
Selama kembali ke Indonesia aku sama sekali tidak bisa keluar, hanya di rumah untuk menunggu perintah dari Zio.
Jadi hari ini aku memutuskan untuk bertemu dengan Celine dan juga Lin, dua orang yang begitu aku rindukan.
Aku bersiap siap setelah Dady pergi, aku tidak ingin Dady cerewet dan menyuruh ku hanya di rumahnya saja. Aku sudah siap dengan Hoodie biru langit, topi dan sepatu sniker
" Ahhhh ini benar benar nyaman"
Aku tidak perlu untuk cantik atau menjadi orang lain, aku teringat saat mengenakan gaun gaun mewah dan formal jika ingin bertemu dengan Zion
Bukan hanya itu aku harus memakai riasan, buku mata, eyeliner dan lainnya untuk membuka Zio terkesan. Sebenarnya aku tau Zio sama sekali tidak terkesan, dikerenakan dia sudah terbiasa dengan wanita wanita cantik yang mengelilingi nya
" Aku pergi Bi" kataku sambil melambaikan tangan pada Bi Jida
" Sarapan nya Non"
" Nanti saja..." kataku setengah berteriak
Aku sudah memesan ojek online karena sampai saat ini Dady masih memegang kunci mobilku, ia hanya akan memberi kannya jika aku memintanya.
Daripada ribet lebih baik baik naik ojek online saja. Pertama aku ingin bertemu dengan Lin, aku sudah membuat janji padanya dan kami akan bertindak di salah satu warung bubur ayam, tempat nongkrong kami di pagi hari.
Begitu sampai ternyata Lin sudah disana, ia melambaikan tangannya dan aku pun tersenyum. Lin memang orang yang selalu tepat waktu berbeda dengan ku yang selalu telat jika ada janji.
Aku memeluk Lin dengan sangat erat,
" Ah....Bau Lin teryata tidak berubah, wangi lembut rose tetap menjadi favoritnya
"Sepertinya kau kurusan Delanie" Kata Lin
" Benar kah??" kataku
"Apa jangan-jangan kau disuruh diet ketat oleh Tuan Zio itu" kata Lin menggoda
Lin memang mengetahui semuanya karena kami memang selalu berkomunikasi,bukan hanya Zio tentang Ben juga dia mengetahui nya.
" Berhenti membicarakan pria dingin itu" kataku dengan bibir manyun dan Lin hanya tertawa, iapun segera memesan dua mangkok bubur ayam dengan porsi jumbo.
__ADS_1
Begitu bubur panas itu datang air liur ku hampir menetes, sudah lama sekali rasanya aku tidak ingin memakannya.
" Wah.... seperti selera makanmu langsung berkembang setelah kembali dari Inggris" ledek Lin
" Jangan menggangguku, biarkan aku menikmati masa masa indah ini, karena aku tidak tahu apakah aku bisa menikmati nya atau tidak"
" Ya ampun Delanie, aku seolah ingin pergi ke tempat yang jauh. Kau hanya ingin menikah dan masih disini dengan kehidupan yang lebih baik tentunya"
" Bagaimana kalau kita bertukar tempat??"
Lin Dan Delanie sama sama tertawa, bertemu dan bercerita dengan Lin membuat Delanie sedikit terhibur.
" Aku ingin ke kelas tari sekarang apa kau mau ikut Lin??"
Wajah Lin seketika bersemu merah Delanie tahu bahwa Lin sedang jatuh cinta sekarang.
" Ya ampun aku sampai lupa?? apa kalian??" tanya Delanie
"Tidak Delanie ternyata dia lelaki yang payah"
" Apa?? sams lelaki yang payah padahal ia begitu berani mencium kening ku" kataku spontan
" Ha....ha....aku hanya bercanda Lin, lagipula kau tahu bahwa aku tidak pernah menyukainya" kataku sambil menepuk pundak Lin
" Kau memang beruntung Delanie begitu banyak pria yang menginginkan cinta dan perhatian darimu, termasuk Sams"
" Ohhhh...ayolah Lin itu kedengarannya menjijikkan, lagipula Sams tidak menaruh perhatian sejak Sams mengenal mu" kataku mencoba menghibur Lin
" Tapi sampai sekarang dia tidak menyatakan cinta, aku bingung Delanie"
" Kalau begitu aku akan menanyakan kebenaran nya" kataku
" Tidakkk jangan Delanie, aku pasti malu sekali" kata Lin
" Kamu tenang saja aku ahli dalam hal ini" kataku
Aku dan Lin berpisah karena siang ini ia akan mengajar kelas piano di salah satu sekolah swasta yang cukup terkenal.
__ADS_1
Aku pun Sampai di gedung Cleo Dancer tempat aku di besarkan dalam dunia tari, aku merindukan segalanya di tempat ini walaupun aku mengalami banyak tekanan.
Begitu sampai aku langsung menuju lantai dimana Cleo biasa melakukan latihan Tari, aku merasa berdosa karena telah mengingkari janjiku pada Cleo.
Aku teringat tatapan gadis kecil itu, ia sangat berharap aku menonton pentas tarinya tapi aku malah menyuruh Sams mengganti kan aku dan menyuruh Sams memberi kan hadiah coklat besar untuk nya.
" Delanie"
Suara Sama mengagetkan aku dengan semua lamunanku, aku menoleh ke arahnya. Ia melambaikan tangannya dan segera menghampiri ku
"Aku merindukan mu" Kata Sams langsung memeluk ku,
" Bagaimana keadaan mu??" tanya Sams lagi,
" Seperti yang terlihat" kata Ku sambil tersenyum
"Aku mencari Cleo" kataku, sejak tadi aku belum melihat Cleo di kelas tari
" Cleo??"
Wajah Sams langsung berubah drastis, kelihatan nya sesuatu yang buruk terjadi padanya.
" Di...dia sudah tiada" kata Sams dengan nada rendah
" A.... apa??"
Aku hampir tidak memiliki tenaga untuk menghadapi kenyataan yang ini,
" Tidak mungkin, sebelumnya dia baik baik saja" kataku
" Dia meninggal seminggu setelah mengadakan kontes terakhir nya dan ia juga menitipkan salam untukmu. Selama ini dia menderita Leukimia stadium lanjut dan itu membuat nya tidak bertahan"
" Ya Tuhan..."
Aku langsung terduduk lemas tidak terasa airmata ku mengalir dengan cepat,
" Cl...eoooo" kataku dengan lirih
__ADS_1
" Dia adalah anak yang hebat dia melakukan yang terbaik di sisa hidupnya Delanie, kita semua bangga padanya"
Jangan lupa like, komen dan juga Follow author ya.....