Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Melampiaskan kemarahan...


__ADS_3

" Delanie kamu mau kemana sayang??" Tanya Ricardo sambil menahan tanganku, aku memang sudah bersiap untuk keluar dengan membawa sebuah tas jinjing kecil .


" Lepaskan aku..." Kataku dengan nada dingin, aku sama sekali tidak perduli dengan pengorbanan Ricardo yang sudah menunggu ku semalaman di depan pintu.


" Sayang....kita bicara dari hati ke hati aku yakin kau pasti bisa mengerti...aku mohon" kata Ricardo


"Sudahlah mas aku tidak ingin bicara sekarang, aku ingin pergi atau aku akan meledak di rumah ini dengan semua persoalan yang mungkin tidak ada ujungnya" kata ku


" Kita makan ya sayang setidak nya perutmu tidak sakit karena dari semalam kau yang makan" kata Ricardo sambil memegangi perutku.


" Lepaskan aku dasar bajingan..." kataku sambil melepaskan tangan Ricardo dari tanganku


Aku langsung pergi tanpa menghiraukan Ricardo tapi sebelum aku masuk ke dalam mobil, aku melihat Ricardo yang juga mengikuti ku. Aku segera keluar dan menghampiri Ricardo.


"Berhenti mengikuti ku atau kau akan menyesal" Kataku dari balik pintu mobil Ricardo, ia sudah sangat bersiap untuk mengikutiku


Ricardo pun keluar dan kembali memohon


" Kau boleh menghukum ku sayang tapi jangan biarkan aku berpisah darimu aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu sayang"


" Mungkin itu lebih baik dari pada menerima kenyataan ini"kataku sembarangan tapi Ricardo langsung membungkam mulut ku dengan tangannya, sambil menggelengkan kepala ia menangis di hadapan ku.


" Tidak.... tidak Delanie aku akan mati jika terjadi hal hal yang buruk padamu."

__ADS_1


" Persetan dengan ucapan mu Ricardo aku tidak percaya dengan semua omong kosong mu"


" Jangan ikuti aku atau kau akan menyesal seumur hidupmi" kataku sambil berlalu pergi


Benar saja ternyata Ricardo tidak mengikuti aku, aku sekarang bisa bernafas dengan lega Kerena saat ini aku ingin sekali bertemu dengan Lin, Sahabat satu satunya yang bisa mengerti dengan keadaan ku saat ini.


" Lin...." Aku menangis saat aku Bertemu dengannya, aku ingin meluapkan rasa sakit yang ada di dalam dadaku.


" Hei.... kenapa?? Apa yang terjadi?? Sepertinya kau kacau sekali" kata Lin sambil menyuruh ku duduk di Sofa ruang tamunya.


Aku memang sudah membuat janji untuk bertemu dengan Lin tapi ia menginginkan kalau aku datang kerumahnya


" Aku tidak tahu lagi Lin seperti nya keberuntungan tidak pernah memihak ku" kataku


Akupun menceritakan apa yang sedang terjadi antara aku dan Ricardo termasuk hubungan gelap nya dengan Nur di masa lalu. Aku begitu terpukul karena disaat aku mulai merasakan kebahagiaan tapi justru harus mengalami hal yang lebih menyakitkan daripada permasalahan ku dengan Zio dulu.


" Ya ampun sungguh rumit dan menyedihkan" kata Lin yang juga turut sedih dalam perjalanan yang kualami.


" Jadi apa yang akan kau lakukan selanjutnya Delanie, kalau menurut ku kau harus berbicara empat mata dan dari hati ke hati" Saran Lin


" Tapi aku bingung jika aku mendengar penjelasan Ricardo bisa saja ia berbohong dan menciptakan suasana bahwa keberadaan Ryana adalah sebuah kesalahan"


" Dengar Delanie jika kau memang mencintai Ricardo maka kau akan tahu apakah ia berbohong atau tidak" Kata Lin lagi

__ADS_1


" Maksudmu Lin??" Tanyaku


" Begini jika Ricardo jujur bahwa itu adalah sebuah kesalahan maka kau bisa tau saat menatap mata Ricardo dan jikalau Ricardo berbohong maka aku yakin kau pasti tau Delanie"


Seketika aku terdiam dan mencoba mencerna apa Yang dikatakan oleh Lin


" Aku sudah Sulit percaya Lin aku seperti nya tidak bisa percaya lagi dengan Kenyataan ini. Saat Ricardo berkata aku adalah wanita satu satunya di dalam hidupnya aku percaya dan ia cukup menyakinkan. Sekarang aku bingung apakah aku percaya atau tidak"


" Setidaknya dengarkan penjelasan nya setelah itu kau berhak memutuskan apakah aku akan kembali atau tidak"


" Ahhhhhhhh" aku menjambak rambut ku untuk mengurangi beban sakit yang aku rasa,


" Temani aku minum Lin aku mohon" pintaku pada Lin, seperti nya Alkohol akan menjadi teman Yang tepat untuk saat ini.


" Maaf Delanie aku sedang mengandung sekarang"kata Lin membuat ku terkejut sekaligus Senang mendengar nya


" Ka...u hamil??" Tanyaku meyakinkan dan Lin mengangguk sambil tersenyum, aku langsung memeluk nya dan mengatakan selamat untuknya.


" Kau harus menjaga kesehatan ya... maaf jika menambah beban pikiran mu seharusnya aku tidak datang" kataku sedikit menyesal


" Kau berkata apa Delanie aku sama sekali tidak terbebani hanya saja aku sangat sedih dengan apa yang menimpamu sayang nya aku tidak bisa membantu mu hanya kau dan Ricardo saja yang bisa menolong diri kalian dan juga pernikahan suci ini"


"Pernikahan suci?? aku rasa kau salah Lin, pernikahan ini dari awal sudah salah selain itu pernikahan ini didasari kebohongan dan atas dasar perjanjian"

__ADS_1


Lin hanya bisa menatap ku sambil menaruh rasa iba padaku tapi seperti yang dikatakan Lin semua keputusan ada ditangan ku.


__ADS_2