
" Selamat ulang tahun Delanie"
Ucapan itu pertama kali di ucapkan oleh BI Jida itupun melalui pesan Wa yang kubaca pagi ini. Aku sebenarnya tidak terlalu heboh dalam hal ulang tahun tapi hanya sekedar ucapan dan keinginan kejutan selalu aku dapatkan dari orang orang di sekitar ku.
Aku melihat jam ini masih tengah malam dan aku terbangun karena pesan Wa yang dikirimkan oleh BI Jida. Aku melihat ke sampingku dan melihat Zio tampak berselimut tebal di samping ranjangku
Entah kenapa malam ini Zio memilih untuk tidur terpisah dari ku, biasanya dia akan tidur sambil mendekap tubuh ku. Aku tidak terlalu menghiraukan nya kerena menurutku tidur bersama atau terpisah itu biasa saja karena selama ini tidak ada hal aneh yang terjadi.
" Jangan jangan Zio tidak normal" kata kata Lin kembali mengiang di telinga ku.
Memang aku juga meragukan nya sebagai lelaki normal Zio tidak pernah bercinta denganku, itu akan berakhir hanya sebatas ciuman saja. Aku tidak tahu kenapa hal igi bisa terjadi apakah karena Zio kecewa karena penolakan ku malam itu.
Sejak dari situ aku mulai terbiasa dengan sikap manis Zio, jujur aku mulai nyaman dan setia menunggu dengan apa yang terjadi selanjutnya.
Hari ini hari ulangtahun ku sebenarnya aku berharap Zio mengucapkan selamat hari kelahiran padaku. Tidak perlu ada kejutan kejutan manis hanya ucapan saja sudah membuat aku bahagia.
Usia 27 tahun membuat ku semakin dewasa apalagi perjalanan hidup selama beberapa tahun terakhir ini membuat ku semakin kuat dan tangguh. Terlebih-lebih aku bukan kategori anak yang sangat manja Walaupun bergelimang harta.
" Selamat ulang tahu Delanie, Semoga tahun ini kamu lebih baik, Dady sayang padamu nak"
Kata kata itu selalu diucapkan Dady ketika aku berulang tahun tapi tahun ini Dady tidak akan mengucapkan nya lagi dan di ulang tahun ku selanjutnya.
Aku kembali merasakan kehilangan untungnya Bi Jida mengucapkan nya tepat di pertambahan usia ku sehingga aku merasa sedikit terhibur.
" Hmmmm sepertinya nge teh enak karena aku tidak akan tertidur sampai Beben jam ke depan"
Aku kemudian turun ke bawah tapi aku sedikit takut karena semua lampu si ruangan bawah mati.
"Sepertinya ada yang salah" pikirku
Sialnya aku lupa membawa ponsel ku sehingga aku harus kembali ke lantai atas untuk mengambil ponselku yang tertinggal.
__ADS_1
Begitu kembali menuruni tangga lampu di lantai bawah kembali menyala dan betapa terkejutnya aku melihat orang orang yang kusayangi ada di disana.
" Happy birthday nyonya Delanie" sorak mereka dengan gembira aku juga melihat Zio ada diantara orang orang itu termasuk Bi Jida juga.
"Oh ya ampun ini..."
Aku tidak bisa menahan rasa haru yang tertahan dalam dadaku, ini adalah ulang tahun yang cukup berkesan dan berhasil membuat ku mewek.
Zio menghampiri ku yang berdiri mematung di atas tangga bahkan ia membawa seikat bunga mawar putih dengan senyuman menggodanya.
" selamat ulang tahun Sayang" kata Zio
Aku semakin terheran saat mendengar ia mengucapkan panggilan sayang padaku.
" Aku harap ini bukan mimpi" kataku dengan mata yang sudah berair
" Tidak... Untuk mu"kata Zio sambil menyerahkan bunga indah itu bahkan ia mencium kening ku di hadapan orang orang yang sudah menunggu ku
Zio menuntunku ke lantai bawah dan pada saat itu aku baru tersadar bahwa Ben juga ada disana.
" Selamat ulang tahun kak Delanie" kata Yuna sambil memeluk ku, ia juga memberikan sebuah kado untukku.
" Terimakasih Yuna tidak perlu repot begini" kataku sambil tersenyum menerima hadiah yang diberikan oleh Yuna
" Ini dariku kak Delanie" kata Ben yang juga memberi kan ku sebuah hadiah
Aku agak ragu menerima nya, aku takut Yuna dan Zio akan menaruh curiga terhadap ku.
" Terima dong kak Delanie" kata Yuna
Akupun menerima hadiah itu dengan senyuman kecil, aku berusaha untuk tidak memberikan perhatian lebih pada Ben.
__ADS_1
Selama acara kecil itu berlangsung Zio benar benar memberikan perhatian nya padaku, ia mengambil alih atas seluruh rangkaian acara selama acara itu berlangsung.
Puncaknya akupun menerima hadiah dari Zio, tidak tanggung ia memberikan aku sebuah mobil sedan Merah keluaran terbaru..
Aku cukup kaget dengan hadiah ini sebenarnya aku tidak mengharapkan hadiah yang mewah aku hanya ingin Zio menjadikan aku istri yang sempurna.
"/Selamat ulang tahun ya Nyonya besar".
Ucapan itu diucapkan Zio saat kami berdua kembali ke kamar barulah aku Sadari ternyata orang yang aku duga adalah Zio ternyata adalah guling uang ditutupi oleh selimut tebal.
" Terimakasih Hubby"kata ku sambil tersenyum tipis
" Apa kamu suka hadiah nya??"
Aku menggeleng kan kepala hingga membuat Zio merasa heran.
" Kenapa?? apa masih kurang" tanya Zio
" Aku tidak menginginkan itu aku hanya ingin..."
" Ingin apa?? katakan saja akan kuberikan segalanya"
" Benarkah?? aku tidak yakin kau akan memberikan nya" kataku sambil duduk di atas ranjang
" Akan...aku pastikan itu" kata Zio dengan penuh keyakinan
" Jadikan aku wanita yang sempurna aku...aku ingin memiliki anak darimu" Kataku dengan yakin, aku tidak perduli pandangan Zio terhadap ku
" A...apa l??"
Zio tampaknya keberatan dengan keputusan ku, aku melihat wajah Zio yang gamang karena permintaan ku.
__ADS_1
" Sepertinya aku akan kecewa lagi" kataku sambil menatap Zio