Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Zea...


__ADS_3

Masih POV Zio ya...


Mencoba mengiklankan Zea adalah hal yang paling berat dalam hidupku, aku sudah melakukan segala cara untuk dapat melupakan nya tapi itu adalah hal yang sia sia.


Esoknya aku kembali datang dengan alasan aku menerima tawaran untuk membuat Gaun Delanie dan juga tuxedo yang akan kami pakai di pernikahan.


" Seharusnya kau melakukan nya dengan Delanie, bagaimana aku akan mengukurnya"kata Zea sambil tersenyum


Senyum Lea membuat jantung ku berdegup dengan kencang, lesung pipi manis itu kembali aku lihat dan aku bahagia bisa melihat nya.


" Aku rasa Ukuran Tubuh Delanie sama denganmu, kalian juga memiliki tinggi yang sama dan juga lesung pipi itu"


" Baiklah jika memang tidak sesuai kita bisa menyesuaikan nya" kata Zea


" A...apa aku ingin datang??" tanyaku lagi


" Acaranya di hari Sabtu depan dan aku tahu aku akan pergi dengan kakak" Kata Zea


Zea memang memanggil suaminya dengan sebutan kakak dan aku tahu dia selalu menghabiskan waktu dengan suaminya setiap Sabtu.


" Kalian bisa datang berdua" kataku


"Maaf tapi kak Deano sudah merencanakan liburan dua Minggu ke depan, aku minta maaf Ya"


"Apa kau tidak mau melakukan nya untukku?, aku sudah menepati janjiku untuk menikah dan saat itu aku menginginkan kehadiran mu"kataku sedikit memohon

__ADS_1


" Kau bukan prioritas bagiku lagi Zi, sudah lima tahun kau harus bisa melupakan aku dan menjalani hidup dengan Delanie. Aku senang karena kau bisa menikah tapi aku harap ini bukan kerena janji yang kau ucapkan"


"/Baiklah" kataku dengan lirih, aku selalu mengalah di hadapan Zea


Gaun Delanie selesai dalam hitungan hari, Zea benar benar menepati nya janjinya untuk membuat gaun dalam waktu singkat. Dia melakukan itu sebagai permintaan maaf nya karena tidak bisa menghadiri pernikahan kami.


Gaun itu tiba dan aku segera membuka nya, gaun itu sangat mewah dan juga elegan, Zea sengaja meminta beberapa berlian asli sebagai Payet dan aku segera mengabulkan nya.


Begitu juga dengan Tuxedo milikku, Zea melakukan yang terbaik di acara pernikahan ku, tuxedo itu semakin membuat ku gagah.


Aku memandang wajahku dengan menggunakan tuxedo buatan Zea, bukan hanya tuxedo tapi seluruh pakaian ku berasal dari Zea Fashion, aku selalu membeli koleksi terbarunya baik untukku dan juga Yuna.


Sebenarnya Yuna tidak terlalu suka memakai baju baju koleksi Zea tapi aku memaksanya untuk menggunakan nya. Bahkan beberapa kali aku mengajak Yuna bertemu dengan Zea setelah ia menikah.


Yuna bukannya tidak menyukai rancangan Zea tapi ia tidak suka aku hidup dalam bayangan masa lalu.


Aku tidak perduli dengan kata kata Yuna, aku terus dan terus melakukan nya hingga aku selalu berakhir dengan minuman yang bisa membuat ku tidur.


Sama seperti di hari pernikahan kami, aku menikah dihadapan para tamu dan berjanji untuk setia mendampingi Delanie.


Selama acara pernikahan aku tidak merasa kan hal yang berbeda bahkan saat Delanie digandeng oleh Dadynya, aku membayangkan jika itu adalah Zea.


" Kak jangan membuat ku malu, jangan membuat Delanie dan keluarga nya malu. Bayangkan jika hal itu terjadi padaku"


Kata kata Yuna membuat ku sadar sehingga aku bisa mengontrol diriku sendiri dan menjalani pesta pernikahan itu dengan baik.

__ADS_1


Tentu saja Yuna selalu mengingatkanku untuk bersikap mesra layaknya pengantin baru, akupun melakukan nya dengan terpaksa.


Sebenarnya sebelum pernikahan ini Yuna sudah mengingatkan ku untuk tidak bermain-main dengan kata kata pernikahan, hal ini kulakukan karena janji yang harus kutepati pada Zea.


Saat itu aku mengunjungi Zea dengan alasan untuk membeli koleksi terbarunya tapi Zea tahu itu bukan alasan ku untuk datang.


" Kau akan jadi perjaka tuan jika melakukan ini,dan kau juga tidak menginginkan hal ini. Menikah lah Zio aku yakin akan bisa melupakan aku"


" Aku akan menikah tahun depan, lihat saja" kataku bercanda tapi Zea justru menantang ku


Singkat cerita akupun membuktikan ucapanku dan tanpa sengaja melihat Delanie ketika Tuan Okta dan dia berjalan di sebuah mall.


Entah kenapa aku menginginkan Delanie menjadi istriku, dia memiliki tinggi yang sama, rambut hitam yang hampir sama dan juga lesung pipi yang sama.


Jadi aku mencari kesempatan untuk bisa bertemu dengan tuan Okta dan untungnya dia mengalami kesulitan dan aku memberikan penawaran untuknya.


Walaupun dari bentuk fisik mereka sama tapi bagiku Delanie bukanlah wanita yang menarik, aku hanya memanfaatkan nya untuk memenuhi janjiku pada Zea.


" Jangan menyakiti nya Zio, aku ingin kau bisa melakukan tugas mu sebagai seorang suami"


Nasihat yang diberikan oleh Zea sebelum aku menikah, tapi aku yakin aku tidak akan bisa melakukan tugas ku sebagai seorang suami.


" Berjanji lah" pinta Zea


" Ak...aku tidak bisa Zea" kataku namun wajah Zea memaksaku untuk mengatakan iya

__ADS_1


" Baiklah"


__ADS_2