Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Sapaan di pagi hari


__ADS_3

" Hentikan mas" kataku sambil menggeliat karena ulah nakal Ricardo di pagi hari ini. Bercinta semalaman membuat tidur ku benar-benar nyenyak apalagi semalaman aku tidur dalam dekapan Ricardo.


Aku merasakan kehangatan dan jujur saja aku menyukai wangi tubuh Ricardo. Aku merasa terlindungi dan juga memiliki teman untuk hidup.


" Sayang... rambut mu wangi sekali " Kata Ricardo sambil mencium dan mengendus endus telinga ku.


" Ya ampun mas kau mengganggu konsentrasi tidur ku" kataku sambil mengalungkan tanganku di tubuh Ricardo.


" Apa rasanya masih sakit??" Tanya Ricardo


" Sedikit"


" Apa kita tidak bisa melakukan nya sekali lagi??" Tanya Ricardo membuat mataku seketika terbuka.


"Melakukan apa lagi??" Tanyaku pura pura tidak tahu padahal aku tau sebenarnya Ricardo menginginkan ritual semalam.


" Aku ketagihan aku tidak bisa menahan diriku ketika berada di dekatmu seperti ini, apalagi sekarang batasan kita tidak adalagi"


Aku menolak tapi berulang kali Ricardo membujukku hingga terjadi lah hal itu di pagi ini.


" Kau memang keterlaluan, kau membuatku kelelahan" kataku sambil mengatur nafas yang terengah-engah


"Maaf sayang.." kata Ricardo sambil mencium pipiku beberapa kali.


Alhasil aku harus mandi di pagi ini aku bahkan mencuci rambut ku karena semua keringat membasahi seluruh tubuh ku.


Aku keluar sambil mengeringkan rambut ku dengan sebuah handuk kecil,aku ingin segera sarapan karena aku sudah merasa cukup kelaparan.


Aku segera keluar dan menghampiri Ricardo yang sudah sarapan terlebih dahulu, aku yakin ia juga merasa kelaparan kerena sudah bercinta sebanyak dua kali.


" Sayang duduk disini"kata Ricardo sambil menunjuk ke sebuah kursi yang ada di sebelah nya, biasa nya kami sarapan selalu berseberangan


" Mas aku lapar sekali" kataku sedikit merengek


" Aku tahu sayang"kata Ricardo sambil memberikan roti panggang dengan selai kacang .

__ADS_1


"Seperti aku ingin makan nasi atau bubur mungkin"


Aku memanggil Bi Jida untuk membuat kan kami nasi goreng di pagi ini, rasanya sarapan roti tidak memberikan hasil maksimal setelah melakukan pekerjaan yang cukup melelahkan dan sangat menyenangkan.


Dua piring nasi goreng panas segera tersaji di depan meja setelah selesai melakukan tugas nya Bi Jida segera meninggalkan kami berdua.


Maka terjadilah hal yang belum pernah terjadi Ricardo ingin aku menyuapinya dan dia menyuapi aku.


"Ya ampun mas sarapan kok ribet begini" Kataku sambil terus menyuapi Ricardo


"Tak apa dong sayang namanya juga pengantin baru"


Aku hanya bisa menggelengkan kepala ku melihat kekonyolan suamiku, Ricardo kini telah resmi menjadi suami lahir dan batin untukku.


"Aku akan menjadi istri yang baik untukmu mas" kataku dalam hati sambil menatap wajah tampan Ricardo, rasanya aku wanita yang paling beruntung karena telah mendapatkan lelaki sebaik Ricardo


Selesai sarapan Ricardo memilih untuk kembali ke kamar dan menyelesaikan pekerjaan kantor dari rumah. Ia ingin di rumah selama seharian ini


" Telah terjadi sesuatu" kata Bi Jida ketika menghampiriku di meja makan saat aku membereskan piring piring kotor bekas sarapan


" Apa dia tahu apa yang terjadi semalam"


" Apaan sih Bi?" Kataku sambil menahan malu


" Ha....ha.....ha....aku bahagia melihat tuan dan non akhirnya bersatu, aku bahagia Delanie akhirnya kau menemukan kebahagiaan mu" kata Bi Jida


" Bibi bicara apa sih??" kataku pura pura tidak tahu.


" Keramas di pagi hari itu menandakan telah terjadi sesuatu, Bibi jiga mengalami nya hanya saja jodoh bibi tidak panjang" kata Bi Jida


Aku semakin malu karena memang tidak biasa aku keramas di pagi hari biasa nya aku keramas di Sore atau malam hari.


"Bibi jangan menggodaku terus dong, ya..aku memang sudah.."


Aku tidak melanjutkan kata Kataku lagi Kerena aku tahu Bi Jida sudah mengetahui nya. Bi Jida bersorak kegirangan dan mengatakan selamat karena aku telah sah menjadi istri Ricardo.

__ADS_1


"Bibi harap kau segera mengandung anak dari tuan Ricardo agar rumah ini semakin bernyawa" kata Bi Jida


" Amin doakan saja ya Bi"kataku sambil tersenyum


Aku kemudian menghampiri Ricardo yang tampak asyik dengan laptopnya, aku segera masuk dan langsung saja aku duduk di pangkuan nya.


" Ya Ampun wanitaku ini " kata Ricardo sambil mencium pipiku


" Maaf aku kelepasan" kataku yang hendak beranjak dari pangkuan Ricardo tapi ia malah menahan ku


" Tetap disini sayang," kata Ricardo


" Kau tidak akan kerja tapi malah meminta yang lain"


" Tidak aku janji" kata Ricardo


Bukan Ricardo yang nakal malah aku yang menggoda nya dengan beberapa ciuman nakal, hingga konsentrasi Ricardo berantakan.


" Mas...aku bosan di rumah aku keluar boleh ya??" Kataku dengan nada manja


" Mau kemana sayang??"


" Aku mau pergi bersama Lin aku ingin mengobrol bersama nya" kataku


" Oh ya?? Sekarang??"


" Mungkin jam makan siang" kataku


" Lalu aku sendiri?? kalau begitu kita saja yang pergi" kata Ricardo


" Memang mas bisa?? aku senang sekali jika mas yang menemani aku"


Ricardo segera menutup laptopnya dan menyuruh untuk bersiap siap.


" Cuppp terimakasih ya mas" kataku sambil mengecup pipi Ricardo, kini aku tidak malu lagi mengekpresikan rasa cinta ku padaku pada Ricardo

__ADS_1


__ADS_2