Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Kejutan dari Ben


__ADS_3

Beberapa hari dengan latihan keras akhirnya malam ini kami akan mengadakan kontes, kali pertama setelah aku mengikuti kelas di kelas yang cukup ternama Ballet Scholl


"Terimakasih saya akan menunggu penampilan terbaik kalian malam nanti" kata Mrs Winnie diikuti oleh sambutan tepuk tangan dari kami.


Bertema Romeo and Juliet aku berhasil menjadi penari latar yang akan terus muncul untuk mendampingi pemain utama.


Semua penari pasti menginginkan peran Juliet tapi untuk itu pasti butuh proses dan kepercayaan.


" Ben akan datang kan??" Tiba tiba saja Verl berceletuk, seperti wanita yang satu ini gemar menanyakan Ben padaku.


" Tidak" kataku singkat, aku tidak ingin Verl tahu masalah pribadinya apalagi menyangkut Ben


" Mengapa??" tanya Verl


"'Aku tidak bisa menjelaskan nya Verl" kataku sambil menatap Verl, aku mulai menaruh curiga bahwa Verl juga tertarik padanya.


" Apa kalian bertengkar??" tanya Verl membuat emosi ku ingin meledak


" Apa kau ingin bertemu Ben?" tanyaku dengan tatapan kesal dan aku lihat Verl menjadi salah tingkah dan memilih untuk pergi


" Sepertinya dugaanku benar" kataku sambil menatap Verl yang pergi


Semua Belerina tampak sibuk dengan penampilan masing masing, semua segera bersiap karena pentas akan dimulai dalam satu jam lagi


Mrs Winnie adalah orang yang paling sibuk karena tidak ada persiapan yang luput dari perhatian nya.


" Semua harus sempurna" kata Mrs Winnie sambil melihat semua persiapan kami


" Good Delanie lakukan dengan baik malam ini" kata Mrs Winnie sambil berlalu pergi


Lebih-lebih dari 20 penari akhirnya sudah siap untuk memulai perjalanan malam ini, dengan mengusung tema klasik tirai yang membatalkan penonton akhirnya dibuka dan satu persatu kami pun mengisi panggung yang sudah penuh dengan penonton.


Aku bahagia dan merasa berhasil melakukan nya, aku berhasil tampil di depan orang orang yang tidak mengenal status dan diriku.


" Aku hanya akan dikenal dengan penari terbaik"

__ADS_1


Aku memandang ke arah depan dan melihat para penonton yang hadir untuk menyaksikan tarian ini. Ternyata begitu banyak peminat karena tidak ada satu kursi yang kosong.


Kusapu pandangan ku seluruh arah dan pada saat aku menoleh ke arah kanan, aku melihat sosok yang begitu aku kenal.


" Ya Tuhan Ben ada di sana" teriakku dalam hati, tanpa sadar aku tersenyum di sela sela tarianku.


Bak mengerti Ben melambaikannya tangannya ke arahku dan tentu saja hatiku bergetar ria.Aku semakin semangat menyelesaikan seluruh tarianku, aku merasa seperti seperti pemain utama yang menjadi pusat perhatian terlebih perhatian Ben


Semua performa kami berakhir dengan sempurna sesuai dengan keinginan Mrs Winnie, apalagi saat di akhir acara kamu mendapat standing official dari para penonton diiringi tepuk tangan yang sangat menggema.


" Kerja yang bagus Delanie, kamu akan dipertimbangkan di pertunjukan selanjutnya" kata Mrs Wennie setelah kami berada di belakang panggung.


Entah apa maksud perkataan dari Mrs Winnie tapi aku bahagia mendengar nya. Begitu keluar dari gedung, aku langsung dikejutkan oleh kehadiran Ben yang membawakan sebuket bunga aster kuning untukku.


Tanpa sadar aku langsung memeluk nya dan mengatakan kalau dia jahat.


" Berani beraninya kau mengacuhkan ku" kataku dengan nada kesal


" Aku ingin memberikan kejutan" kata Ben Sambil tersenyum


" Maaf" kata Ben


" Apa kau masih marah tuan mata biru?" tanyaku


" Bagaimana kalau kita cari tempat yang enak untuk mengobati sekaligus kita rayakan keberhasilan mu malam ini"


" Baiklah" kataku sambil menggandeng tangan Ben


Kami memilih tempat yang cukup bagus , sebuah cafe dengan suasana klasik di tepi danau membuat suasana cukup nyaman. Baru pertama kali Ben mengajakku kesana dan aku tidak menyangka ada tempat seindah di St lves.


" Kau sering kesini Ben??" tanyaku sambil memandang sekeliling, rasanya aku mencium udara baru yang menciptakan kenyamanan


" Tidak juga baru dua kali, aku menemukan tempat ini beberapa hari lalu" kata Ben


" Ini menyenangkan" kata Ku

__ADS_1


Ben pun memesan beberapa makanan serta minuman untuk kami, aku tau dia cukup ahli dalam memilih masakan yang enak. Kali ini Ben memesan tuna dan juga salad


" Apakah salad menu wajib??" tanyaku


" Kamu ingin yang lain?? karena hari ini kamu tampil memukau maka aku peroleh" kata Ben dengan bangga


" Jangan terlalu memuji aku bukan pemeran utama Ben"


" Tapi bagiku kau pemeran utama, aku bahagia larut dalam setiap gerakanmu"


" Cih.... dasar pembohong" Kataku


" Aku berjalan jujur Delanie aku rasa kau akan dipertimbangkan di penampilan berikut nya" kata Ben


" Wah ucapan mu sama dengan Mrs Winnie" Seruku tidak percaya, padahal aku merasa tidak terlalu melakukan hal yang membuat penonton menakjubkan


" Apa aku mengerti tentang Tari??" tanyaku penasaran


" tidak juga, aku hanya menilai secara kasat mata"


" Yahhhh"


Kamipun melanjutkan makan malam yang menurut ku cukup berkualitas, apalagi saat aku bisa memesan sepiring mie panas untuk membuat ku kenyang malam ini


" Jangan makan terlalu banyak, ini sudah malam dan kau akan menggendut" kata Be


" Tenang saja aku nanti minum teh herbal" kataku sambil terus menikmatinya Mie panas itu


" Ini enek sekali Ben, kamu cjba deh" kataku sambil memberikan sendok yang berisi Mie.


" Tidak aku tidak terlalu suka dengan Mie" kata Ben tapi ia malah memakannya.


" Aku sungguh lucu Ben".


Jangan lupa untuk like komen dan vote ya.....aku sangat mengharapkan dukungan dari kalian

__ADS_1


Love....u...allll....


__ADS_2