
Hubungan ku semakin membaik dengan perhatian Zio yang semakin menjadi jadi, setiap malam Zio selalu pulang lebih awal dan tidak pernah dalam keadaan mabuk.
Berbeda dengan awal pernikahan kami yang kacau balau, tidak ada komunikasi dan kecocokan. Kami merasa seperti orang asing yang tinggal di atap yang sama.
Sekarang jauh berbeda Zio mulai menunjukkan sisi lain dari dirinya, seperti malam ini Zio pulang jauh lebih awal dari pada jam biasanya.
Aku dan Yuna yang sedang asyik mengubah tentu saja terkejut dengan kehadiran Zio.
" Wah.. seperti nya kakak sudah mengalami banyak perubahan, Yuna senang sekali" kata Yuna
Yuna beranjak dan memeluk kakaknya, ia begitu manja dengan Zio sementara aku hanya tersenyum melihat nya.
" Kau tidak ingin memelukku Delanie??" tanya Zio menggodaku yang hanya tersenyum melihat mereka
" A...aku?? Heh kau konyol sekali"Kataku dengan wajah malu
" Ayo kak peluk kak Zio, ini momen yang sangat langka loh" kata Yuna
"Tidak usah kami bisa melakukan nya di tempat lain"
" Oh ...ya ampun ternyata aku ketinggalan berita aku sungguh bahagia" kata Yuna
Zio akhirnya naik ke lantai 2 untuk mandi dan berganti pakaian. Saat Zio pergi Yuna tersenyum manis kepada ku, ia bahkan mengedipkan matanya sehingga membuat ku salah tingkah.
" Wah...kak Delanie sungguh luar biasa, bisa membuat Kak Zio jatuh cinta" kata Yuna menggodaku
" Apa?? Jatuh cinta??" Itu tidak mungkin Yun, kakakmu masih mencintai Zea... sepertinya"kataku
" Kak Delanie jangan pernah menyakiti Kak Zio ya" kata Yuna sedikit memohon
Aku melihat Yuna dengan ekspresi memohon, aku sedikit kasihan melihat nya apalagi dia mengatakan nya sambil menggenggam tanganku.
__ADS_1
" Dia tidak boleh terluka lagi" kata Zea
" Aku mohon kak" kata Yuna lagi.
" Baiklah Yuna tapi aku tidak tahu apakah Zio menyukaiku seperti dia masih mencintai Zea"
" Berjuang lah kak, buat Kak Zio bahagia aku bisa melihat kak Zio yang mulai mencintai kakak"
" Berjanji lah Kaka Delanie" kata Yuna memohon lagi
" Baiklah aku berjanji" kataku
" Kalian membuat perjanjian apa??" Tanya Zio yang sudah tiba tiba muncul di hadapan kami berdua.
" Kakak mau tau saja"kata Yuna sambil menjulurkan lidahnya, ia benar-benar sangat lucu melakukan itu
Tiba tiba saja ponsel Yuna berbunyi seperti nya ia mendapat sebuah pesan, begitu membaca pesan itu Yuna kelihatan nya begitu senang.
" Siapa? Jangan berbuat macam-macam ya??" Kata Zio pada adiknya
" Ini dari Ben ia baru saja kembali dari London dan ia mengajak ku ketemu an, malam ini juga"
Yuna gembira bukan main, jarinya ia begitu lincah bermain di layar ponsel hingga tidak memerhatikan kami berdua.
" Aku boleh keluar ya kak, hanya dua jam Saja" pinta Yuna
Yuna memang adik yang cukup patuh dan terdidik, semua hal yang ia lakukan selalu dalam pengawasan Zio. Semua jadwal Yuna harus memiliki persetujuan dari Zio, walaupun sudah cukup dewasa Yuna Selalu menjadi adik yang baik dan patuh pada Zio.
" Tidak...kau tidak boleh keluar lagipula kau belum mengenalkan dia padaku" Kata Zio dengan tegas
" ya Ampun kak kami masih sebatas teman lagipula kami hanya bertemu selama 2 jam saja, kalau kakak khawatir supir kita akan menemani ku" kata Yuna meyakinkan
__ADS_1
Zio berpikir sejenak dan ia masih menggelengkan kepalanya.
" Kak..." Yuna akhirnya mengeluarkan jurus terakhir, dia berlutut sambil memohon pada Zio
" Huhhh baiklah tapi seperti yang kau katakan tadi hanya dua jam dan harus ditemani oleh supir"
" Yess" Yuna kembali memeluk Zio dan bergegas untuk bersiap siap
Sementara aku hanya bisa tersenyum, aku masih tidak nyaman dengan kedekatan antara Ben Dan Yuna. Tapi aku yakin aku akan terbiasa dengan keadaan ini
" Bagaimana kalau kita berkencan juga??" Kata Zio tiba tiba
" Apa?? berkencan?? Apakah kau serius Hubby??"
" Tentu saja, aku tidak pernah bercandakan? Kita pergi sekaligus makan malam berdua" kata Zio
" Bagaimana nyonya Zacheri apakah anda setuju??"'
" bagaimana kalau kita nonton??" Kataku menawarkan
" Boleh saja sebenarnya aku tidak terlalu suka tapi jika kau menyukai nya maka aku bersedia" kata Zio
" Yessss" kataku sambil memeluk Zio tanpa sadar
" Adik dan istri sama saja" ledek Zio,
Seketika aku melepaskan pelukan ku dengan wajah yang sedikit memerah, tapi kali ini Zio berbalik memelukku dan mencium pipi kanan ku
Aku memiringkan wajahku dan melihat Zio dengan perasaan yang tidak bersalah.
" Bersiap lah kita akan pergi" kata Zio
__ADS_1