
Aku sangat kelelahan tapi begitu berendam dan juga mandi dengan aroma therapi membuat kelelahan yang aku rasakan banyak berkurang.
Aku hanya merasa kan ngilu di seputar Kakiku aku kemudian duduk di ranjang dan merasakan kenyamanan.
" Kretttttt"
Tiba tiba saja pintu kamar terbuka membantu aku sangat terkejut, ternyata Ricardo datang dengan membawa sebotol minyak ditangannya.
"Kamu ngapain sih?? jangan bilang...." Kata ku sambil menahan Ricardo
"Kita tidak tidur sekamar kan??" Kataku lagi
"Ya ampun Delanie sayang kamu tidak usah khawatir, aku bisa tidur di Sofa. Lagipula aku tidak mungkin tidur sekamar dengan Oma" Kata Ricardo semakin mendekat ia bahkan sekarang duduk di hadapan ku
"Ini di luar kesepakatan" kataku lagi
Aku memang membuat kesepakatan sebelum menikah dengan Ricardo, aku membuat kesepakatan yang tentu saja menguntungkan diriku.
Salah satu kesepakatan itu adalah kalau aku tidak mau tidur seranjang dengan Ricardo.
Ricardo menyetujui apa saja yang aku buat, ia mengiyakan segala permintaan ku termasuk jika aku ingin kembali menari.
"Iya Delanie sayang, kamu tenang saja" Kata Ricardo
Ia kemudian membuka botol kecil yang ada ditangannya, ia kemudian mengambil isinya yang ternyata minyak urut dengan wewangian rempah rempah.
Ricardo menarik kakiku hingga aku spontan berteriak tapi ia malah santai dan mulai memijit Kakiku dengan lembut.
"A...apa yang kau lakukan??" Tanyaku sambil menatap Ricardo, tapi ia tetap melakukan pijitannya.
__ADS_1
Aku merasa tidak enak melihat perhatian Ricardo padaku.
" Ini sudah cukup kakiku sudah merasa baikan"kataku tapi Ricardo tetap saja tidak perduli.
" Sebenarnya untuk apa sih kau lakukan ini??" Tanyaku
" Aku hanya menjalankan sumpahKu Delanie, aku ingin benar-benar menjalankan tugas sebagai suami mu" Kata Ricardo
" A....apa??" Aku sangat kaget dengan ucapan Ricardo
" Bagiku pernikahan ini suci terlepas dari apa pendapat mu. Aku akan menganggap mu sebagai istri ku walaupun kau tidak menganggap ku."
Kata kata itu seperti tamparan yang cukup keras buatku, kini hatiku semakin gelisah karena aku mengira kalau Ricardo tidak jauh berbeda dengan Zio.
" Untuk apa kau melakukan itu, aku rasa percuma saja" kataku lagi.
" Setidaknya melakukan nya untuk diriku dan juga kau dan satu hal lagi aku tidak akan berdosa di hadapan Tuhan. Kau tau pernikahan kita terjadi atas Seijin dan kehendak Tuhan" kata Ricardo membuat ku semakin terpukul.
Selama Ricardo di kamar mandi aku merenung kan apa yang dikatakan oleh Ricardo. Sekarang aku sudah menjadi istri yang sah Dimata hukum dan agama. .
"/Jangan terpengaruh Delanie, Kau tidak akan jatuh kedalam lubang yang sama lagi" Kataku pada diri sendiri
Ricardo Keluar dengan hanya menggunakan celana boxer dan juga handuk yang tergantung di lehernya. Melihat Ricardo ada di depan kamar mandi akupun berpura pura tidur.
"Ternyata kau sudah tidur" kata Ricardo
Aku pun mendengar suara hentakan kaki yang semakin mendekat ke arahku, aku sebenarnya sangat gugup tapi aku berusaha untuk terus berpura pura tidur
Ricardo berhenti di dekat ku entah apa yang terjadi aku merasa ia lebih dekat padaku. Aku menyesal telah berpura pura tidur,
__ADS_1
"Cuppp"
Aku merasa kan bibir dingin Ricardo menyentuh kening ku, aku juga bisa merasakan wangi menthol yang berasal dari nafas Ricardo.
"Selamat tidur sayang".
Ricardo mengelus rambut ku sebelum akhirnya dia melangkah dan menjauh dari ranjangku. Sebenarnya aku ingin protes ketika ia mencium kening tapi ibarat senjata makan tuan. Jika aku terbangun maka aku akan malu karena hanya berpura pura tidur.
"Ah.... mengapa hidup serumit ini ??" Keluhku dalam hati
Selama 30 menit aku hanya diam sambil memandang Langit langit kamar hotel hingga aku tidak mendengar suara apa apa .
Aku dengan pelan perlahan bangkit dan melihat Ricardo yang ternyata tidur di Sofa. Ia tampak sudah tertidur pulas tanpa mengenakan selimut.
Aku merasa kasihan dan kemudian mengambil sebuah selimutku dan menyelimuti Ricardo yang tampak sudah pulas.
Beberapa detik aku memandangi wajah Ricardo, menurutku ia cukup lumayan tampan dan juga baik. Ketika aku akan kembali ke ranjang ku tiba tiba saja Ricardo menarik tanganku dengan kuat
"A....a..."
Aku berteriak karena tubuhku tertarik dan kini aku menindih tubuh Ricardo. Ia langsung saja memelukku
" Apa yang kau lakukan??" Kataku sambil berusaha bangkit tapi pelukan Ricardo semakin kencang
" Kau ternyata perduli padaku Delanie, aku kira kau wanita yang benar benar dingin"
" Ah.... lepaskan aku, atau kau akan menyesal" ancamku
" Baiklah...."
__ADS_1
Ricardo akhirnya melepaskan ku dan aku segera kembali ke ranjang sambil mengomel tidak jelas. Aku sangat kesal kerena Ricardo sudah membodohi ku.