Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Hanya sebuah sandiwara??


__ADS_3

Maaf ya author baru up lagi kerena begitu sibuk ditambah kesehatan yang kurang baik. Sebenarnya author ingin mengharapkan dukungan yang lebih dari para reader semua untuk kembangkan semangat kami para penulis.


kembali ke cerita ya....


Untuk menghilangkan rasa penasaran dan juga rasa cemburu yang berkecamuk di dalam hatiku, aku memutuskan untuk menemui Nur.


Dengan mental yang sudah kusiap kan aku siap untuk mengambil apa yang menjadi hak ku dan mengakui kesalahan ku kerena telah berkata yang tidak sesuai dengan hatiku


Begitu sampai di tempat Nur aku melihat Nur yang sedang sibuk dengan pakaian pakaian yang terbungkus dengan kain plastik sambil mengamati ponselnya.


"Mungkin bisnis online"


Tapi ada yang cukup Aneh tidak ada mobil Ricardo yang terparkir di depan rumah Nur mengingat ini adalah ujung Minggu dimana Ricardo sedang cuti


Nur bangkit begitu melihat kehadiran ku tampak sekali tatapan tidak suka dari wajahnya.

__ADS_1


" Dimana suami ku??" tanyaku langsung pada pokok permasalahan


" Apa?? aku tidak mengerti yang kau katakan,


" Jangan berpura pura ya, pasti kau sangat senang karena Ricardo telah menyetujui apa yang kau katakan"


" Aku tidak mengerti dan lebih baik kamu pergi atau aku akan semakin marah" kata Nur yang malah mendorong ku


" Aku ingin bertemu mas Ricardo jangan egois Nur aku masih istri mas Ricardo"


Nur akhir nya meninggalkan aku di teras rumahnya begitu saja ,ingin sekali aku masuk kedalam untuk membuktikan apakah Ricardo ada atau setidaknya aku bisa melihat barang barang Ricardo ada disana


Akhirnya aku memutuskan untuk menemui Ricardo di apartemen nya, terakhir kali ia mengatakan ia akan pindah ke apartemen sebelum ia bersama dengan Nur.


Begitu masuk kedalam Apartemen Ricardo aku sungguh terkejut karena aku melihat pemandangan yang begitu menyentuh hati.

__ADS_1


Untung nya aku memiliki Akses cards untuk masuk ke dalam Apartemen Ricardo dan ternyata ia sesn, tidur di ranjang nya. Ternyata Ricardo berbohong dengan mengatakan bahwa ia telah bersama dengan Nur. Ternyata ia masih tinggi di Apartemen nya sendiri.


Aku sungguh terharu saat melihat semua foto dan figura diriku yang terpampang di sepanjang dinding kamar Ricardo. Ternyata ia masih sama, ia masih Ricardo yang mencintai diriku.


" Dasar pembohong" kataku dalam hati sambil memperhatikan wajah tampan Ricardo yang tertidur lelap.


Aku kemudian duduk dan mengelus rambut Ricardo dengan lembut, aku melakukan nya dengan hati hati Agar dia tidak terbangun. Rasa sesak dan juga kecewa yang selama ini kurasakan kini berubah menjadi rasa lega dan cinta yang semakin besar.


" Cup"


Aku membungkuk kan badan sambil mencium bibir Ricardo yang begitu menggoda di mataku, aku mengecup nya dengan rasa cinta yang ada. Kini aku tidak perduli apakah Ricardo akan bangun dan marah.


Aku melihat mata Ricardo perlahan terbuka ketika aku ******* Bibirnya, secara refleks aku ingin bangun tapi tangan Ricardo langsung mencegahku agar aku tetap di posisi ku.


Kali ini aku tidak menahan nya lagi rasa rindu yang aku rasakan selama ini aku luapkan begitu saja.Aku dan Ricardo kembali terhanyut dalam ikatan cinta yang indah.

__ADS_1


" Jangan tinggalkan aku mas"kataku di sela sela ciuman kami dan Ricardo hanya mengangguk sambil mulai melucuti pakaian ku satu persatu hingga aku dalam keadaan polos


__ADS_2