Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Tidak semudah itu


__ADS_3

"Dimana perawat Nur??" Kataku yang tidak melihat keberadaan nya bersama dengan Oma Geeta


"Dia sedang pulang kampung sepertinya beberapa hari belakangan ini dia sedang tidak enak badan" Kata Ricardo


" Jadi siapa yang merawat Oma??"tanyaku


" Ada perawat baru aku memintanya untuk menjaga Oma"


" O...apa Oma tidak keberatan??"


"Sama sekali tidak memangnya kenapa??"/


" Soalnya Oma sudah nyaman dengan nya" kataku


Selesai bertemu dan mengobrol bersama dengan Oma Geeta, Ricardo membawaku kesalah satu tema yang sama sekali tidak aku duga.


Ricardo membawa ku ke pusara Dady dan Mommy, sungguh hatiku sangat terkejut. Bagaimana tidak setelah Dady meninggal aku tidak pernah ke tempat ini lagi.


Ricardo dengan sigap membawakan payung di cuaca yang masih sama panas, aku turun dengan perasaan yang tidak menentu.


"Untuk apa sih kita datang kesini??" Tanyaku


Bukannya aku tidak suka datang ke sini tapi tempat ini pasti akan membuat ku terguncang dan pastinya menangis.


Benar saja melihat Nisan Dady dari kejauhan sudah membuat airmataku berlinang. Aku menangis sejadi jadinya ketikan melihat makam Mommy dan Dady yang sudah tenang bersama di surga.


" Hikssss aku sekarang sendiri Mommy, Dady aku tidak punya tempat untuk mengadu, aku kesepian" Keluhku sambil memegang Nisan Mommy.


Ada kerinduan yang menyesak terlepas dari kesalahan kesalahan yang mereka lakukan. Ricardo memegang punggung ku agar aku tidak ambruk dan tanpa sadar aku bersender di pundaknya.


" Aku akan menjaga Delanie tuan Okta, ijinkanlah aku menikah dengannya"

__ADS_1


Kata kata Ricardo seketika membuat ku terkejut, aku kemudian bangkit dan melihat ke arah Ricardo.


" Aku mohon tolong restui kamu aku bersumpah akan menjaga Delanie Semampuku. Aku berjanji tidak akan menyakiti putri semata wayang kalian tapi jika dia yang menyakitiku maka itu tidak masalah"


Ricardo kemudian berdoa agar pernikahan kami berjalan dengan lancar,dan sebelum pergi kami menabur kan bunga yang dibawa Ricardo dalam sebuah kantong kresek.


Makam Dady dan Mommy bukanlah di tempat pemakaman umum, anehnya Ricardo bisa mengetahui padahal makam itu berada dalam sebuah tanah keluarga yang dijadikan tempat peristirahatan bagi keluarga Okta Terdahulu.


Aku dan Ricardo kembali pulang dengan pertanyaan yang muncul di benakku, aku masih penasaran dengan sosok Ricardo ini.


" Untuk apa kau berjanji di hadapan mommy dan Dadyku" Tanyaku dalam mobil ketika kami akan kembali


" Loh... memang nya kenapa?? seharusnya kamu senang aku tidak seperti yang lain yang hanya bisa menyakiti kamu. Aku ingin aku percaya bahwa aku serius terlepas dari bagaimana aku mendapatkan mu"


" Tolong lah tuan Ricardo aku tidak ingin terjerat dan kecewa untuk ke 3 kalinya, jangan terlalu membuatku menjadi takut" kataku


" Takut?? Kau takut?? kenapa?? apa aku menyakiti mu??"


"Ha.......ha....."


Ricardo tertawa lepas hingga membuat ku keheranan


" Ya ampun Aku tau malam tuan Okta Karena pada saat dia meninggal aku datang dan aku adalah salah satu orang yang ikut dalam penguburan nya"


" Hah?? Benarkah?? Aku tidak percaya" kataku


" Saat itu kau masih bersama dengan Zio, Bagaimana mungkin kau memperhatikan kehadiran ku. Aku melihat kau dan Zio selalu bersama" kata Ricardo


" Mengapa kau selalu memperhatikan aku dan Zio,?? apa kau tidak Senang aku bersamanya atau jangan jangan kau juga merencanakan Agar kami bercerai"


Seketika Ricardo menghentikan mobilnya dan menatap ku dengan dalam hingga aku jadi benar benar takut..

__ADS_1


" Aku bukan lelaki sekotor itu Delanie,aku tidak berniat merebutmu dari Zio tapi dia sendiri yang memberikan mu. Aku mengenal mu tapi aku tidak tahu pribadi mu yang menilai orang seenak nya"


Rupanya kemarahan Ricardo terpancing karena kata kata ku,


" Tapi aku benar kan?? Kau tahu segalanya tentang ku apapun yang kulakukan kau tahu?? apa kau seorang penguntit??"


" Hentikan Delanie..." bentak Ricardo


" Itu aku lakukan karena aku mencintaimu..." kata Ricardo akhirnya


Aku cukup tertegun mendengar pengakuan cinta dari Ricardo tapi aku tidak akan percaya begitu saja.


"Dasar pembual aku tidak yakin, aku baru saja mengenalmu dan kau sudah mengatakan cinta dan setelah itu kau akan meninggal ku begitu saja. Aku tahu lelaki seperti kalian"


Aku membuka pintu dan keluar dari sana kekecewaan ku kepada Zio kini berimbas pada Ricardo. Sampai saat ini kenangan bersama Zio tidak akan bisa aku lupa kan


Hatiku masih terasa pedih Walaupun aku mencoba untuk tegar dihadapan semua orang. Sesungguhnya aku sangat rapuh karena kegagalan sebanyak 2 kali.


" Delanie"


Ricardo memanggil dan mengejar diriku hingga aku lelah dan akhirnya menangis di pelukan Ricardo.


" Jangan pergi jika kau sudah menemukan kebahagiaan mu dan jika itu tidak bersamaku maka pergilah. Tapi dia juga harus memperjuangkan mu, percaya lah aku melakukan ini untukmu"


Aku tidak perduli dengan kata kata Ricardo, aku terlalu kecewa dengan kehidupan yang tidak memihak padaku. Cintaku selalu saja layu ketika sudah berkembang dan itu membuat ku benar benar kecewa.


" berhenti lah menangis kau membuat ku semakin bersalah" kata Ricardo


" Ini semua salahmu" Kataku sambil memukul dada Ricardo yang masih saja memelukku dengan erat


" Baiklah aku yang salah, seharusnya aku tau tidak semudah itu kau melupakan masa lalu yang begitu buruk. Tapi bukan berarti pernikahan kita akan diundur, kau akan dalam perlindungan ku sampai aku menemukan kebahagiaan sejati"

__ADS_1


__ADS_2