
Aku terkejut setengah mati ketika Ricardo membawa koper berisi pakaian nya. Langsung saja aku menghentikan dan bertanya dia mau kemana.
"Aku mau pindah ke apartemen lagipula aku harus membiasakan diri untuk menjauh darimu" kata Ricardo yang tidak menatap ku sama sekali
" Mas.... kenapa???" kataku tidak percaya dengan apa yang kulihat, aku tidak percaya Ricardo ingin pisah rumah dariku.
" Jangan mas.... sebaiknya kita bicarakan hal ini , aku mohon" kataku sedikit memelas, aku tidak ingin hidup dalam kesendirian
" Seharusnya kau mengatakan hal itu sebelum kau memaksaku dengan wanita lain" kata Ricardo dengan wajah yang paling dingin
" Mas" kataku sambil memegang tangannya tapi Ricardo tetap pergi dan meninggalkan aku yang hanya menatap sambil memanggil namanya.
Kepala ku hampir meledak ketika menghadapi semua masalah yang terjadi, berkali kali aku harus minum obat pereda nyeri kepala untuk menghilangkan rasa sakit yang aku derita.
" Non sebaiknya anda segera ke rumah sakit, aku sangat khawatir"kata Bi Jida ketika melihat aku yang hanya terbaring di atas tempat tidur.
" Tidak bi aku tidak mau aku hanya ingin bertemu dengan suamiku"rengekku
" Ya Tuhan aku sudah menghubungi Tuan tapi tidak di respon" kata Bi Jida semakin membuat ku sedih
__ADS_1
" Apa dia benar benar akan melupakan ku??" rintihku
" tidak mungkin non tapi sepertinya aku tidak bisa menjamin nya, mungkin Tuan sangat marah ketika anda mau menyerahkan pada orang lain, anda tau dia begitu mencintai anda" kata Bi Jida yang semakin menyadarkan aku bahwa apa yang kulakukan sangat salah
Aku telah mempermainkan pernikahan yang sakral, aku telah membuat suami ku tidak setia karena diriku sendiri.
Rasa sesak dan sakit di dadaku semakin bertambah membayangkan jika Ricardo sampai nyaman dan mesra dengan Nur. Terbayang rasa sakit perceraian untuk kedua kalinya dan rasa itu akan kembali jika aku tidak memperbaiki hubungan ini.
Aku mengambil ponselku setelah Bi Jida keluar dari kamar ku, aku menekan nama Mu Hubby untuk menghubungkan aku dengan Ricardo.
" Ada apa??" kata Ricardo
" Mas kamu dimana?? Apa kamu baik baik saja??"kataku berbasa-basi
" Aku baik sangat baik Nur mengurus ku dengan sangat baik, dia memberikan hatinya dan juga perhatian yang sangat luar biasa padaku"
Kata kata itu membuatku semakin hancur lagi, sekarang Ricardo sudah memuji Nur di hadapan ku. Rasanya bagai di tusuk ribuan jarum aku merasa hatiku hancur berkeping keping.
" Mas aku minta maaf mas, aku ingin kau kembali"kataku dengan suara yang sudah terisak
__ADS_1
"Apa ??? Kembali ?? Apa aku tidak salah dengar" Kata Ricardo seolah mengejekku
"Bukankah ini yang kau inginkan Delanie, aku menuruti nya karena aku sangat mencintaimu tapi sekarang aku tidak menjamin itu akan terjadi selama hidupku karena aku melihat cinta Nur yang begitu besar padaku"
"Mas....a...apa ...aku akan meninggal kan aku begitu saja?? Mungkin aku sangat salah tapi apa kamu tidak berusaha untuk mempertahankan atau bahkan menolak penawaran yang aku inginkan??"
" Sudah terlambat Delanie aku harap kita bisa menemukan jalan masing-masing" kata Ricardo membuat semua harapan dan mimpi mimpi ku bersama Ricardo seketika hancur dan berantakan.
" Jangan katakan seperti itu mas.... aku ....aku sangat mencintaimu" kataku
" Apa?? Aku tidak mendengar nya" kata Ricardo
" Aku sangat mencintaimu mas, sangat teramat sangat karena hal itu aku menuruti permintaan Nur yang konyol itu. Aku ingin sekali memiliki anak darimu dan aku tidak ingin itu terhalang karena ucapan Nur. Aku ingin kau memahami nya mas, aku hanya..."
" Tut....tut...."
Belum selesai aku mengeluarkan seluruh isi hatiku sambungan ponsel Ricardo tiba tiba saja terputus. Aku mencoba untuk menghubungi nya kembali tapi nomor Ricardo sudah berada di luar jangkauan.
" Ya Tuhan apa yang akan terjadi dengan pernikahan ku?? apa semuanya akan berakhir??" ratapku dalam hati, rasanya semakin sesak hingga tanpa kusadari aku telah jatuh kedalam lobang yang aku gali sendiri.
__ADS_1
Menyesal tiada guna begitulah yang aku rasakan, seandainya aku mendengar nasihat Bi Jida dan lebih mengikuti kata hati ku pasti aku tidak akan kehilangan orang orang yang sayangi.