Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Bertemu Zea


__ADS_3

Semangkuk Bakso itu membuat ku semakin baik, aku bahkan memakannya sampai habis. Begitu juga dengan Zio, ia tampak menikmati berbagai macam bakso dalam satu porsi.


" Apa kau tidak ingin nambah, sebaik nya kau makan yang banyak agar tenaga mu kembali pulih"


" Tidak Usah aku sudah kenyang lagipula aku tidak sakit....tuan...eh maksudnya Hubby"


" Baiklah tunggu aku sebentar lagi" kata Zio sambil terus menikmati makanan nya


" Aku paling suka yang isi tetelan dan keju"


" Oh ya kalau Nona Zea??"


Spontan saja aku bertanya tentang Zea dan pada saat itu aku melihat ekspresi Zio yang mendasar berubah.


Zio meletakkan sendok nya dan menyeruput minuman dingin yang ada di hadapannya.


" Sepertinya tempat ini menjadi sejarah hubungan anda dengan Nona Zea ya" kataku melanjutkan pertanyaan ku yang tadi


" Ka...aku tahu Zea" tanya Zio dan aku mengangguk kepalaku


" Benarkah?? apa kau mengenal nya juga?? bagaimana kau tentang dia??"


" Tidak aku tidak mengenal nya, aku hanya mendengar nya dari Yuna, sepertinya anda begitu mencintai nya ya"


Zio mengela nafasnya dengan ia panjang, aku bisa merasakan beban berat yang ia pikul. Aku bisa merasakan bahwa Zio masih belum bisa melupakan nya.


" Sebaik nya kita tidak membahas nya Delanie" kata Zio


" Baiklah aku minta maaf"kataku


Akupun terdiam setelah kami makan Zio kembali mengajak ku ke sebuah kedai ice cream yang berada tidak jauh dari warung bakso itu.


" Aku ingin Vanila" kataku antusias, sudah lama sekali rasanya aku tidak menikmati es krim kesukaan ku


'' Wah kita punya selera yang sama,"kata Zio


Zio pun membeli kan dua cup eskrim untuk kami berdua, kami menikmati nya di dalam mobil sambil melihat orang berlalu lalang.

__ADS_1


" Apa kau mau coba cappucino??"


" tidak usah Hubby, aku makan yang ini saja" kataku sambil menikmati eskrim yang membuat hatiku terasa sejuk.


Tiba tiba saja Zio mendekatkan tangannya dan menyentuh bibir ku. Sungguh aku sangat kaget rasa gugup kembali menghampiri diriku.


" Bibirmu kotor" Kata Zio


Untuk sesaat kami saling menatap, sekarang aku bisa melihat mata teduh Zio uang sedang menatap ku. Tatapan itu sungguh berbeda dari tatapan tatapan sebelumnya, Zio yang biasanya cuek kini jauh lebih hangat dan ramah.


" Eh...."


Tiba tiba saja ponsel Zio berdering membuyarkan tatapan kami berdua, aku juga langsung memakan eskrim ku dan kembali bersikap biasa saja.


Zio minta ijin keluar untuk berbicara dengan orang yang menghubungi nya, aku hanya mengangguk pertanda aku setuju.


Aku yang tahu berapa lama Zio berbicara yang jelas begitu aku membuka mata Aku sudah berada di tempat tidur.


Aku terbangun dan melihat Zio ada disampingku, bahkan ia merangkul pinggang ku dengan posisi tidur


" Oh...ya Tuhan apa yang terjadi??"


" Dasar bodoh" kataku pada diriku sendiri, Zio tidak mungkin melakukan hal itu


Aku ingin beranjak dari tempat tidur karena aku ingin ke kamar mandi, tapi tangan Zio menghalangi ku. Dengan pelan aku mengangkat tangan itu dan memindahkan nya secara perlahan


Aku sangat tegang saat melakukan itu untungnya aku berhasil melakukan nya. Dengan cepat aku segera menuju kamar mandi untuk buang air kecil .


Tak butuh waktu lama aku kembali ke ranjang dan saat itu aku kembali terkesima saat melihat Zio yang tidur pulas di ranjang ku


" Apakah aku tidur di sofa saja??"pikir ku


Tapi aku berpikir Zio akan marah jika aku melakukan hal itu, akupun kembali ke ranjang dan tidur di samping Zio.


Aku memiringkan wajahku agar bisa melihatmu wajah Zio dari jarak yang sangat dekat. Aku bisa merasakan dengkuran halus nafas Zio,


" Ternyata tuan muda ini tampan juga, walaupun tidak setampan Ben dia cukup kharismatik"

__ADS_1


Entah kenapa aku kembali menarik tangan Zio dan meletakkan nya di pinggang ku, aku kemudian mendekatkan kepalaku di dada Zio.


Aku merasakan kehangatan yang aku inginkan, aku memejamkan mataku dan berharap akan bermimpi indah setelah mengalami badai yang sangat buruk.


Tanpa kuduga Zio merangkul ku dengan erat, tangan yang berada si pinggang ku kini berada di punggungku.


Wajahku langsung memerah kerena aku mengira Zio tidak tertidur saat aku memindahkan tangannya.Aku pura pura tertidur karena Aku sangat malu.


" Kenapa kau melakukan nya Delanie, dasar bodoh" makiku pada diri sendiri.


Pagi itu aku terbangun dari tidurku, ini adalah malam pertama aku bisa tidur nyenyak setelah kematian Dady. Aku perlahan membuka mataku dan samar samar aku melihat Zio yang sedang menatap ku.


" Ya ampun"


Aku langsung kaget melihat Zio ada disampingku, bahkan tanganku dalam posisi memeluknya.


" maaf" Kataku sambil berusaha untuk duduk tapi saat itu Zio Langsung menarik ku.


" Biarkan aku memeluk mu" kata Zio sambil merangkul ku


Aku membiarkan nya begitu saja,. Zio memeluk ku cukup lama dan mencium keningku dengan lembut


" Apakah ini mimpi??" kataku sambil mengedipkan mataku


" Ini bukan mimpi Nyonya Zacheri,aku memang disini" kata Zio mencubit hidung ku


"Aku ingin mengajak mu ke suatu tempat" Ajak Zio


" Kemana??"


" Bertemu dengan Zea" kata Zio Sambil tersenyum


" Apa?? bertemu dengan Zea?? apa kau bercanda tuan,?? aku tidak mau" kataku langsung menolak


" Kau tidak akan bisa menolak ku, karena aku sudah berjanji dengan nya" kata Zio


" Tapi .."

__ADS_1


" Aku tidak terbiasa dengan penolakan Delanie, kita akan pergi setelah sarapan"


__ADS_2