Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Ritual malam pertama


__ADS_3

Aku menutup mataku ketika Ricardo akan memasukkan senjatanya itu,


" Sayang apa kamu takut??"tanya Ricardo sambil menatap wajahku yang seperti ketakutan


" Lihat aku sayang" pinta Ricardo lagi"


Aku melihat Ricardo yang sepertinya khawatir melihat aku yang ketakutan, seketika aku mengembangkan senyuman ku dan mengelus pipi nya dengan lembut.


" Lakukan saja mas aku sudah siap"kataku


" Kau yakin?? Kita bisa tunda jika kau merasa takut"kata Ricardo


" Ah..... Ricardo memang berbeda bahkan saat seperti ini saja dia masih memikirkan diriku"


" Tapi aku ingin segera punya anak mas agar kita tidak kesepian"


Seketika senyuman Ricardo pun mengembang dan langsung ******* bibirku sambil mengarahkan junior miliknya ke guaku. Dengan sedikit susah Ricardo berulang kali menemukan jalan untuk masuk kesana dan setelah beberapa kali mencoba akhirnya......


"/Pufffff"


"Agrhhhhh" Seketika aku milik Ricardo menembus guaku yang masih perawan, rasanya aku merasakan ngilu yang sampai ke ubun-ubun bahkan aku sampai menjambak rambut Ricardo.


Seketika Ricardo langsung berhenti tapi ia tetap mendiamkan junior miliknya guaku.


" Sayang apakah sakit?? kita berhenti saja" Kata Ricardo yang hendak menyudahi permainan ini.


" Tidak mas...." Kataku sambil menahan Ricardo dengan memeluk nya.


" Kau yakin??" Tanya Ricardo


Aku mengangguk kan kepalaku Pertanda aku setuju untuk melanjutkan permainan malam ini. Sakit yang aku rasakan perlahan mulai menghilang apalagi saat Ricardo melakukan sambil menciumi p4ting ku.


Nyeri yang aku rasa perlahan berubah menjadi rasa yang sungguh tidak bisa aku katakan, aku kembali merasakan kedutan kedutan yang minta dipuaskan.

__ADS_1


" Ahhhhhhhh" Aku tidak bisa menahan ketika Ricardo melakukan gerakan memutar, aku melayang sambil mengelus Elis dada milik Ricardo


" Maaaasssss" kataku manja sambil menggeliat kan tubuhku


Mataku terpejam sementara Ricardo terus menggoyangkan pinggulnya sambil menatap wajahku. .


" Delanie....aku mencintaimu sayang" kata Ricardo


Aku membuka mataku dan melihat Ricardo yang sudah mulai berkeringat karena percintaan ini.


" Aku mencintaimu massss"kataku sambil terus menikmati indahnya cinta yang diberikan oleh Ricardo.


Setelah sekian lama aku semakin merasakan sensasi yang tidak bisa terkatakan, tubuhku semakin bergetar diiringi sesuatu yang mendesak ingin keluar dari guaku.


" Maaassss,, aku ingin...."


Ricardo cukup tau apa yang aku katakan ia semakin mempercepat gerakan pinggulnya hingga aku tidak bisa lagi menahan hasrat ku. Tubuhku menegang diiringi Suara ******* ku yang cukup panjang.


Aku terbawa dalam alunan cinta yang indah, inilah pertama kali aku merasakan sensasi yang benar benar berbeda.Tak lama Ricardo juga juga melakukan pelepasan dan terhempas di sampingku.


" Terimakasih sayang" kata Ricardo sambil mencium keningku


Aku menatap Ricardo dengan mata sayu dan nafas yang sudah mulai stabil.Aku tersenyum dan mengelus pipi Ricardo dengan lembut, tidak terasa airmata ku mulai mengalir di pipiku.


" Hei.... kenapa ada airmata sayang?? Apa kau menyesal??" Tanya Ricardo sambil mengelus airmata ku


" Sama sekali tidak" kataku sambil melingkarkan tanganku di tubuh Ricardo


" Terimakasih mas.... terimakasih untuk cinta yang indah ini" isakku


Kami saling berpelukan untuk beberapa saat, Ricardo kemudian menciumi seluruh wajah dan juga rambut ku.


Aku beranjak bangun Kerena ingin buang air kecil dan juga aku mulai merasakan rasa perih yang tercipta setelah kami bercinta untuk pertama kalinya.

__ADS_1


" Mau kemana sayang??" Tanya Ricardo yang juga ikut ikutan bangun


" Aku mau ke kamar mandi" Kataku


Tapi begitu Kakiku menyentuh lantai rasa perih di bagian itu semakin bertambah, rasanya sungguh ngilu dan aku kesulitan dalam berjalan.


" Biar ku bantu" kata Ricardo, ia kemudian mengambil dua buah handuk untukku dan juga ia


" Ya ampun kenapa bisa sakit begini??" Keluhku dan pada saat itu Ricardo langsung mengangkat ku dan membawa ku ke rumah sakit.


" Keluar lah" kataku setelah sampai di kamar mandi


" Tidak sampai kau selesai" kata Ricardo yang menunggu di dalam kamar mandi


" Ahhhhhhhh Ya Tuhan rasanya sangat pedih dan sakit" kataku ketika air seniku Keluar


"Ya ampun sayang Kita ke dokter saja yuk" kata Ricardo


"Dasar bodoh bisa bisa kita jadi bahan tertawaan di sana" gerutuku sambil menahan sakit


Ricardo kemudian mengambil ponselnya dan mencari Bagaimana menghilangkan rasa sakit setelah bercinta untuk pertama kalinya.


Ricardo kemudian menyalakan air panas dalam bath up dan setelah cukup penuh Ricardo kemudian mengangkat ku dan kami berdua masuk kedalam bath up tersebut.


" Bagaimana" kata Ricardo sambil memijit punggung ku


" Ini cukup membantu terima kasih ya" kataku sambil bersender di dada Ricardo


" Ini bisa menghilangkan rasa nyerinya, semoga kau baik-baik saja setelah ini" kata Ricardo sambil mencium pucuk kepala ku


" Aku akan baik-baik saja jika bersamamu" kataku


" Ha.....ha.... sekarang kau yang menggodaku" kata Ricardo membuat ku seketika malu

__ADS_1


" Baiklah aku tidak akan menggodamu" kataku


" Jangan dong sayangku, jika bukan kamu siapa lagi??" Kata Ricardo sambil memelukku


__ADS_2