
Baru dua hari tidak bertemu dengan Ricardo membuat ku merindu setengah mati, rasanya aku sangat merindukan apa yang dimiliki lelaki pembohong itu.
Aku tiba di rumah besar itu dan langsung saja Bi Jida memelukku dan menanyakan apakah aku baik baik saja.
" Aku baik baik saja Bi jangan panik aku bukan anak anak yang masih berumur 5 tahun" kataku
" Ricardo ada di kamar Selama dua hari ini dia seperti orang gila Delanie, aku takut jika dia bunuh diri" kata Bi Jida dengan wajah yang khawatir
" Jangan takut Bi dia tidak akan melakukannya, aku sangat yakin"kataku sambil perlahan berjalan ke atas lantai atas
Belum lagi aku mengetuk pintu tapi tiba-tiba saja Ricardo sudah datang dan memelukku. Entah bagaimana Ricardo tahu kalau aku sudah sampai padahal aku berjalan sangat hati hati
" Sayang" kata Ricardo yang tidak mau melepaskan aku, aku hanya diam dan mulai mencium bau kecut yang berasal dari tubuh Ricardo.
" Aku rasa dia tidak mandi selama dua hari"
Tapi bagaimana pun aku juga merindukan bau tubuh suamiku walaupun baunya sudah berubah aku tetap menyukainya.
" Sekarang jelaskan" kataku tanpa basa basi
Ricardo segera membawaku ke dalam kamar dan mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata sangat jauh berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Nur, ternyata hubungan Ricardo dan Nur hanya terjadi satu malam dan saat itu Ricardo dalam pengaruh alkohol dan juga Hasrat yang sangat tinggi.
Ricardo juga tidak tahu kenapa ia bisa melakukan itu, yang ia ingat ia sedang bercinta dengan orang yang sangat mirip dengan ku. Pagi harinya barulah Ricardo Sadar bahwa ia telah bercinta dengan Nur. Nur memaksanya untuk menikahinya karena setelah mereka bercinta malam itu Nur mengatakan kalau dirinya sudah hamil.
Ricardo bimbang karena percuma saja ia menikahi Nur karena ia tidak akan bisa mencintai wanita itu. Ia dan Nur akhirnya sepakat untuk tidak menikah dan Ricardo berjanji untuk bertanggung jawab secara finansial.
" Aku tidak mencintai nya Delanie hanya kau wanita yang aku cintai dan Nur juga mengetahui nya" kata Ricardo
__ADS_1
" Percaya lah sayang hanya kau... " kata Ricardo lagi.
Aku melihat mata Ricardo yang penuh dengan kejujuran, tapi aku masih ragu karena disisi lain ada Nur dan juga putrinya yang menunggu tanggung jawab dari Ricardo
"Bagaimana aku bisa percaya setelah semua kebohongan yang kau lakukan mas?? Apakah aku pantas percaya??" tanyaku
Ricardo menaruh tangannya dan meletakkan nya di kepalanya
"Aku bersumpah jika hal yang kukatakan tadi tidak benar maka aku tidak selamat dan aku aku bersumpah bahwa aku hanya mencintai mu Okta Delanie gadis satu satunya yang mengisi hatiku"
" Hentikan mas" kataku sambil menarik tangan ku, aku malah semakin terbebani dengan ucapan yang sungguh membuatku semakin tersiksa.
"Segera persiapkan perpisahan kita" Kataku membuat Ricardo seketika lemas dan langsung terduduk di atas lantai.
" Sayang" kata Ricardo sambil menatap dan mencium tanganku
" Tidak.... tidak Delanie jangan katakan hal itu" kata Ricardo
" Kau masih ingat isi perjanjian mu dengan Zio kan?? Aku berhak berpisah dengan mu jika aku menginginkan nya" kataku lagi
" Apa kau benar benar menginginkan perceraian dariku?? Atau kau hanya terprovokasi dengan ucapan dan permintaan Nur??"
" Aku melakukan nya sebagai wanita yang memiliki perasaan mas, aku tidak ingin egois dan aku tidak bisa melihat tangisan Nur"
" Lalu bagaimana dengan ku?? bagaimana dengan mu?? apa kita akan berkorban sementara kita saling mencintai??"
Kata kata Cinta itu sebenarnya sangat menusuk hatiku, aku tidak bisa membohongi kalau hatiku dimiliki oleh Ricardo terlepas dari semua kesalahannya.
__ADS_1
Aku mendekat dan menatap Ricardo, aku juga duduk sambil menggenggam tangannya yang terasa dingin sedingin hati kami saat ini.
" Lihat aku mas" pintaku dan Ricardo pun melakukan nya
" Nikahi Nur untukku" Pintaku
" Tidak .. tidak Delanie aku hanya milikmu " kata Ricardo bersikeras
" Lihat Ryana dia membutuhkan mu dan juga Nut" kataku dengan lembut tapi tetap saja Ricardo menggelengkan kepalanya
" Jangan egois sayang" kataku, untuk pertama kalinya aku memanggil Ricardo dengan sebutan sayang.
" Sayang" Ricardo memelukku dengan erat hingga kami berdua tangis dalam sebuah pelukan yang sangat menyedihkan
" Aku akan mati sayang....aku akan mati "kata Ricardo yang terus saja memelukku
" Tidak kau akan baik baik saja" Kataku berusaha menguat kan Ricardo
" Tidak Delanie hatiku mati jika tidak bersamamu" kata Ricardo semakin terisak
" Berjanji lah akan membuat Nur bahagia" pintaku
" Tidak....aku tidak bisa"
Untuk sesaat aku dan Ricardo tenggelam dalam kesedihan yang tidak bisa dikatakan, rasanya percuma jika aku mempertahankan hubungan ini sementara harus ada pihak yang tersakiti.
Jujur saja sejak kejadian itu aku selalu terbayang wajah sedih Nur dan juga Ryana, walaupun ia berbohong tapi aku yakin dia melakukan nya untuk kebahagiaan Ryana dan juga status Ryana.
__ADS_1