Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Morning Sick


__ADS_3

" U....ek....uekkkkk"


Aku tiba tiba saja muntah di pagi ini, aku merasakan mual yang luar biasa hingga aku tidak bisa menahan diriku untuk segera berlari ke kamar mandi dan memuntahkan seluruh isi perutku.


Rasanya benar-benar tidak enak tapi setelah aku memuntahkan semuanya barulah aku merasa sedikit lega.


" Sayang kamu kenapa??" Tiba tiba saja Ricardo sudah ada di belakang ku


" A...ku muntah muntah mas, rasanya badanku lemas sekali" kataku sambil menyenderkan tubuh ku di dada Ricardo.


" Kita ke rumah sakit ya??" Kata Ricardo namun aku menggeleng kan kepala ku


" Aku mau tidur lagi mas" kataku


Langsung saja Ricardo menggendong tubuhku masuk ke ranjang dan membaringkan aku. Ia mengambil minyak kayu putih dan menggosok nya diseputaran kepala, leher dan juga kakiku.


" Sebaiknya kita ke dokter Obgyn sayang wajahmu Sangat pucat" kata Ricardo membujuk sambil memijat kakiku.


" Nanti saja ya mas, ini adalah hal yang biasa terjadi pada wanita hamil apalagi pada semester pertama" kataku menjelaskan agar rasa khawatir Ricardo sedikit berkurang.


" Tapi setidaknya aku harus minum obat agar mengurangi rasa mual yang kau rasakan. Ayolah sayang..." kata Ricardo membuat ku tidak tega untuk menolak permintaan nya apalagi selama kehamilan ini aku tidak pernah kontrol.


Bukannya tidak mau tapi masalah yang masih membelit rumah tangga ku cukup menyita waktu dan cukup membuat ku stress.


" Baiklah tapi biarkan aku tidur sebentar ya, aku merasa ngantuk yang luar biasa"

__ADS_1


" Baiklah sekarang tidurlah di pelukan ku"


Ricardo segera merentang kan tangannya untuk menyambut ku dan aku pun segera terlelap dalam dekapan lelaki yang paling aku sayangi. Entah kenapa aku semakin suka saja dengan wangi tubuh Ricardo, aku hanya bisa tidur jika dia memelukku.


Jam sembilan pagi kami sudah ada diruangan seorang dokter muda yang cukup cantik dia adalah dokter Frica salah satu dokter kandungan terbaik dan paling termuda di rumah sakit itu.


Ricardo sudah mengenal dokter itu beberapa tahun lalu, dia jugalah yang menangani Nur selama kehamilan nya. Tapi melihat dokter yang muda yang begitu cantik dan juga ramah kepada Ricardo. Mereka kelihatan sangat akrab sehingga membuat ku sedikit cemburu.


Dokter itu membawa ku ruang USG untuk melihat bagaimana janin yang berkembang dalam rahimku.


" Usianya sudah menginjak 8 Minggu dan sudah ada detak jantung nya." kata dokter menjelaskan, ia juga menjelaskan beberapa hal lain dan mengatakan bahwa semuanya baik baik saja.


Ricardo terus menatap layar monitor itu dan tanpa disadari nya ia sampai meneteskan airmata sambil terus memandangi ku.


Aku semakin cemburu saja ketika Dokter itu menyebutkan Ricardo dengan sebuah kakak, rasa cemburuku hampir saja meledak hingga membuat ku hanya diam dan sedikit tersenyum.


Setelah menerima resep dokter Frica aku segera mengajak Ricardo untuk kembali dengan wajah yang tidak menyenangkan.


" Ada apa sih sayang?? Apa aku berbuat kesalahan??" Tanya Ricardo ketika kami sudah berada di mobil


" Iya kau membuatku sangat kesal mas, aku tau sekarang Mengapa kau mendesakku untuk periksa kandungan"


" Memang nya kenapa sayang?? Bukankah itu kewajiban kita?"


" Sudahlah kau hanya ingin bertemu dokter cantik dan muda itu kan??" Kata ku

__ADS_1


Seketika Ricardo langsung tertawa lepas sampai ia terpingkal pingkal hingga membuat ku semakin kesal.


" Kau cemburu ya sayang??" Tanya Ricardo yang tidak berhenti tertawa


"Apakah itu lelucon bagimu, aku akan benar benar marah jika kau tertawa lagi" kataku mengancam dan langsung saja Ricardo Langsung terdiam.


" Kau sangat cantik jika cemburu begitu ,aku sangat suka" kata Ricardo yang kemudian menghentikan mobil nya di pinggir jalan


" Kenapa??" tanyaku dengan tatapan tajam tapi saat itu Ricardo langsung menarik kepalaku dan langsung mencium bibir ku di dalam mobil.


" Aku hanya mencintai mu Delanie...hanya kamu sayang..." kata Ricardo sambil mengelus bibirku yang sudah diciumnya.


Ia kembali mendekat dan mencium bibir ku berkali kali sambil mengatakan bahwa aku adalah satu-satunya wanita yang ia cintai.


" Jangan pernah membandingkan kau dengan wanita lain ya, tapi aku senang jika kau cemburu itu artinya kau sangat mencintai ku" Kata Ricardo dengan senyuman kemenangan


" Dokter itu adalah teman ku mulai dari kecil, dia teman sewaktu kamu SD dan kami kembali bertemu setelah ia menjalankan tugas sebagai dokter di kota ini"


" Tapi sepertinya kalian begitu dekat" protes ku


" Ya ampun sayang namanya juga teman satu kampung dan satu sekolah, dia juga sudah memiliki kekasih di kota ini , lelaki itu adalah pejabat dalam pemerintahan" Kata Ricardo menjelaskan


" Benarkah?? Tapi aku tidak cemburu kok" kataku membuat Ricardo tertawa lagi, ia pun mencubit hidung ku dengan lembut


" Baiklah aku tahu... cintaku lebih besar daripada cintamu padaku"

__ADS_1


__ADS_2