Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Mencoba berdamai


__ADS_3

Sudah 3 hari aku berada di kediaman keluarga ku, tidak ada respon ataupun tindakan yang dilakukan oleh Zio padaku. Aku sungguh dongkol dengan sikap Zio yang begitu cuek bagaimanapun juga aku adalah Nyonya Zacheri yang sah secara agama dan hukum.


Aku gelisah selama 3 hari ini, aku selalu mencari tempat tempat pelampiasan dan pada hari ini aku tidak bisa menahan hatiku.


" Kembalilah Nona Delanie tidak baik mendiamkan masalah seperti ini, mencoba mengalah bukan berarti kalah" kata Bi Jida


" Bagaimana mungkin Bi, sepertinya aku tidak diterima lagi di rumah itu" kataku


" Jadi apala seperti ini lebih baik??" tanya Bi Jida sambil menaikkan alisnya, ia tahu aku tidak menginginkan hal seperti ini.


"Jangan membohongi diri sendiri Bibi yakin situasi seperti ini sudah jauh lebih dingin dari pada sebelumnya"


Antara iya dan tidak aku juga masih sangat bingung apa langkah yang harus kulakukan. Di satu sisi apa Yang dikatakan oleh BI Jida memang Benar tapi disisi lain aku adalah wanita yang harus menjaga harga diriku.


"Jika satu api maka satu lagi harus menjadi air percaya lah tidak ada pengorbanan yang sia sia"


Bi Jida memberikan aku semangat hingga akhirnya aku mau kembali ke kediaman Keluarga Zacheri. Aku harus menyelesaikan masalah ku tidak mungkin aku terus menerus dalam keadaan yang menurutku menggantung.


Langkahku masih bergetar begitu menginjakkan rumah yang begitu luas dan mewah itu. Hari itu adalah hari Minggu dan aku yakin Zio dan Yuna ada dalam rumah.


Suasana begitu hening dan sepi, hanya ada penjaga pintu yang tentu saja memperbolehkan aku masuk.Aku masuk begitu saja tanpa mengucapkan salam karena aku masih sangat gugup.


Begitu sampai di meja dapur langsung saja Bi Mina memelukku sampai sampai ia berteriak kegirangan karena kepulangan ku.


" Syutttt jangan keras keras Bi nanti Yuna dan Zio terbangun"


Baru saja aku menyebut kan namanya mereka tiba tiba saja sudah muncul di hadapan ku. Aku tersenyum pahit melihat mereka tapi wajah kemarahan sudah mulai berkurang.

__ADS_1


" Se.... selamat pagi Yuna" kataku sambil berusaha menahan nafas ku


" Untuk apa kakak datang lagi???" tanya Yuna dengan sinis


Rupanya kemarahan di hati Yuna belum selesai


" Yuna kakak minta maaf tapi aku dan Ben sudah selesai" kataku mencoba menjelaskan


" Cih.... sudah lah kak aku tidak ingin berdebat lagi"


Yuna memilih pergi dan meninggalkan aku dan Zio.


" Tuan..."Kataku dengan wajah memelas


" Ikut aku" kata Zio


" Duduklah" perintah Zio lagi dan akupun menuruti perintah Zio


" Tu...a..."


" Jangan menjelaskan apa apa lagi Delanie aku tidak ingin mendengar apa apa dari mulut manismu itu. Kau lihat saja apa yang terjadi dengan adik satu satuku"


" Aku sudah jelas kan bahwa aku tidak memiliki hubungan dengan Ben. Apa aku harus bersumpah di hadapan mu??" kataku mencoba menjelaskan lagi.


" Cukup...aku tidak bisa menerima perlakuan mu" kata Zio


" Oh....kau hanya pandai menilai ku saja Zio, apa kau tidak Sadar kau pun hidup dalam bayangan masa lalu, dalam bayangan Zea mantan kekasih mu itu"

__ADS_1


" CUKUP....." kata Zio dengan teriakan yang paling keras


" Kenapa? apa kau terlalu benar??" kataku semakin berani


"Hentikan atau kau akan menyesal!!!" kata Zio lagi


" Aku tidak perduli lagi Zio terserah kamu kalau tidak percaya" kataku


Zio kemudian membuka lemari dan mengeluarkan sebuah koper yang sangat besar.


"Ini semua barang barang mu, sepertinya kita akan berpisah untuk sementara waktu"


Aku terdiam dengan tatapan tidak percaya aku terkesima melihat semua barang barang ku tidak ada lagi di dalam lemari.


" Zio..... secepat inikah??" tanyaku dengan suara serak, aku tidak ingin hubungan ini berakhir.


" Bukankah ini yang kau inginkan??"


Zio meninggal kan ku begitu saja walaupun aku berteriak memanggil namanya tetap saja ia tidak menghiraukan ku.


" Egois.... dasar lelaki egois"


Aku terduduk di ranjang Zio sambil menatap seluruh isi kamar. Kamar ini adalah saksi kedekatan aku dan Zio yang hampir saja terjalin. Kami pernah melewati masa masa indah saat dia berusaha melakukan pendekatan dengan ku


" Berhenti lah menangis Delanie" kataku sambil menarik koper yang berisi barang barang ku


Aku mencoba tegar walaupun hatiku sangat hancur berkeping keping.

__ADS_1


__ADS_2