Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Malam panjang bersama Rico...


__ADS_3

Ricardo benar benar mengingat janji yang aku ucapkan, ia sengaja pulang cepat dan menemui aku yang baru saja mendapatkan paket beberapa gaun seksi untuk dinas.


Hal ini bermula saat aku menonton sebuah video salah seorang selebgram tentang bagaimana cara menyenangkan suami. Salah satu nya dengan menggunakan dress dress mini yang cantik dan cukup menantang.


" Apa itu sayang??" kata Ricardo dengan mata berbinar karena pada saat itu aku sedang menggunakan salah satu gaun yang berwarna merah maroon.


Aki cukup terkejut hingga aku menutup dadaku Secara spontan tapi Ricardo justru menatap ku dengan semakin nakal.


" Aku tahu sekarang ternyata kau ingin memberi kan kejutan"kata Ricardo sambil tersenyum senyum


" Kamu ini mas bikin jantung ku copot saja" kataku sambil melepaskan tanganku dari dadaku


Ricardo mendekat dan berjalan mengelilingi aku, ia sepertinya kagum dengan penampilan ku yang sangat seksi apalagi aku sengaja menggeraikan rambut ku yang panjang.


" Kau....kau semakin seksi saja" goda Ricardo


" Bagaimana apa ini berlebihan??" Tanyaku


" Sama sekali tidak sayang sekali aku saja yang menikmati nya" kata Ricardo

__ADS_1


Ia kemudian menarik tanganku dan meletakkan nya di lehernya, ia kemudian mendekat dan merapat kan tubuh ku ke pelukannya.


" Aku ingin berdansa dengan mu, aku ingin sekali melakukan nya sejak dulu bahkan saat kau tampil di atas pentas aku sering membayangkan kalau aku menari romantis bersamamu"kata Ricardo


" Lakukan saja selagi itu membuat mu senang" kataku sambil tersenyum


Ricardo kemudian menyalakan musik yang mengalun sangat lembut, lagu "all of me" terdengar merdu dan Sangat cocok untuk suasana saat ini.


Diluar dugaan ku Ricardo yang kukira kaku dan gugup ternyata sangat lihai dalam berdansa. Ia mampu mengimbangi gerakan ku dan kami bergerak begitu selaras seolah kami sudah melakukan latihan sebelumnya.


" Mas kau luar biasa ternyata kau cukup ahli dalam hal dansa" kataku dengan takjubnya


" Aku sungguh beruntung ternyata suamiku adalah penggemar beratku, aku mencintaimu Tuan Rico" kataku sambil mengecup bibir Ricardo dengan setengah berjinjit, tinggi badan Ricardo yang ideal membuat ku sedikit kesulitan mencium nya apalagi dengan kondisi yang sedang mengandung.


Bukan Ricardo namanya jika ia tidak membalas ciuman ku, tangannya malah sudah menyusup di balik gaun ku hingga aku benar-benar merasa geli.


" Kau memang nakal sekali ya" kataku sambil menjewer telinga Ricardo


" He....he....aku menginginkan nya sekarang sayang, aku sudah tidak dapat menahan ini" kata Ricardo sambil menunjuk kan celananya yang sudah membengkak di bagian bawah

__ADS_1


Tanpa berpikir panjang Ricardo langsung membawaku ke ranjang dengan cara menggendong tubuhku. Aku cukup heran dengan kekuatan yang ia miliki karena masih mampu mengangkat beban yang semakin besar seperti aku.


Aku hanya diam melihat Ricardo yang menatapku dengan penuh arti, aku tahu betapa besar rasa cinta Ricardo untukku.


" Aku minta maaf masalah Nur ya mas"kataku karena aku merasa bersalah karena ulahku sendiri


" Syutttt jangan membicarakan wanita itu, aku tidak ingin merusak suasana romantis ini karena dia" kata Ricardo


" Kau tidak marah lagi kan?" tanyaku


" Aku tidak akan pernah marah padamu aku hanya memberikan kesadaran saja bahwa keputusan mu salah dan aku yakin dengan cara itu kau akan menyesal" kata Ricardo dengan bijak


Aku mengangguk kan kepalaku Pertanda aku setuju dengan pendapat nya, aku sungguh menyesal dan tidak akan pernah melakukan hal yang justru menyakiti hatiku.


Malam itu semakin indah dengan cumbuan dan sentuhan Ricardo, ia menyentuh ku dengan lembut dan penuh kehati-hatian hingga kami berdua larut dalam malam panjang yang penuh cinta.


" Aku mencintaimu Delanie"


Kata kata cinta itu selalu terucap ketika kami bercinta, Ricardo selalu mengekspresikan cinta nya dengan kata kata hingga membuat aku merasa sangat berharga

__ADS_1


__ADS_2