah yang sudah disulap menjadi ruang makan.
" Kau melakukan nya dengan baik Tuan Okta, aku cukup terkesan" kata Zio sambil memandang seluruh ruangan
" Ini kehormatan karena orang sehebat anda bisa berkunjung ke gubug kami"
" Ha....ha...aku suka orang yang merendahkan diri tuan Okta, aku harap ini tidak berakhir dengan penghianatan" kata Zio
Kata kata itu membuatku sedikit terkejut, Zio Zacheri ternyata orang yang cukup angkuh dan juga arogan.
Aku tidak habis pikir mengapa Dady memilih orang seperti ini untuk menjadi suamiku.
Selama acara makan malam berlangsung semua begitu kaku dan sangat berhati hati. Hanya ada aku, Dady dan Zio saja yang berada di atas meja makan.
Aku tidak memandang Zio sedikitpun, aku hanya fokus makan dan mendengar kan pembicaraan antara Dady dan Zio Zacheri.
" Putri anda masuk dalam kriteria ku tuan Okta, aku akan segera melakukan persiapan pernikahan untuk kami"
Aku hampir saja tersedak saat mendengar itu, sesungguhnya aku berharap Zio membatalkan pernikahan ini karena aku wanita yang biasa saja.
" Baik lah Tuan Zio" kata Dady dengan mata berbinar
" Jangan memanggilku dengan sebutan Tuan karena aku akan menjadi menantu mu dalam waktu dekat"
" Baiklah Bak Zio"
" Bagus" kata Zio sambil menatap ke arahku
Saat Zio menatap ku aku merasakan hal yang aneh, aku tidak nyaman dengan tatapan itu apalagi Zio tersenyum dengan wajah dingin nya membuat ku segera mengalihkan pandangan ku.
Jangan lupa like, komen dan juga Follow author ya.....
__ADS_1