Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Bertemu Oma Geeta


__ADS_3

Belum lagi aku selesai sarapan Ricardo sudah muncul lagi dihadapan ku,bahkan ia tak malu untuk sarapan denganku. Selera sarapanku otomatis berkurang hingga aku hanya bisa memandangi Ricardo yang begitu asyik dan tidak sungkan menghabiskan sarapan nya di depanku.


" Jangan terlalu serius bisa bisa kau terjerat cintaku" kata Ricardo membuat aku mengalihkan pandanganku seketika, lelaki yang super percaya diri ini malah menggoda ku kerena aku memandangi nya.


" Mengapa kau tidak berhenti hadir dalam hidupku, aku ingin bebas" kataku sambil menghabiskan susu hangat di depan meja.


" Aku kesini untuk menghukummu, Kau pasti ingat janjimu semalam. Aku sangat yakin kau tidak melupakan nya"


"Tentu saja tidak "


Pagi itu Ricardo membawaku kesebuah rumah yang cukup besar dengan halaman yang cukup luas, sebuah rumah yang terletak jauh dari pusat kota.


"Kita mau ngapain disini?? jangan bilang kau..."


Wajar saja kalau aku menaruh Sikap curiga, rumah besar itu terlihat sangat sepi bisa saja Ricardo melakukan hal yang tidak wajar


" Kenapa sih kamu negatif thinking terus, apa wajahku terlihat seperti mafia??'


" Lebih bahkan"


Ricardo lalu mengajak ku masuk kedalam, kami disambut oleh perawat muda yang mempersilahkan kami masuk. Tapi saat aku mengembangkan senyuman ku pada perawat itu ia malah membuang muka.


'" Oma dimana??"Tanya Ricardo


" Di kamar tuan ia baru saja selesai mandi dan sarapan" kata perawat itu dengan ramah sambil tersenyum manis pada Ricardo.


Sebagai seorang wanita aku tahu kalau perawat muda itu menaruh perhatian lebih pada Ricardo. Mungkin saja ia tertarik pada majikannya sendiri.


Aku dan Ricardo pun masuk dan ketika ia membuka pintu, terlihat seorang wanita yang sudah mulai menua. Ia duduk menghadap jendela sambil memegang jarum dan juga benang.


" Oma..." kata Ricardo


Seketika wanita itu langsung berpaling dan melihat wajah Ricardo. Wanita tua itu memandang kami dengan senyuman yang begitu tulus, walaupun sudah tua tapi wanita berambut putih itu masih menunjukkan gurat gurat kecantikan nya.


" Rico" kata Wanita yang dipanggil Oma itu,


Ricardo segera datang dan memeluk neneknya sementara aku hanya berdiri mematung menatap mereka berpelukan.


" Sudah lama sekali Rico kau tidak datang menjenguk ku"


"Maaf Oma aku sedikit sibuk, sekarang aku datang membawa apa yang Oma minta selama ini"


Ricardo dan neneknya melihat ke arahku, nenek itu memberi kan isyarat agar aku mendekat dan akupun menuruti nya.


Aku pun berjongkok sama seperti yang dilakukan oleh Ricardo. Wanita tua itu kemudian mengelus rambut ku dengan lembut.

__ADS_1


" Kau pasti Delanie kan??" kata Oma itu mengejutkan aku


Aku menatap Ricardo dengan tatapan bingung tapi Ricardo hanya tersenyum penuh arti padaku.


" Keluar lah aku ingin berbicara dengan nya, berdua saja"


" Tapi Oma.."


" Pergilah Rico"


Ricardo pun pergi dan meninggalkan kami berdua, sesungguhnya aku sedikit khawatir karena tidak terbiasa berbicara dengan orang setua ini.


" Aku adalah Oma Geeta, aku adalah nenek nya Rico. aku lah yang membesar Rico hingga ia dewasa'"


'" Bagaimana dengan ayah dan ibu Ricardo Oma??" tanyaku penasaran


"Mereka meninggal dalam sebuah kecelakaan " kata Oma Geeta dengan sedih


" Maaf Oma aku tidak tahu" kataku dengan bersalah


" Tak apa nak, kau pantas mengetahui nya" kata Oma Geeta sambil tersenyum kepadaku


" Rico begitu mencintai mu Delanie selama bertahun-tahun dia selalu menceritakan tentang dirimu"


" Benarkah Oma??"


" Impian terbesar Rico adalah Menikah denganmu, dia itu lelaki setia dan juga baik hati. Oma akan sangat senang jika kalian bisa menikah secepatnya"


Aku hanya tersenyum sambil menggenggam tangan Oma Geeta, begitu banyak cerita yang di ceritakan oleh Oma Geeta hingga tiga terasa waktu sudah hampir menjelang makan siang.


Perawat yang bernama Nur itupun masuk dan mengingat kan waktu untuk makan siang. Aku dan Oma Geeta pun keluar untuk makan siang.


" Aku hampir lumutan menunggu kalian"kata Ricardo protes


" Kenapa kau tidak ke kantor saja, Oma dan Delanie sepertinya akan sampai malam bila perlu dia akan menginap disini" kata Oma Geeta sambil memandang ku


" Apa?? Apa benar kau akan menginap nona Delanie??" tanya Ricardo.


Sebenarnya aku tidak ingin tapi melihat wajah lembut Oma Geeta aku tidak tega untuk menolak nya.


" Ya aku mau jika Oma yang memintanya" kataku sambil tersenyum ke arah Oma


" Kalau begitu kita semua menginap disini malam ini" kata Ricardo


Kami bertiga menghabiskan waktu setelah makan siang, Ricardo pun mengajak kami berjalan jalan di sebuah kebun Cherry yang ada di belakang rumah Oma Geeta.

__ADS_1


Sebenarnya Oma Geeta masih sangat sehat untuk wanita seusianya, dia masih bisa bergerak dengan cukup aktif.


" Cobalah Delanie" kata Oma Geeta sambil memberikan sebuah Cherry segar yang baru saja ia petik


" Loh untukku mana Oma?" kata Ricardo


" Ambil saja sendiri Rico aku hanya memberikan pada Delanie kerena dia adalah tamu spesial hari ini"kata Oma Geeta membuat aku tertawa dan mengejek Ricardo dengan menjulurkan lidahku.


" Beraninya kau nona Delanie mengambil hati Oma dariku" kata Ricardo


"Jangan coba coba mengganggu nya Rico atau kau akan menerima hukuman dari Oma" kata Oma Geeta


Kebersamaan itu terasa semakin hangat dan saat itu aku bisa melihat ketulusan Ricardo dalam menyayangi neneknya.


Malam itu akhirnya aku memutuskan untuk menginap, aku menghubungi Bi jida agar tidak menungguku untuk makan malam.


Malam itu Ricardo berencana untuk membuat api unggun di depan rumah, ia membuat nya sendiri dan iapun mengambil beberapa buah jagung dan membakarnya untuk kami.


Terlihat jelas kalau perawat Nur tidak menyukaiku, berkali kali aku mengajaknya berbicara tapi ia tampak acuh padaku.


Ketidak sukaaan perawat Nur semakin menjadi ketika ia mendorong ku saat aku berada di samping Oma Geeta.


" Ada apa nur??" tanyaku


" Maaf sebaiknya Oma istirahat karena ini sudah larut malam" kata Nur


" Tapi Oma belum mengantuk Nur lagipula Oma ingin makan jagung bakar buatan Rico"'kata Oma Geeta


" Tapi oma"


" Kau tidur saja duluan, aku dan Delanie akan tidur bersama malam ini jadi kamu tidur di kamar tamu saja"


" Tidak bisa Bagaimana jika Oma merasa sakit??"'


" Tidak..Oma akan baik baik saja di samping Delanie" kata Oma


Akhirnya Nur masuk kedalam rumah dan tidur duluan, agak lega rasanya melihat Nur sudah masuk .


" Sebaik nya Oma masuk juga takut nya Oma akan masuk angin" kataku mengingatkan kan


" Tidak mau Oma masih ingin disini lagipula Oma ingin mendengar kapan Kalian akan menikah" kata Oma


Seketika aku dan Ricardo saling memandang, ada sesuatu yang tidak bisa kami jelaskan kepada Oma Geeta.


" Secepatnya Oma aku dan Delanie akan menikah" kata Ricardo

__ADS_1


" Benarkah?? apa itu benar Delanie??" tanya Oma Geeta meyakinkan


" Be... benar Oma" kataku


__ADS_2