Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Bertemu Dengannya


__ADS_3

" Bagaimana penampilan ku Bi" tanyaku pada Bi Jida


" Hmmmm Tunggu"


Bi Jida langsung mengacung kan jempolnya dan memelukku Seca spontan.


" Kami harus kuat Non, saya selalu berdoa untuk kebahagiaan mu" kata Bi Jida dengan tulus


" Terimakasih Bi" kataku


Masalah ini membuat ku sedikit lebih dewasa, perlahan aku bisa mengontrol emosi dan juga hatiku. Aku tidak lagi memikirkan masalah Zio kini aku lebih sibuk mempelajari dan mengikuti kelas Bisnis.


" Uhhhhh"


Aku mengela nafas panjang untuk mempersiapkan diriku untuk bertemu dengan lelaki pilihan Zio. Sebenarnya wanita mana yang tidak sakit hati kalau suami sendiri menikahkan istrinya dengan lelaki lain


" Sudah Delanie Hidup ini must Goon" kataku menyemangati diriku


Memakai kaos oblong Putih dan celana jeans hitam kau siap bertemu dengan nya, siapapun orangnya aku akan berusaha sebaik yang aku bisa.


Sejujurnya aku ingin mengatakan kalau aku tidak ingin menikah, muda mudahan saja orang yang aku temui bisa menerima keputusan ku yang ingin menikah kontrak.


Segera aku melaju menuju alamat yang dikirimkan oleh Zio, seperti biasa Zio memilih tempat yang cukup bagus.


" Temui Dia di meja 231"


Sebuah pesan singkat lagi masuk kedalam ponselku, aku rasa Zio tidak datang diantara pertemuan ini.


Aku mencari meja 231 dan melihat seorang pria memakai setelan santai dan sedang menyeruput minuman dingin. Aku tidak bisa melihat nya kerena posisinya membelakangi aku.


" Ya Tuhan tolong aku" kataku sebelum aku benar-benar bertemu face to face.


" Selamat siang Tuan..."


Aku terkejut bukan main ketika melihat seseorang yang cukup aku kenal, dia berdiri dan tersenyum padaku.

__ADS_1


" Ka.....kamu???" kata Ku dengan wajah yang tidak percaya dengan apa yang aku lihat


" Silahkan duduk"


" Apa tujuan kamu Ricardo?? apa yang akan kau lakukan padaku??"


Aku langsung kalap hingga menanyakan beberapa pertanyaan dalam satu waktu, aku tidak menyangka kalau Zio terlibat persaingan bisnis dengan Ricardo


" Aku disini untuk menolong mu Delanie" kata Ricardo menenangkan ku tapi aku tidak perduli, aku merasa wajahku terasa panas melihat lelaki ini akan menjadi suamiku.


" Menolong?? dengan menikahi ku yang sudah menjadi istri sah dari Zio? apa kau punya perasaan??" kataku dengan emosi bahkan beberapa orang melirik ke arah kami karena suaraku yang sudah melengking


" Hei....ini tempat umum"kata Ricardo mengingat kan ku


" Biar saja" kataku ketus


" Dengar sebenarnya aku tidak tahan melihat Zio memperlakukan mu begitu, aku bahkan melihat menangis karena ulah Zio"


" Sok tahu kamu aku baik baik saja" kataku


Aku terdiam dan membenarkan hal itu dalam hati, tapi aku tidak mungkin mengatakan semua keburukan dan perlakuan Zio padaku. Itu sama saja dengan membuka aib rumah tangga ku sendiri.


" Ini semua gara gara kalian Mengapa kalian menjadi kan aku sebagai bahan taruhan, apa kalian tidak punya perasaan???"


" Aku mengerti tapi Zio menyetujui nya, aku saja sampai menanyakan nya beberapa kali dan ia bersedia melepaskanmu" kata Ricardo


"Lalu mengapa aku?? "


" Sudah ku katakan dari dulu aku adalah salah satu penggemar mu bahkan setiap kamu pentas aku selalu mengirim kan bunga untukmu"


" Jangan berbohong dan mengarang cerita aku tidak pernah melihat mu" kataku bersikeras


"Aku mengirimkan nya lewat pengawal ku Delanie hanya saja Waktu kau ada di Inggris aku tidak mengirim kan nya"


" Ka..kau tahu semuanya??" kataku takjub, aku tidak menyangka kalau Ricardo mengetahui detail seluruh kehidupan ku

__ADS_1


" Aku juga tahu kau punya pacar lelaki bule" kata Ricardo membuat ku semakin takut


" Kau...??"


" Kenapa??" kata Ricardo dengan wajah yang tidak bersalah


" Kau penguntit atau apa??" tanyaku


" Aku penggemar mu dan kebetulan suamimu tidak menganggap mu jadi aku datang sebagai pahlawan"kata Ricardo dengan bangganya


" Aku tidak ingin menikah denganmu" kataku bersikeras


" Silahkan saja Nona kau tidak akan pernah mendapatkan apa yang menjadi hak mu. Kau tahu kau butuh aku untuk mengurus perusahaan mu, aku tahu kau tidak kompeten dalam hal bisnis"


" Aku tidak butuh bantuan mu, kalian para lelaki memang sangat egois kau sama saja dengan Zio"


" Hei....jangan samakan aku dengan suamimu yang bodoh itu, lihat saja dia baru saja melepaskan permata dalam hidupnya dan aku tidak akan melakukannya dalam hidupku"


" Kau terlalu banyak membual tuan, aku tidak simpati dengan mu"


" Terserah saja yang penting aku dan kau akan menikah dan lihat saja apa yang bisa aku lakukan" kata Ricardo membuatku semakin takut.


" Apa kau akan melakukan seperti apa yang dilakukan Zio?? mengapa?? apa aku memiliki kesalahan padamu??"


Seketika wajah Ricardo langsung berubah ia mendekati ku dan berlutut di hadapan ku.


" Aku tidak akan menyakiti mu... Percaya lah..." kata Ricardo


" Berhenti lah bersikap manis aku tidak percaya lagi"


Aku pergi dengan setengah berlari dan Ricardo membiarkan ku begitu saja.


"Sial.... Mengapa harus dia??" kataku sambil memukul setir di dalam mobil.


" Pantas saja dia selalu mengikuti ku!! Argghhhhhh...."

__ADS_1


__ADS_2