Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Hukuman Zio


__ADS_3

Akibat terlalu memikirkan Cleo aku sampai tidak menyadari kalau Zio melakukan panggilan beberapa kali ke ponselku. Aku terheran saat melihat ada 3 panggilan yang masuk dan aku tidak menjawab panggilan itu.


"/Habislah aku" Gerutuku dalam hati


Aku kemudian berusaha menenangkan diriku dan kembali melakukan panggilan pada Zio, semoga saja ia menjawabnya nya.


" Kamu darimana saja??"kata Zio langsung menanyaiku


" A....aku ada dirumah a...ku ketiduran" jawabku dengan sedikit gugup


" Kau mencoba membohongi ku ya.... katakan kau darimana??"


Kali ini suara Zio sedikit meninggi hingga membuat aku ketakutan dan juga gemetaran.


" Mengapa aku begitu takut pada lelaki ini?? apa dia memiliki hak atas seluruh hidupku??"


" Aku dari Cleo Dancer" kataku akhirnya, aku terpaksa mengakui kemana aku pergi.


"Oh...kamu belum mengetahui syarat untuk menjadi calon istriku"


" Syarat?? Aku tidak mengetahui nya" jawabku jujur


" Baiklah sepertinya Tuan Okta belum memberitahukan mu, ini adalah syarat sekaligus hukuman untukmu. Kau tidak boleh bersentuhan dengan yang namanya Tari, segala jenis tari apapun"


Sungguh....aku sangat kaget mendengar nya, aku tidak bisa terima jika aku harus berpisah dengan belahan jiwaku. Tari sudah seperti jiwa yang melekat dalam hidupku, belasan tahun aku hidup dan meluangkan segala perasaan ku kedalaman nya.


" Kau tidak ada hak tuan Zio aku tidak akan terpisah kan dengan dunia tari" kataku dengan tegas, aku tidak mau jika sudah menikah aku benar benar menjadi wanita rumah yang tidak memiliki kegiatan apa apa.


" Apa?? kau berani menentang ku?? Ingat bisnis keluarga Okta ada di tanganku dalam hitungan detik aku bisa membuat perusahaan Okta hancur berkeping keping, aku pemegang saham tertinggi Delanie"


Ancaman itu terdengar mengerikan hingga aku tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan Aku dan Dady selanjutnya.


" oh...ya Tuhan mengapa aku berhubungan dengan orang seperti ini"

__ADS_1


" Jangan memakiku dalam hati Delanie, katakan apa kau menyetujui nya" Kata Zio melanjutkan ancaman nya


Tidak ada pilihan, aku terpaksa harus menuruti apa yang dikatakan oleh Zio, lagi lagi aku harus kalah karena memikirkan bagaimana kehidupan Dady selanjutnya. Mungkin ia melakukan kesalahan di masa lalu tapi melihat menderita tidak membuat hidup ku lebih bahagia.


Aku Akan benar benar terpukul jika melihat Perusahaan Okta yang dirintis oleh Dady hancur, lebih baik mengorbankan diri daripada melihat semua itu.


" Baiklah Tuan Zio kau menang" kataku akhirnya


"Bagus jangan sampai melakukan kesalahan yang sama dan temui aku di kantor untuk makan malam"


" Apa??"


" Ini hukuman kedua dan buatlah dirimu semenarik mungkin, kau ini calon nyonya Zacheri dan seharusnya kau beruntung dengan itu"


Zion menutup panggilan nya dan aku hanya bisa mencampakkan ponsel itu di atas ranjang. Hatiku benar benar kesal karena Zio tidak menginginkan ku menerus kan mimpiku.


 


Jam 20.00 malam...


" Sepertinya Nona itu orang penting" kata Salah karyawan wanita ke temannya.


" Mengapa mereka berkata seperti itu Tian??" Tanyaku setelah kami berada di dalam lift


" Itu karena setiap orang penting aku yang selalu mendampingi mereka" kata Tian tanpa basa basi


" Oh ya?? apa menurutmu aku penting??" tanyaku memancing Tian untuk berbicara


" Aku tidak punya hak untuk menjawab pertanyaan anda nyonya besar, saya rasa anda orang yang cukup pintar"


" Busyetttt" keluhku dalam hati, seperti mendapat tamparan saja aku berbicara dengan Tian, rupanya sikap dingin dan cuek Zio menular pada pengawal nya ini.


Akupun Sampai di ruangan Zio pada saat itu Tian langsung hilang dan meninggalkan kami disana. Bukan hanya aku dan Zio yang ada di sana tapi ada seorang wanita yang begitu cantik dengan wajah yang tidak terlihat asing

__ADS_1


" Saya sudah datang tuan Zio" kataku sambil mendekat ke arah Zio, aku tetap berdiri karena seperti nya mereka membahas masalah yang serius.


Wanita itu menoleh ke arahku, sungguh pandangan nya begitu aneh hingga membuat aku merasa tidak nyaman di antara mereka, apalagi suasana saat itu begitu tenang.


" Kemarilah sayang" kata Zio memberikan isyarat mendekat


Kaget bercampur takut aku mendekat dan berdiri di samping Zio, tanpa diduga Zio memeluk pinggang mu dengan lembut.


Bukan hanya aku saja tapi wanita yang ada di hadapanku juga kaget. hatiku terus bertanya untuk apa Zio melakukan semua itu.


"Cih... jangan berpura-pura Zio, aku mengenalmu jauh lebih baik dari dia. Kau ingin membuatku cemburu kan?" kata. Wanita itu


Aku mencoba mengingat siapa wanita muda ini dan aku tahu dia adalah seorang artis ternama dengan jumlah iklan dan sinetron yang cukup banyak. Aku tahu dia adalah Alora Danettte salah satu iklan shampo yang rutin aku gunakan.


" Tidak ... untuk apa membuat mu cemburu aku hanya memperlakukan calon istriku dengan baik" kata Zio


Wanita itu semakin menggeram dan sepertinya ia tidak terima dengan kenyataan yang ada.


" Sungguh kau begitu pintar bercanda, aku datang hanya untuk meminta maaf padamu"


" Cukup Elora aku bukan lelaki bodoh yang akan jatuh ke dalam lubang yang sama lebih dari 3 kali" kata Zio dengan nada geram


" Pergilah" usir Zio lagi


" Tidak sampai kita keluar bersama, aku tahu hatimu hanya milikku" kata Elora


" Ke... lu.arrrrrr"


Suara Zio menggema hingga siapapun yang mendengarnya akan ketakutan, begitu juga dengan Elora, ia segera Pergi meninggal kami.


" Oh... mengapa aku harus melihat drama ini, bisakah aku hidup dengan tenang tanpa Zio, dilema perusahaan Failed , Tuan Okta dan segala yang berhubungan dengan harta"


Aku hanya ingin menggapai mimpi dan aku bisa menghabiskan waktu yang lama untuk menikmati masa muda dan bisa menikah dengan Ben, satu satunya lelaki yang kucintai.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen vote dan juga follow author ya... Dukungan kalian akan sangat berarti bagi kami author


__ADS_2