
POV Zio
Aku memandang ke arah sana, kaca transparan membuat aku bisa menikmati wajahnya. Dia masih disana dan masih sama, senyum nya, wajahnya dan segala nya masih sama
Satu hal yang berbeda dia sudah bukan milikku lagi dan sampai hari ini aku tidak bisa melupakan ataupun menemukan pengganti nya
" Aku masih mencintaimu Zea"
Aku berjalan dengan membawa sebuah undangan yang bertuliskan namaku dan juga Delanie. Ya...aku ingin melihat nya cemburu, aku ingin melihat ya marah jika mengetahui aku akan menikah walaupun dia terlebih dahulu melakukan nya.
Aku membuka pintu kaca itu dan mata Zea langsung tertuju padaku, ia langsung menyuruh para karyawan nya untuk meninggalkan kami .
Zea tidak pernah terkejut dengan kedatangan ku, karena hampir setiap minggu aku selalu mengunjungi nya walaupun kebanyakan aku hanya memandangi nya dari jauh.
" Ini Zea" kataku sambil menyerahkan undangan biru muda itu ketangannya
Zea dengan santai membuka undangan itu aku melihat ekspresi nya sedikit terkejut namun ia kemudian tersenyum sambil mengulurkan tangannya
" Selamat Zio akhirnya aku menemukan seseorang yang bisa mendampingi mu" Kata Zea sambil tersenyum, ia tersenyum begitu tulus membuat hatiku semakin terluka.
Aku mengharapkan hal lain, aku ingin Zea cemberut dan cemburu, aku ingin Zea marah dan tidak menerima kalau aku akan menikah
" A...apa kau bahagia Zea??" kataku sambil menatap mata bulat Zea,
" Tentu saja"
__ADS_1
" Benarkah??" kataku, aku merasa lemas dan duduk di depan Zea, kami hanya terhalang sebuah meja.
" Bagaimana kalau aku yang membuat gaun pernikahan untuk Delanie dan juga tuxedo untukmu" kata Zea menawarkan,
Zea seorang desainer yang cukup hebat, Kau dan Zea sudah bersama sejak kami duduk di bangku SMP. Aku sudah menyukai dan bersama dengan Zea mulai kami SMA hingga aku menjadi seorang pengusaha yang masih belum mapan
Zea selalu mendukung ku dalam segala hal tapi sebuah kesalahan terbesar dalam hidupku aku tergoda dengan wanita yang hanya menginginkan materiku.
Zea menemukan ku dengan wanita lain di dalam kamar hotel, Zea tidak bisa mengampuni ku, dia kehilangan cinta dan kepercayaan nya padaku
" Aku membencimu Zio"
Kata kata itu masih terngiang di telinga ku walaupun ini sudah berlalu selama 5 tahun . Selama itu keu berusaha untuk membuat diriku semakin besar hingga hampir semua kalangan bisnis mengenal ku.
Aku ingin membuat Zea kembali tapi ternyata aku salah, 5 tahun aku ingin membuat Zea kembali tapi ia malah memilih dengan lelaki yang berbeda.
" Ka...u tidak cemburu Zea" tanyaku
Zea menggeleng kepalanya sambil tersenyum,
" Aku sudah bahagia Zio, aku bahagia dengan suamiku dan sekarang aku sedang mengandung anaknya" kata Zea
Aku semakin hancur Zea adalah satu satunya wanita yang mampu membuat ku menangis dan membuat ku kacau balau..
" Apa tidak ada kesempatan??"
__ADS_1
Sebuah pertanyaan bodoh yang tidak mungkin bisa terulang,
" Ya ampun Zio kau ini masih sama saja, aku sudah menganggap mu sebagai sahabat lagipula Delanie akan marah jika aku mengambil mu" kata Zea
" Dia tidak mencintai ku aku memaksanya menikah dengan ku,"
"Untuk apa kau melakukan itu Zio, jangan menyakiti hati wanita atau kau akan mendapatkan karmanya"
" Aku tidak perduli aku hanya ingin membuatmu kembali, aku ingin kita bersama lagi Zea" kataku memohon
Aku memang selalu lemah di hadapan Zea hanya Zea dan juga Yuna yang mengetahui bagaimana sikap asli dari seorang Zio Zacheri.
" Sudahlah berhentilah bergurau, sebaiknya kau pulang kerena aku akan segera kembali"
Aku kembali dengan perasaan yang sama, sama dengan malam dan hari hari sebelumnya. Zea tidak akan pernah bisa menjadi milikku lagi, sekeras apapun aku berusaha Zea hanya akan menjadi masa lalu.
Aku juga tidak tahu mengapa aku tidak pernah bisa melupakan Zea, begitu banyak wanita yang mendekati ku bahkan mereka jauh lebih cantik dan lebih pintar dari Zea tapi mereka tidak bisa menyentuh hatiku seperti yang dilakukan oleh Zea.
Bak ibarat Pepatah Nasi telah menjadi bubur begitu lah nasib yang kualami, kejadian di hotel itu membuat aku dan Zea terpisah.
Aku ingin kembali mengulang waktu, aku ingin kembali ke masa lalu. Aku hanya ingin menjadi orang yang biasa saja asalkan aku bersama dengan Zea.
Dia wanitaku, dia cintaku dia adalah Zea Givenchy belahan jiwa yang tidak bisa tergantikan dengan wanita lain.
Sekarang aku hanya bisa menatap Zea yang sedang tersenyum menyambut suaminya, Zea bahkan mendaratkan sebuah ciuman hangat untu lelaki yang beruntung itu.
__ADS_1
" Aku menyesal Zea....aku menyesal Zea...." Kataku dengan suara lirih
Aku menunduk kan kepala di belakang setir mobilku, aku selalu menyaksikan pemandangan ini setiap kali aku ingin melihat Zea.