Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Wellcome Charles and Kate


__ADS_3

" Aku berangkat Dady"


Aku menoleh ke arah belakang sebelum aku masuk ke dalam pesawat,


" Aku ingin melihat mu Dady meskipun aku tau itu bukanlah hal yang mungkin"


Aku akhirnya berjalan menaiki anak tangga dengan sambutan pramugari yang sudah menunggu para penumpang di bibir pintu pesawat.


" Selamat datang semoga anda nyaman dengan penerbangan ini" kata pramugari itu dengan ramah, ia mempersilakan setiap penumpang untuk masuk ke dalam pesawat.


Aku berjalan menuju kelas ekonomi tapi saat sudah aku sudah menemukan nomor Kursi ku tiba tiba saja salah satu pramugari mengagetkan ku.


" Maaf nona Okta tiket anda berada di kelas bisnis, silahkan ikut saya" kata Pramugari itu Dena ramah


" Aku?? aku tidak membeli tiket kelas bisnis, lagipula aku lebih suka kelas ekonomi" kataku


" Tapi ini perintah dari tuan Okta ayah anda sendiri dan aku tidak ingin mendapatkan masalah"


Aku menatap pramugari itu dengan seksama, begitu cantik dan mempesona.


" Apa jangan-jangan Anda salah satunya??" tanyaku dengan pandangan mengintimidasi


" Maksud anda nona?? aku hanya menjalankan perintah saja, kalau tidak bisa bisa Tuan Okta akan menarik saham dari penerbangan ini" kata pramugari itu memberikan penjelasan


" Itu bukan urusan ku, aku ingin disini" kataku bersikeras


" Aku mohon nona atau setidaknya anda bisa duduk disana sebentar, aku hanya ingin mengambil gambar nya saja sebagai bukti pada tuan Okta kalau anda mendapatkan pelayanan yang terbaik" kata Pramugari itu memberikan penawaran


" Baiklah" Kataku akhirnya, aku juga tidak tega melihat pramugari itu akan kehilangan pekerjaannya hanya kerena aku


Akhirnya aku tetap memilih kelas ekonomi walaupun sebagian besar orang akan menganggap diriku bodoh.


" Ternyata Dady memberikan perhatian dengan bentuk seperti ini" pikirku dalam hati


" Aku ingin Dady sendiri yang mengatakan nya, aku ingin seperti itu" tuntut ku dalam hati


Baru satu jam di dalam pesawat pramugari tadi kembali menghampiri ku.


" Apakah nona Okta menginginkan sesuatu?? apakah anda butuh minum atau makan??"


Begitu pertanyaan yang diberikan oleh pramugari itu hingga aku bingung mau jawab yang mana


" Tidak usah, aku belum lapar" kataku sambil menatap ke arah luar jendela


" Bagaimana kalau secangkir teh atau mungkin yang lain" tanya pramugari itu

__ADS_1


Seorang wanita muda yang duduk disampingku sepertinya juga sudah mulai risih dengan tawaran yang diberikan oleh pramugari itu.


" Baiklah terserah anda saja dan juga buatkan untuk dia" kataku sambil menunjuk wanita muda yang ada di sebelah ku, aku tidak ingin menjadi pusat perhatian sendiri


" Baiklah"


Dengan cepat pramugari itu segera datang dan membawa kan dua cup green yea untuk kami berdua.


" Aku Reyna"Kata wanita itu memulai perkenalan


" Delanie" kataku sambil menyeruput teh hijau yang sudah dibawakan oleh pramugari itu


" Sepertinya anda orang yang berpengaruh" kata Wanita yang bernama Reyna itu


" Tidak juga" kataku sedikit acuh, bahkan di dalam pesawat seperti itu aku juga merasakan hal itu.


"Tapi aku bisa melihat nya dan aku yakin jika anda bukanlah orang sembarangan"


Aku hanya tersenyum miris dan memilih untuk tidur sebelum transit ke pesawat selanjutnya.


 


Hampir 20 jam melakukan perjalanan darat dan juga udara akhirnya aku sampai dikota terbaik di Inggris yaitu London.


" Fuhhhhhh"


Rasanua lega setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang, aku menyalakan ponselku untuk melihat jam yang tertera di layar nya.


" Hampir pukul 3 pagi,"kataku


Aku memandang ke sekeliling kamar yang sudah aku booking beberapa hari lalu, nuansa gold dan kesan mewah begitu terasa di hotel ini.


" Cukup bagi untuk baget 13 juta permalam" kataku pada diri sendiri


Aku memilih salah satu hotel terbaik di London Mandarin oriental Hyde Park salah satu hotel terbaik yang berada di Knightsbridge London ( Inggris raya).


Selain mendapatkan informasi di google aku pernah mendengar para teman menariku tentang liburan di hotel ini.


Selain fasilitas yang begitu lengkap hotel ini juga dilengkapi dengan Harods yang ikonik dan juga museum Victoria dan Albert yang begitu terkenal


Aku kemudian beranjak dan membuka tirai untuk melihat kesekeliling kota yang menakjubkan ini


Pengalaman pertama ku untuk melakukan perjalanan sendiri, biasa nya aku akan pergi berlibur dengan Mommy dan Dady disaat aku masih remaja dan perjalanan di Paris adalah perjalanan terakhir ku.


Akupun sudah hampir melupakan liburan itu karena pada saat itu aku masih duduk di bangku sekolah dasar.

__ADS_1


" Seandainya mommy masih hidup" kataku sambil menatap indahnya pemandangan kota London di malam hari


Aku kemudian kemudian beranjak dan mengambil handuk baru yang disediakan oleh pihak hotel


" Aku tidak akan tertidur jika aku tidak mandi"


Walaupun suhunya sudah termasuk dingin aku tetap harus mandi, aku merasa tubuhku terasa berat sehingga aku butuh penyegaran.


Aku kemudian menyalakan kran air panas karena aku tahu aku akan flu jika sampai mandi air dingin di suhu seperti ini.


" Ini nyaman sekali " kataku sambil mengusap kepalanya ku dengan shampo beraroma mawar


Rasanya begitu menenangkan hingga aku ingin tertidur di dalam bath up yang terasa hangat dan nyaman


Satu jama aku berendam aku pun langsung keluar sebelum aku terlalu terlena salah kehangatan yang bisa membuat ku sakit selama beberapa hari.


Aku kemudian memakai handuk Kimono dan segera mengering rambut ku


" Seharusnya aku tidak keramas di suhu dan waktu seperti ini" kata ku sambil menggigil, setelah keluar dari air hangat dingin segera menyergap tubuhku.


Aku kemudian memakai piyama tidur dan segera menarik selimut besar untuk menutupi tubuhku.


Aku kemudian memencet tombol penghangat agar aku bisa segera beristirahat. Benar saja tidak butuh waktu lama aku kemudian terlelap dengan mimpi mimpiku.


Aku tidak begitu nyaman dengan bau lavender yang sangat aku sukai.


" Selamat malam London, sampai bertemu di pagi eh... mungkin siang hari"


 


Rasanya tubuhku begitu berat untuk bangun tapi karena cacing di perutku seolah oleh demo aku terpaksa bangun untuk membuat nya tenang.


Aku kemudian bangun dengan rambut yang tergerai dengan berantakan. Aku kemudian mengambil karet rambut dan menjepol rambutku begitu saja.


" oehemmmmm" Aku menguap begitu lebar, aku kemudian membuka gorden kamarku dan melihat matahari yang ternyata sudah meninggi.


" Sudah hampir tengah hari pantas saja aku kelaparan" kataku sambil memegang perutku


Aku kemudian kemudian duduk di ranjang dan menekan nomor dengan telepon yang ada di nakas yang berada di samping kamarku.


" I want to steak dan a cup of hot chocholate to be delivered to room 317"


Aku melakukan pesananku dalam bahasa Inggris Walaupun masih terdengar kaku tapi aku masih bisa melakukan komunikasi dengan cukup baik.


Jangan lupa untuk like komen dan follow novel ini ya

__ADS_1


__ADS_2