
Begitu terkejut nya aku mendengar lebar dari Bi Jida, buru buru aku langsung ke rumah sakit karena mendapat berita bahwa Dady sedang dirawat dirumah sakit.
Tanpa pamit dan memberi tahukan kepada Zio, aku langsung menuju rumah sakit menggunakan taxi online.
" Apa yang terjadi dengan Dady,?? selama ini dia baik baik saja"
Dengan langkah cepat aku segera menuju ruang UGD karena menurut informasi dari Bi jida, Dady sedang dirawat disana
"Apa yang terjadi Bi ??" Tanyaku setelah mendapati Bi Jida ada didepan ruang UGD.
"Entahlah non, bibi menemukan Tuan Okta terkapar di lantai dapur dengan hidung yang sudah berdarah "
" Oh Tuhan apa yang terjadi"kataku,
Aku berusaha melihat Dady dari pintu UGD namun aku tidak bisa melakukan apa apa.
" Sebenarnya Tuan Okta telah menjalani pengobatan untuk kanker yang ia derita, ini sudah berjalan selama hampir satu tahun"
" A....apa??"
Sungguh terkejut aku mendengar cerita Bi Jida, aku tidak menyangka selama ini ternyata Dady menjalani pengobatan.
Aku mencoba mengingat kondisi Dady selama beberapa minggu terakhir, wajahnya selalu pucat dan tubuhnya juga mengurus.
Setiap aku bertanya pada Dady dia selalu mengatakan bahwa dia baik baik saja. Sekarang baru aku tahu kalau Dady mengidap penyakit yang cukup serius.
"Maaf non tuan Okta melarang ku untuk menceritakan kondisi nya pada anda"
" Bibi benar benar keterlaluan, aku berhak tau aku berhak" kataku setengah berteriak
__ADS_1
" Aku minta maaf non"
"Ya ampun" Kataku sambil duduk tersungkur, aku merasa sangat bersalah karena telah mengabaikan kesehatan Dady.
Dokter yang menangani Dady akhirnya keluar, aku langsung berdiri untuk menanyakan kondisi Dady.
" Maaf dia perjuangan nya telah berakhir"
Aku berjalan mundur untuk tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Dokter itu.
" Apa maksudnya Dok, Dadyku tidak akan pernah menyerah dengan hidupnya"
" Kami dan Dia sudah melakukan segala cara untuk menyembuhkan Kanker otak yang ia derita tapi Tuhan lebih menyayangi nya"
" Ya Tuhan"
" Jangan....jangan lakukan itu Dadyku masih hidup, dia pasti bisa bertahan" kataku sambil menghalangi Perawat yang hendak mencabut infus dan Ventilator yang terpasang di tubuh Dady
Para perawat itu pergi dan membiarkan ku menatap wajah Dady. Wajah Dady begitu pucat dan bersih, ia bahkan sudah tidak memiliki rambut lagi.
Hanya beberapa Minggu aku berpisah dari Dady tapi ia sudah jauh lebih kurus dan rambut nya sudah botak.
" Da....Dy..
Aku tidak kuasa menahan tangisku, aku memeluk Dady yang sudah terbujur kaku. Aku menciumi wajah Dady puluhan kali, aku menyesal aku...
aku menyesal tidak melakukan nya semasa hidupnya.
Tangisku semakin meraung ketika Dady tidak bergerak, ia tidak bisa lagi membuka matanya. Aku masih belum percaya Dady akan pergi secepat ini.
__ADS_1
" Sudahlah Non tuan Okta sudah tenang" kata Bi Jida
" Kalian keterlaluan bagaimana mungkin Dady melewati masa sulit ini sendiri" isakku
" Dady berobat sendiri, kemo sendiri seharusnya aku ada disana, kenapa kalian tidak memberitahu kan aku"
Teriakan ku semakin menjadi jadi, aku terus saja meraung kerena tidak bisa menerima segala kenyataan Yang ada.
Berpuluh puluh kali aku memanggil nama Dady, aku belum bisa menerima kenyataan bahwa Dady telah tiada.
" Sudahlah Non sekarang kita tinggal kan tuan Okta karena beliau akan segera dimandikan dan dibawa ke rumah"
" A....a....a...ini tidak mungkin" kataku sambil memeluk Dady , tapi aku tidak bisa melanggar prosedur yang ada di rumah sakit. Dady akhirnya dibawa ke ruang mayat untuk dimandikan untuk terakhir kalinya.
Tidak berapa lama Zio dan Yuna datang ke rumah sakit, aku tidak tahu apakah dia sudah mendapat kabar bahwa Dady meninggal.
Aku hanya terduduk sambil menunggu Dady selesai dimandikan, aku tidak memperdulikan keberadaan Zio yang sudah duduk disampingku...
Tiba tiba saja Zio langsung memelukku, ini pertama kalinya ia melakukan nya setelah kami menikah.
" Kamu harus kuat" kata Zio
Aku tidak tahu untuk apa Zio melakukannya, apakah untuk sebuah pencitraan karena Zio telah berstatus sebagai suami ku.
Airmata terus mengalir tanpa henti, hingga aku tidak menyadari apa yang terjadi selanjutnya.
" Delanie"
Samar samar aku mendengar suara teriakan dari Zio dan juga Yuna
__ADS_1