
" Mas bayinya bergerak" kataku sambil memegang perutku yang mulai merasakan gerakan bayi di dalamnya
" Apa??"
Ricardo kemudian menaruh tangannya di perutku dan tanpa diduga perutku bergerak dengan lembut dan itu sangat membuat Ricardo sangat bersemangat
" Dia bergerak sayang seperti nya di mulai menendang" kata Ricardo
" Iya nih, ya ampun aku senang sekali" kataku semakin bersemangat juga.
z
Usia kandungan ku memang sudah memasuki 4 bukan dan sekarang aku bisa merasakan gerakan bayi yang ada di dalam rahimku dan untuk pertama kalinya aku merasakan nya.
" Kita periksa lagu yuk sayang, kita lihat bayinya perempuan atau laki laki"
" Aku ingin dirahasiakan mas biar jadi kejutan jika anak kita lahir nanti" kataku
" Baiklah jika itu keinginan mu sayang" kata Ricardo sambil mengecup keningku
Aku menatap diriku di depan cermin dan melihat bentuk tubuhku yang semakin menggembul, di usia kehamilan yang sudah memasuki semester kedua berat badanku sudah naik hampir 6 kg dan ini membuat ku semakin gemuk.
Di kehamilan ini aku tidak merasakan yang namanya mengidam padahal aku ingin sekali merasakan nya seperti kehamilan ku yang pertama. Aku merasa semakin sering lapar bahkan tengah malam aku sering sekali mengemil.
__ADS_1
" Ada apa sih sayang" kata Ricardo sambil memelukku dari belakang, ia baru saja mandi bahkan rambutnya masih masih dan aku masih bisa mencium aromanya.
" Massss" rengekku dengan nada yang sedikit manja
" Ada apa sih, kok cemberut begitu padahal sudah wangi dan cantik begini" kata Ricardo sambil mencium pipiku
" Apa aku semakin jelek" kataku sambil menatap Ricardo
" Jelek?? maksud nya apa sih??" kata Ricardo
" Lihat badanku semakin menggemuk dan pipiku semakin chubby, aku yakin aku tidak semenarik dulu lagi ya mas"
" Ha....ha... kau ini bicara apa sih sayang justru sekarang kau semakin seksi dan bahenol" kata Ricardo sambil mengedipkan matanya, ia bahkan semakin dengan menciumi seluruh leher ku
Ricardo menarikku agar sejajar dengan nya, ia menatap ku dengan tatapan yang sungguh membuatku meleleh.
" Lihat aku" pinta Ricardo dan aku menggeleng kan kepalaku
" Lihat aku sayang" kata Ricardo sambil mendorong daguku agar aku melihat nya
"Aku akan mencintaimu sampai kapanpun dan kita akan menua bersama, bukankah ini sumpah dan juga janji ku??"
" Benarkah itu Rico???" tanyaku
__ADS_1
"hei..kau sama dengan Oma memanggil ku dengan sebutan Rico" kata Ricardo
" memang nya tidak boleh?? Apa itu tidak membuatmu senang, tiba tiba saja aku ingin memanggil mu dengan panggilan itu" kata Ricardo
" Tidak sama sekali tidak justru aku Senang sekali sayang" kata Ricardo sambil memelukku dengan erat
"Aku mencintaimu nona Okta Delanie jauh sebelum kau mengenalku, aku sangat mencintaimu..." Kata Ricardo dengan suara yang cukup bergetar, aku tahu ia sungguh sungguh mengucapkan kata cintanya padaku
" Jangan berhenti mencintaiku Rico....kau harus terus mencintaiku mas" kataku
" Tidak.... tidak akan pernah berhenti"
Setelah itu aku dan Ricardo larut dalam sebuah ciuman yang indah, bibir Ricardo yang beraroma menthol membuat ku semakin sulit melepaskan ciuman maut yang di buat Ricardo
Ciuman itu berakhir ketika Bi Jida memanggil dan mengatakan bahwa ada seseorang sedang menunggu nya di luar.
" Ehemmm menganggu saja apa dia tidak tahu bahwa aku sedang menciummu" gerutu Ricardo membuat ku sedikit tertawa, sungguh lucu ekspresi kecewa Ricardo membuatku sedikit geli.
" Kita bisa melakukan nya nanti malam Rico, segera lah kembali untuk menikmati malam yang panjang" kataku dengan nada menggoda
" Benarkah?? Apa sebaiknya aku libur saja sayang??"
" Tidak, aku ingin kau tetap bekerja dan bonus nya akan kau dapatkan nanti malam" kataku sambil mendorong tubuh Ricardo ke arah pintu
__ADS_1
" Baiklah terserah kau saja pokoknya malam ini kau harus menepati janjimu" kata Ricardo sebelum ia menghilang di balik pintu