
" Kamu sungguh beruntung Delanie" Kata Dady
Pertemuan singkat di acara makan malam itu membuat Dady semakin tidak karuan, ia sangat bersemangat untuk mempersiapkan pernikahan antara aku dan tuan muda itu..
" Dady dia begitu dingin dan kaku" kataku mencoba membuka mata hati Dady
" Itu menandakan dia orang yang sangat disegani" kata Dady
" Dady Mengapa ingin sekali menikahkan aku dengan lelaki itu padahal Dady sudah punya segalanya, aku tidak menuntut hidup berkelebihan. Begini saja sudah bahagia"
" Tidak Delanie, Dady ingin memastikan kau mendapatkan yang terbaik barulah Dady akan tenang"
" Memang sulit berbicara dengan orang yang sudah tidak mengerti"
Aku bergegas keluar aku tidak menghiraukan panggilan Dady,
" Aku hanya keluar sebentar Dady" kataku sambil melambaikan tangan
Aku menyalakan mesin mobil untuk menyusuri jalan jalan kota. Tanpa disadari oleh Dady aku memutuskan untuk bertemu dengan Zio di kantor nya.
Semalaman aku mencari tentang perusahaan perusahaan yang dipimpin oleh Zio Zacheri dan aku memilih untuk datang ke kantor pusat karena aku berpikir Zio pasti lebih sering kesana daripada ke kantor cabang.
Rupanya untuk bertemu dengan Zio mengalami banyak tantangan, selain para satpam yang berada di luar aku juga harus membuat janji Sebelum bertemu dengan orang besar itu..
" Ya ampun aku tidak bisa membayangkan bagaimana sibuknya seorang Zio dan sepertinya aku akan mendapatkan mimpi buruk jika bertemu dengan nya"
Aku terhenti di meja resepsionis, aku tidak punya kartu untuk bertemu dengan Zio, menurut peraturan di perusahaan itu jika ingin bertemu Zio harus memiliki kartu atau undangan elektronik dari Zio.
Aku malu mengatakan bahwa aku calon istri Zio, karena aku sebenarnya tidak ingin.
" Bagaimana ini!?"
Saat hendak keluar tiba tiba salah satu pengawal Zio yang berada di lantai bawah langsung mengenali ku.
" Permisi Nona"
Aku menoleh ke belakang dan melihat pengawal itu, aku masih mengenali wajahnya walaupun aku tidak tahu siapa namanya.
__ADS_1
" Anda??"
Aku mengangguk kan kepalaku kerena aku mengerti maksud dari pengawal berwajah tampan itu.
" Aku ingin bertemu tuan Zio" kataku
" Sebentar"
Pengawal tersebut menekan Handset yang ada di telinga dan berbicara agak jauh dari tempat ku berdiri. Pembicaraan itu hanya berlangsung beberapa menit dan iapun kembali menghampiri ku
" Silahkan Nona , tuan Zio menunggu anda"
Pengawal itupun segera memberikan kode pada resepsionis dan iapun memperbolehkan kami untuk naik kelantai atas
Kami pun segera naik ke lantai paling atas, selama di dalam lift aku hanya diam dan menyiapkan kata kata yang bagus untuk Zio
Pengawal itupun segera membawa ku ke sebuah ruangan yang berada di sudut, dengan sigap ia membukakan pintu untuk membiarkan ku masuk
" Terimakasih" kataku dengan sambal tersenyum
Ruangan itu begitu luas dikelilingi oleh pintu dba jendela kaca, akupun melihat Zio yang sedang duduk santai sambil menikmati rokoknya, ia bahkan tidak memperhatikan kedatangan mu walaupun pengawal tadi sudah memberi tahukan padanya.
Zio mengalihkan pandangannya padaku, ia menatap ku dengan tajam dan memandang ku dari atas sampai ke bawah
Aku memang sengaja datang dengan penampilan yang sederhana, aku ingin bertemu dengan nya dalam keadaan diriku yang sesungguhnya.
"Duduk saja"
Akupun duduk tepat dihadapan Zio, aku menunduk untuk mencari Kata kata yang pantas untuk kukatakan.
"'Maaf mengganggu anda tuan Zio, aku datang kesini untuk membicarakan masalah..."
" Masalah apa???" Zio langsung memotong pembicaraan ku
" Pernikahan kita?? Apa kau ingin segera dipercepat??" kata Zio yang membuat diriku semakin takut
" Aku tahu kalian para wanita tidak sabaran untuk memiliki suami seperti diriku"
__ADS_1
Cukup terkejut juga dengan kepercayaan diri Zio, aku datang justru untuk hal sebaliknya.
" Bukan begitu Tuan Zio, aku datang kesini agar anda mempertimbangkan masalah pernikahan ini" kata ku dengan berani
" Aku tidak ingin menikah hanya untuk sebuah status"
Kulihat Zio cukup terkejut dengan ucapan ku, ia kemudian mematikan api rokok dan menaruhnya di asbak antik yang berada di meja kerjanya.
" Apa tujuan mu??"kata Zio lagi
" Aku merasa tidak pantas untuk menjadi istri orang sehebat dirimu, sungguh aku tidak sanggup dan tidak siap"
" Hmmmmm" Zio menggeram dan mulai memainkan jarinya di atas meja
" Tidak ada yang berubah kita akan tetap menikah" kata Zio sambil menatap ku
" Tapi..."
" Tapi begitu banyak wanita yang mau jadi istri anda tuan Zio, anda bisa mendapatkan jauh lebih dari pada saya"
" Aku tau...aku tau itu Delanie tapi aku menginginkan mu bukan mereka" kata Zio dengan tegas
" Ta...Pi kenapa harus aku??" kataku tidak terima, aku sengaja datang agar pernikahan ini tidak terjadi
" Aku punya alasan pribadi" kata Zio
" Tapi kita tidak saling mengenal, aku tidak yakin kita akan cocok tuan"
" Aku tidak perduli kita Cocok atau tidak, anggap saja ini sebagai balas Budi"
" Balas Budi?? apa maksud Tuan?"Kataku tidak mengerti
" Kau akan tahu jika sudah saatnya, sekarang kembalilah karena aku ingin meeting setelah ini"
Aku terdiam tanpa harus bisa mengatakan apa apa, padahal aku Sengaja datang dengan harapan aku bisa lepas dari tuan berhati dingin ini
Jangan lupa like, komen dan juga Follow author ya.....
__ADS_1
"