Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Berciuman


__ADS_3

Tidak bisa kubayangkan ternyata Zio bisa bersikap seperti anak remaja, bergaya bak remaja Zio terus saja menggandeng tanganku selama kami berjalan di mall.


" Mau nonton film apa??" tanya Zio padaku


"Bagaimana kalau Action??


" Tidak aku mau romantis"kataku


" Dasar wanita...drama" kata Zio, ia pun mengalah kemudian pergi membeli tiket drama terbaru saat itu.


Zio memilih bangku yang agak belakang dan tak lupa ia juga membeli dua cup cappucino hangat dan popcorn sebagai cemilan


Aku sangat antusias ketika flim akan dimulai berbeda dengan Zio yang memilih bermain ponsel.


"Ayolah Hubby sepertinya ini drama yang cukup menarik"


Akhirnya Zio menuruti permintaan ku, ia kemudian menyimpan ponsel nya dan fokus pada layar besar yang ada dihadapan kami.


Flim Layla Maynun benar benar bisa menghipnotis kami, cerita yang diawali oleh perjodohan harus berakhir dengan perpisahan ketika pemain wanita bertemu dengan orang asing yang cocok dengannya.


Diperankan oleh Baim wong, Reza Rahadian dan juga Baim wong, cerita ini mampu menguras air mata ku.


" Hei...kamu menangis ya??" tanya Zio menatap ku dengan dekat, ia kemudian menghapus air mataku


" Maaf aku terbawa suasana" kataku

__ADS_1


" Kita keluar saja yuk, aku tidak suka melihat kamu menangis" kata Zio dengan suara yang cukup keras


" Syuuttttt" aku meletakkan jari tanganku ke bibir Zio,


Zio menarik tanganku dan malah mendekat kab wajah nya sehingga hampir tidak ada jarak diantara kami berdua


Perlahan aku bisa mencium wangi nafas Zio, aroma menthol yang sangat kuat tercium dari deru nafasnya.


" Cuppp"


Tiba tiba saja Zio mencium bibir ku,ini pertama kalinya Zio melakukan itu padaku. Aku sangat terkejut karena ia melakukannya di tempat umum, untungnya kursi disebelah kanan dan kiri kami kosong.


Beberapa detik kemudian Zio semakin memperdalam ciuman nya, dia ******* bibirku namun aku tidak mampu untuk membalas nya.


Aku hanya diam saja sembari menutup mataku, seperti nya Zio tidak perduli dan semakin bermain main dengan bibirku.


Zio mengerti diapun melepaskan ciumannya dariku, sementara aku melirik ke kanan dan ke kiri karena merasa malu.


" Hei... lihat aku" kata Zio menarik wajahku yang sudah memerah, untungnya itu tidak terlihat karena suasana bioskop yang gelap.


" Kau sungguh keterlaluan, bisa bisanya melakukan ini di tempat seperti ini" omelku dengan suara lirih


"' Tapi aku ingin melakukan nya Delanie" kata Zio sambil menatap ku


" Oh...jangan disini Hubby kau bisa membuatku malu" kataku

__ADS_1


"Malu?? Malu pada siapa?? "


" Malu pada diri sendiri, kita tidak seharusnya melakukan itu di tempat seperti ini. Untungnya kursi disebelah kita kosong" kataku


" Bukan kosong aku membooking nya" kata Zio dengan santai.


" Apa?? untuk apa kau melakukan itu??" kataku


" Ya... untuk melakukan hal tadi"


Langsung saja aku mencubit pinggang Zio dengan keras hingga ia berteriak dan menarik perhatian orang orang yang ada di sekitar kami.


" Lihatlah kau yang membuat nya sendiri" kata Zio


" Ini sakit sekali" kata Zio sambil mengelus pinggang nya


Aku sedikit bersalah karena tidak bisa menahan tanganku, bisa bisanya aku mencubit Zio dengan begitu kuat


Aku kemudian mengelus pinggang Zio dengan lembut pada Saat itu Zio kembali menarik daguku dan menatap ku dengan tatapan lembut.


Saat itu aku merasa kan getaran yang aneh, ada riak riak kecil yang muncul di hatiku. Aku melihat bola mata Zio yang menatap ku dengan tatapan yang sangat dalam.


Aku melihat cinta disana, aku melihat sebuah perhatian yang begitu tulus. Semua sikap Zio yang biasanya arogan dan juga cuek sirna seketika.


" Cuppp"

__ADS_1


Zio mencium ku untuk kedua kalinya kali ini aku juga menikmati nya walaupun hanya beberapa menit aku merasa aku dan Zio menyatu dalam ciuman hangat itu.


__ADS_2