
Beberapa bulan menjalani hidup menjalani hidup sebagai pasangan suami-istri yang sempurna semakin hari aku semakin Bucin saja pada Ricardo. Ada saja hal hal yang selalu membuat ku tersanjung.
Setiap pagi Ricardo selalu mencium kening ku dan mengatakan "Aku mencintai mu sayang". Walaupun hanya kata kata itu mampu membuat ku selalu tersenyum dan merasa sangat dicintai apalagi ia selalu memprioritaskan aku dibandingkan yang lain
" Aku ingin dirumah saja sayang" pinta Ricardo
" Tidak.... bukankah hari ini kau ada yang sangat penting?? jangan sampai aku menghukum mu ya??" Kataku pada Ricardo yang masih saja memelukku erat di tempat tidur
" Kau akan melakukan apa sayang? aku akan senang saja jika kau menghukum ku apalagi seperti caraku" kata Ricardo
" Baiklah aku akan tidur di kamar sebelah selama satu Minggu dan kau tidak boleh lagi..."
Belum selesai aku mengucapkan kata kata k Ricardo langsung bangun dan segera menuju kamar mandi tapi ia langsung terhenti dan menatap ku
Ia kemudian kembali sambil mencium keningku dan mengatakan bahwa dia sangat mencintai ku. Aku hanya bisa menggelengkan kepala ku sambil tersenyum menatap nya.
" Aku tunggu di bawah ya sayang" kataku sambil turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan untuk kami
Perlahan lahan aku memang mengubah diriku menjadi istri yang sesungguhnya untuk Ricardo.Aku mulai membiasakan diri untuk menyiapkan segala sesuatu untuk Ricardo, mulai dari pakaian sarapan dan selalu menunggu nya pulang.
Aku mulai terbiasa dan merasa sangat nyaman apalagi perhatian dan cinta Ricardo yang semakin besar untukku. Hanya saja sampai saat ini aku masih belum bisa memberikan buah cinta untuk Ricardo tapi Ricardo tidak pernah membahas nya, ia terkesan sangat santai dan menikmati masa masa berdua.
" Bagaimana kalau kita Honey moon sayang" kata Ricardo ketika kami berdua sarapan berdua.
"Honeymoon?? Sepertinya menyenangkan juga tapi bukankah kau banyak pekerjaan?? takutnya itu akan mengganggu kinerja mu" kataku
" Aku akan mencari waktu yang tepat mungkin akhir bulan depan kita bisa pergi aku akan menyuruh asisten Kevin menyiapkan semua rencana Honey moon kita"
" Terserah kamu saja" kataku sambil tersenyum
Ricardo begitu bersemangat ketika aku menyetujui nya, dia berjanji akan membuat honeymoon yang menyenangkan dan akan menjadi sejarah dalam perjalanan cinta kami.
" Cuppp"
__ADS_1
Ricardo tidak berhenti mencium seluruh wajahku hingga ******* bibirku beberapa kali sebelum ia pergi bekerja.
" Ya ampun sayang cepatlah pergi atau kau akan benar benar terlambat" kata Ku sambil mendorong sedikit dada Ricardo yang masih saja ingin menempel denganku.
" Cium aku sekali lagi... please" kata Ricardo memohon.
"Cuppp" Aku langsung mencium bibir Ricardo sekilas tapi malah Ricardo menahanku dengan pelukan nya dan malah kembali ******* bibirku.
" Inilah alasan Mengapa aku tidak bisa pergi, kau bagaikan magnet yang selalu menarik diriku hingga aku tidak berdaya jika jauh darimu"
" Hentikan bualan mu tuan atau aku akan benar benar menghukum mu" kataku sambil merapikan dasi Ricardo dan memberikan tas kerja nya.
" Pergilah" kataku sambil mendorong Ricardo hingga ia akhirnya pergi sambil mengedipkan matanya
Setelah Ricardo pergi lagi lagi aku harus menerima godaan Bi jida yang selalu membuat ku malu, Seperti pagi dia sengaja menyanyikan lagu kuch kuch hota hai di depanku.
" Ada apa si Bi jangan menggodaku terus deh"kataku sambil menikmati teh hangat yang masih tersisa di cangkir milikku.
" Tidak hanya saja ruangan ini selalu saja panas di pagi hari" kata Bi Jida lagi
Siang itu aku meminta Bu Jida untuk memasak Lele goreng untuk Ricardo, rencana nya aku mau makan siang di kantor bersama dengan Ricardo.
" Nona yakin mau makan Lele??" Tanya Bi Jida
" Tidak ini untuk mas Ricardo dan aku mau dibuatin tumis cumi pedas dan kangkung tauco saja ya Bi. Satu lagi tolong masaknya terpisah karena aku mau makan siang dengan mas Ricardo nanti"
" Kuch....kuch...Hota hai..." kata Bi Jida lagi menggodaku
" Apaan sih Bi jangan bercanda terus deh" Kataku mulai kesal.
" Ya ampun non aku hanya bercanda saja, Bibi kan hanya bernyanyi" kata Bi Jida santai.
Akhirnya di tengah hari makanan Bi Jida sudah selesai aku sengaja tidak membantu nya kerena tidak bisa mencium wangi Lele yang digoreng, aku akan muntah jika sampai menciumnya.
__ADS_1
" Sudah selesai ini untuk Tuan dan untuk anda" kata Bi Jida sambil menunjuk dua rantang yang terpisah
" Terimakasih ya Bi" kataku sambil mengambil rantang itu dan bergegas menuju kantor Ricardo
Begitu sampai aku langsung disambut hangat oleh para karyawan dan mereka menyapa ku dengan sopan. Aku hanya mengangguk kepalaku kepada para karyawan yang berada di kantor itu sambil terus menuju ruangan Ricardo yang berada di lantai dua.
" Dia pasti senang jika aku datang""
Akhirnya aku sampai didepan ruangan Ricardo dan tidak sengaja aku mendengar percakapan antara Ricardo dan asisten nya.
" Bagaimana kalau Turki saja bos itu jadi tempat yang tepat untuk bulan madu, tempat itu berbeda dan sedang populer sebagai destinasi wisata saat ini"
" Aku tanya Delanie saja dulu takut nya dia di setuju aku ingin sebuah tempat yang identik dengan tarian. kau tau sendiri dia menyukai hal hal yang berhubungan dengan itu"
Sungguh aku sangat terharu mendengar perkataan Ricardo hatiku langsung saja meleleh karena perhatian dan cinta Ricardo yang begitu besar padaku.
Tiba tiba saja aku takut kehilangan lelaki yang menjadi kan aku taruhan ini. Semakin kuat aku ingin menolak sekuat itu juga rasa cinta muncul di hatiku.
" Bagaimana dengan perawat Nur Apa dia baik baik saja??" Tanya Asisten Kevin tiba tiba, dan aku sangat terkejut mendengar itu
" Jangan bicara kan wanita itu lagi aku sudah bahagia dengan kehidupan ku"
Seketika rasa penasaran muncul di benakku apa yang terjadi antara perawat Nur dan juga Ricardo. Sayangnya aku tidak menemukan jawaban karena akhirnya Asisten Kevin keluar dan terkejut saat melihat ku yang berdiri di bibir pintu.
" Baru saja aku akan mengetuk nya" kataku pura pura baru saja sampai
" Selamat siang nyonya"kata Kevin sambil menundukkan kepalanya
" Mas Ricardo ada??" Tanyaku pura pura lagi dan Kevin langsung mengangguk sambil mempersilahkan aku masuk kedalam sementara ia pergi ke ruangan nya lagi.
Benar saja begitu aku datang Ricardo senang bukan kepalang, ia langsung menghampiri ku dan mencium kening dan juga bibirku.
" Aku bawakan makan siang untukmu mas entah kenapa aku ingin makan siang dengan mu" kataku sambil tersenyum
__ADS_1
Aku berusaha untuk bersikap manis di hadapan Ricardo walaupun hatiku merasa tidak nyaman mendengar percakapan tadi.