Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Mulai jatuh cinta??


__ADS_3

Setelah ciuman yang terjadi malam kemarin membuat aku selalu salah tingkah di depan Ricardo. Hanya sebuah senyuman yang tidak terlalu lama membuat ku merasa malu jika melihat Ricardo


Seperti pagi ini, Ricardo memperhatikan aku ketika menyantap roti bakar buatan Bi Jida, aku hampir tersedak karena dia menatap ku.


" Ya ampun Delanie ada apa??" Kata Ricardo sambil menyerahkan gelas yang berisi susu hangat


"Mengapa kau menatapku seperti itu??" kataku sambil memalingkan wajahku, Ricardo malah memegang tangan ku dan mengelus nya dengan lembut.


Jantung ku langsung bergetar saat Ricardo menatapku sambil mengedipkan matanya. Hampir saja jantung ku melayang melihat tatapan nakal Ricardo


" Jangan macam-macam ya..." Kataku sambil melepaskan genggaman nya


" Ha....ha.... sekarang aku berangkat dulu jangan lupa hubungi aku jika kau sudah sampai di Cleo Dancer"


Ricardo berangkat dan mencium kepala ku dengan lembut lagi lagi Ricardo melakukan nya tanpa persetujuan ku


" Hei..." Teriakku


Ricardo terhenti sambil tersenyum senyum, aku kemudian menghampiri nya dan menjewer telinga nya dengan cukup kuat.


"Sembarangan " omelku dan aku puas ketika melihat Ricardo yang mengasuh sambil mengelus telinga nya


" Ini sakit sekali kau sungguh tega" kata Ricardo


" Pergilah kau akan terlambat" kataku sambil memberi kan tas kerja Ricardo yang berada di atas meja.


" Baiklah" Kata Ricardo beranjak pergi dari hadapan ku


"Tunggu" Kataku dan itu menghentikan Langkah Ricardo


Entah berasal darimana aku beranjak ke hadapan Ricardo dan menarik tangannya, aku kemudian mencium punggung tangan Ricardo Seperti yang biasa aku lakukan pada. Zio.


Ricardo tampaknya sangat terkejut melihat kejadian itu, ia melihat ku dengan tatapan tidak percaya. Beberapa detik kemudian Ricardo mengembang kan senyuman nya dan kemudian mencium keningku dengan lembut.

__ADS_1


" Terima kasih Delanie, aku bahagia hari ini"


Aku tersenyum malu sambil menganggukkan kepalaku


"Anggap saja ini. tanda terima kasihku karena sudah membuat ku bahagia kemarin"


" Wah sepertinya aku akan melakukan apa saja yang membuat mu bahagia"


Percakapan itu berakhir ketika Ricardo benar benar menghilang di balik pintu. Aku tidak tahu mengapa aku juga merasakan kebahagiaan pagi itu. Aku menyentuh kening dan juga bibirku kerena ciuman ciuman yang diberikan oleh Ricardo.


" Cieeeee yang bahagia"Ledek Bi Jida


" Ada apa sih Bi??" kataku malu malu


" Sepertinya ada aroma cinta disini, Bibi sampai kepanasan..." kata Bi Jida sambil mengibaskan tangannya ke arah wajahnya.


" Ih.... Bibi" kataku sambil berlalu tapi malah Bi Jida mengikuti ku sampai ke ruang tamu


" Ricardo adalah laki laki yang baik Non" kata Bin sambil duduk di samping ku


" Bibi serius non aku tidak pernah bertemu orang sebaik Tuan Ricardo selain tuan Okta" kata Bi Jida


"Benarkah Bi?? Apa menurut Bibi dia lelaki baik yang tidak akan melukaiku lagi??"


" Sepertinya sih tidak, non tau tidak dia sering sekali bertanya tentang non loh bahkan sebelum kalian menikah"


" Apa??" Cukup terkejut juga aku mendengar pengakuan Bi Jida, pantas saja aku dia mengetahui apa saja tentang diriku


"Iya non dia juga berjanji di hadapan Bibi tidak akan menyakiti Non" kata Bi Jida lagi


Semakin aku merasa terkejut tapi juga merasa simpati dengan lelaki yang satu ini. Tapi mengingat masa lalu tentang Zio aku terlalu takut jika memberikan seluruh hatiku padanya.


" Aku masih takut Bi, aku sangat takut jika masa lalu kehilangan akan mendatangi ku lagi" kata Ku sambil menatap Bi Jida dengan sedih

__ADS_1


" Tidak usah terlalu terburu buru Bibi yakin dia adalah jodoh yang terbaik untuk non" kata Bi Jida.


" Dulu Bibi juga mengatakan hal yang sama mengenai Zio, aku tidak ingin terulang lagi"


" Tapi aku bisa melihat ada rasa cinta yang mulai tumbuh non, aku yakin Ricardo berbeda dengan Zio.Buktinya dia memberikan non kebebasan dalam segala hal bahkan dia juga mengatakan akan melepaskan non jika tidak bahagia"


Aku terdiam dan mencoba berpikir tentang apa yang dikatakan oleh BI Jida. Sebenarnya aku sependapat dengannya, Ricardo jauh lebih menghargai dan menghormati ku sebagai seorang istri


" Pikirkan itu non segera lah bersatu agar Oma Geeta segera mendapatkan cucu" kata Bi Jida lagi


"Ah...Bibi jangan begitu" Kataku sambil tersenyum senyum membayangkan jika Aku dan Ricardo memiliki anak.


"Nah benar kan anda Juga mengharapkan nya" kata Bi Jida.


_________________________________________________


" Antar aku ke kantor ya Mang, aku ingin bertemu dengan Ricardo" kataku pada mang Markus,


Sore setelah pulang dari Cleo Dancer aku berencana untuk bertemu dengan Ricardo sore ini, aku ingin mengajaknya untuk makan bakso pinggir jalan


Tapi begitu sampai di kantor aku malah mendapat kabar kalau Ricardo sedang mengadakan meeting bulanan dengan para staffnya.


" Silahkan anda menunggu di ruangannya karena meeting akan segera berakhir"


Akupun Langsung masuk ke ruangan orang nomor satu di kantor itu dan begitu masuk aku langsung dikejutkan oleh potret pernikahan kami yang sangat besar yang berada di ruangan itu.


Bukan hanya itu tapi ada beberapa pose ku yang berjejer di ruangan itu termasuk saat aku menggunakan baju Belerina dan sedang memegang karangan bunga.


" Untuk apa dia memajang semua ini ??" tanyaku dalam hati


Belum beberapa menit aku disana tiba tiba Ricardo sudah muncul di hadapan ku, ia tampak nya terburu buru hingga ia sedikit kesulitan bernafas.


"Loh apa rapatnya sudah selesai??" Tanyaku keheranan

__ADS_1


" Aku segera mengakhiri nya begitu mendengar kamu datang" kata Ricardo


" Ya ampun lelaki ini benar benar konyol" Kataku dalam hati, aku merasa geli dengan sikap Ricardo ini.


__ADS_2