
Nur menatapku dengan malas, ia melipat tangannya sambil memalingkan wajahnya dariku. Sementara Ricardo hanya diam sambil terus merangkul pundak ku.
" Ada apa katakan saja, aku sama sekali tidak ingin berurusan dengan mahluk mahluk egois" kata Nur
" Jaga bicaramu Nur" bentak Ricardo yang siap menerkam Nur tapi aku segera menggenggam tangan Ricardo sambil menggelengkan kepalaku
"Baiklah tanpa basa basi lagi aku datang untuk meminta maaf padamu, aku tau mungkin menurut mu aku terlalu egois" kata Ricardo akhirnya
Nur memalingkan wajahnya dan menatap kami berdua.
" Maaf?? Maaf?? Aku tidak menerima maaf dari kalian karena sekarang aku sudah kehilangan Putriku"kata Nur dengan tatapan yang sangat marah, matanya hampir keluar ketika mengatakan hal itu.
" Aku mohon Nur kami kesini karena simpati dan juga perduli dengan mu"kataku sedikit memohon
" Cih... sudah lah kalian tidak akan mengerti rasanya kehilangan" kata Nur yang mulai beranjak untuk meninggalkan kami
" Kami sudah merasakan nya Nur, aku telah kehilangan janin yang aku kandung" Kataku
Seketika langkah Nur langsung terhenti dan ia menatap ku dengan tatapan tidak percaya
"Ka....kau keguguran??" tanya Nur
__ADS_1
Aku mengangguk sambil meneteskan airmata ku, rasanya kutukan itu Benar benar terjadi dan aku ingin Nur mau memaafkan ku. Nur kembali duduk untuk melanjutkan pembicaraan kami.
"Maaf kan mas Ricardo Nur aku tidak ingin kejadian ini terulang dalam kehidupan kita" kataku semakin memohon
" Baiklah tapi ada syaratnya"
" Syarat?? Syarat apa?? Setau ku memaafkan itu tidak ada syarat hanya ketulusan hatimu untuk melupakan semua masa lalu" kata Ricardo
" Tidak semudah itu mas, aku ingin kau menjadikan aku sebagai istri satu satunya selama satu tahun"
" BYarrrrrr"
Seketika aku terkejut dan begitu juga dengan Ricardo, aku sama sekali tidak menyangka bahwa Nur akan mengajukan syarat yang menurutku sangat konyol dan tidak mungkin
"Kalau tidak mau ya ngakk apa apa tapi aku pasti kan Kalian tidak akan bahagia"kata Nur
Tidak ad perdebatan lagi karena pada saat itu Nur Kerena dia memilih meninggalkan kami tanpa melakukan negosiasi lagi.
" Lihat sendiri kan??"kata Ricardo, aku bisa melihat kemarahan yang terpancar dari wajah Ricardo
" Bagaimana ini mas??" Kataku
__ADS_1
"Sudahlah sayang tidak ada yang perlu dikhawatirkan semuanya akan berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan"
" Tapi mas"
" Sudahlah aku dan kau sudah merendahkan harga diri demi sebuah maaf dan aku tidak mau mengemis lagi" kata Ricardo
Akhirnya kami pun beranjak dan mulai melupakan apa yang pernah terjadi.
Berbulan bulan lamanya setelah mengalami keguguran aku tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan lagi dan ini membuat ku teringat akan kata kata Nur yang menyebutkan bahwa kami tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan.
" Sayang kok kamu melamun sih??" Tanya Ricardo saat aku memasang kan dasinya
" Tidak mas aku hanya sedikit kelelahan" kataku berbohong
" Ya sudah sebaiknya kamu istirahat jangan kemana-mana ya" kata Ricardo sambil mengecup kening ku sebelum ia berangkat
" Mas aku khawatir jika aku tidak bisa hamil lagi, aku sangat takut"kataku sambil memandang suamiku
" Aku tidak mempermasalahkan anak sayang, memiliki mu sudah cukup jika diberikan anak ya itu bonus dari yang maha kuasa" kata Ricardo sambil mengelus pipiku dengan lembut
" Kita bulan madu lagi ya mas" kataku memberikan ide
__ADS_1
"Tunggu ya sayang jadwal ku bulan ini masih sedikit padat, bulan depan aku atur lagi"Kata Ricardo
" Baiklah " kataku dengan wajah yang lesu