Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Istri dan suami yang sesungguhnya


__ADS_3

" Aku ingin nge bakso sama kamu" kataku sambil menatap Ricardo


" Oh ya?? Sekarang??" tanya Ricardo antusias


" Tidak kalau bisa sih tahun depan" kataku semakin bercanda


" Kalau begitu ayo" Kata Ricardo sambil melepaskan jas nya dan meletakkan nya begitu saja


Tiba tiba saja timbul niatku untuk menggoda Ricardo di dalam ruangan, aku mendekat seperti wanita penggoda.


"Kamu yakin mau meninggalkan kantor??"Tanyaku sambil memainkan tanganku di dada Ricardo


Ricardo langsung menghentikan tanganku dan mencium nya berulang kali. Ternyata aku telah salah aku telah membangunkan singa yang tidur. Kini bulu kudukku merinding ketika melihat tatapan nakal Ricardo ditambah senyuman nakalnya yang membuatku semakin gelisah.


Aku ingin menjauh tapi tubuhku sudah dikunci Ricardo dengan erat, ia memelukku hingga aku kesulitan dalam bernafas.


" Ki....kita pergi sekarang saja" kataku mencoba mengalihkan perhatian Ricardo tapi sepertinya sia sia, ia sudah seperti singa yang siap menerkam mangsanya.


Tanpa banyak tanya Ricardo langsung menyambar bibirku tapi ia melakukan dengan lembut, ia menuntun ku agar melingkar kan tanganku di lehernya.


" Sial" Umpatku dalam hati, aku telah membuat kesalahan hingga aku harus menerima hukuman yang sebenarnya menyenangkan.


Ricardo ternyata cukup lihai dalam hal berciuman, ia tidak terburu-buru tapi melakukan nya dengan lembut dan sepertinya menggunakan hati.


Aku adalah wanita normal aku akhirnya terbawa arus permainan dan Ricardo, hingga aku tidak menyadari kami sudah berciuman selama hampir 10 menit.


Aku ingin sekali menghentikan nya tapi Ricardo begitu pandai untuk tidak mengehentikan nya. Bukan nya malah berhenti tapi aku justru merasa aku jatuh dalam pusara yang begitu indah hingga aku sulit untuk kembali sadar.


" Hentikan" kataku dengan pelan sambil melepaskan ciuman maut Ricardo


" Kau sudah memancing ku dan kau harus menerima hukuman" kata Ricardo yang kembali mencium ku


Anehnya tidak ada penolakan yang bisa aku lakukan aku terlena hingga aku bisa menyadari bahwa Ricardo sudah menuntut hal yang lebih besar.


Hampir saja t shirt atasanku terlepas dan aku hampir lepas kontrol, untungnya aku segera menyadari dan menghentikan hal konyol ini.

__ADS_1


"Aku sudah lapar dan aku rasa hukuman itu sudah lebih dari cukup" kataku sambil menjauh dari Ricardo


Ricardo terdiam dan ia juga merapikan kemejanya yang kusut kerena ulahku. Ricardo mendekat dan memelukku dari belakang, lagi lagi aku tidak bisa menolak nya.


" Jangan membuat batas diantara kita Nyonyaku, aku tau kau menginginkan hal yang sama"


Aku segera berbalik dan menatap Ricardo lagi


" Menginginkan apa?? A...ku sama sekali tidak menginginkan itu"kataku


" Dengar ya....hal itu adalah hal sangat wajar kita lakukan bahkan kita sudah melakukan hal itu di malam pertama kita"


" A....aku takut jika kau salah menilai ku dan aku sangat takut jika harus kecewa lagi"


Akhirnya aku bisa mengungkapkan perasaan gelisah ku kepada Ricardo.


" Aku tidak mengerti" kata Ricardo


"Aku takut jika kau menganggap ku perempuan murahan"


Segera Ricardo memeluk ku lagi


"Benarkah??" Tanyaku dengan tidak percaya


Ricardo mengangguk dan itu cukup melegakan hatiku,


" Baiklah kalau begitu kita pergi makan bakso ya aku sudah lapar" kataku


Akhirnya Ricardo membawaku ke salah satu warung bakso yang ada di pinggiran jalan. Walaupun berada di pinggiran tapi warung Bakso itu cukup ramai dan juga besar.


" Kau suka kesini ya??"


" Ya sejak jaman sekolah dulu" kata Ricardo


Akhirnya pesanan kami datang juga Ricardo memesan bakso dengan kuah taican yang cukup menggoda dan membuat hidung seketika menyeruak dengan aroma pedasnya.

__ADS_1


" Kau yakin mau makan Yang pedas??"


" Memang nya kenapa apa kau mau juga??" Tanya Ricardo


" Aku memiliki masalah lambung tuan lagipula aku ingin menikmati rasa original nya"'


Aku mulai menyantap bakso yang cukup banyak itu, ternyata rasanya begitu pas di lidahku. Rasa gurih yang tidak berlebih sangat cocok dengan baksonya.


" Mau coba dong"kata Ricardo yang ingin mencicipi baksoku


Akupun memberikan sebuah bakso dari mangkukku untuk Ricardo. Di tempat itu kami bak pasangan kekasih yang cukup romantis apalagi beberapa kali Ricardo meminta ku untuk menyuapinya.


Lelaki ini ternyata cukup pandai dalam memanfaatkan kesempatan bahkan saat kami kembali ke rumah Ricardo masih mencoba menggodaku.


" Malam ini saja kau tidur bersama ku Nyonyaku, aku benar benar butuh teman" kata Ricardo memohon


" Tidak...aku tidak ingin"kataku bersikeras, bisa bisa jika itu terjadi kami bisa kelepasan.


" Ayolah hanya malam ini " pinta Ricardo


" Tidak..."


Tapi penolakan itu tidak berguna karena tiba tiba saja tubuh ku diangkat Ricardo dan dibawanya ke dalam kamar nya.


" Apa yang kau lakukan" kataku sambil meronta


" Kau adalah istriku dan aku menginginkan mu tidur bersama ku" kata Ricardo sambil menurunkan aku di ranjang nya


" Ka....u...Kau sudah melanggar kesepakatan" kataku dengan nada marah'


" Ijinkan aku memiliki mu Delanie. .. ijinkan aku memiliki mu seutuhnya"kata Ricardo memohon


Aku terpana dengan permintaan Ricardo aku teringat akan permintaan ku pada Zio yang ingin menjadi istri sesungguhnya.


" Apa kau serius??" Tanyaku sambil menatap Ricardo yang berlutut di bawah ranjang, rasanya aku terlalu jahat jika menolak permintaan lelaki yang sudah menjadi suamiku

__ADS_1


" Sangat....aku ingin menjadi suami seutuhnya dan kau jadi istri seutuhnya untukku. Aku tidak ingin ada sandiwara sayang"


Aku terdiam dan memikirkan apa kah aku harus setuju dengan permintaan Ricardo, aku terdiam karena aku masih dilema dengan masa lalu yang telah membuat ku trauma dengan kata Cinta.


__ADS_2