
Aku terbangun saat mendengar suara Pintu kamar dibuka, aku segera menoleh ke samping ku untuk melihat Apakah Zio sudah kembali
"Dia belum kembali"
Hatiku mendadak cemas dan kemudian aku langsung menyalakan lampu dengan sebuah remote kecil yang ada di meja yang berada di samping ranjang ku.
" Pranggggghh"
Aku sungguh terkejut saat mendengar sekaligus melihat sebuah botol berisi minuman berserakan di atas lantai.
" Dasar wanita murahan"
Aku melihat Zio yang sudah berjalan sempoyongan, aku bergegas turun dari ranjang dan memakai sendal agar tidak terkena beling yang sudah berserakan di lantai.
Aku semakin takut jika Zio sampai terpental ke lantai dan malah melukai dirinya.
" Ya ampun jangan" kataku saat Zio hendak terjatuh untungnya aku segera menahan tubuh Zio yang beratnya sungguh terlalu
" Ada apa dengan mu Tuan?? mengapa kau selalu menyusahkan ku" kataku sambil menuntun Zio ke ranjang
Sialnya Zio malah mendorong ku dengan kuat hingga kau terpental dan bagian siku tanganku luka karena terkena pecahan dari botol yang berserakan di lantai.
"Awwww"
Rasanya begitu sakit dan perih ,aku berusaha untuk bangun dengan perlahan agar aku tidak semakin melukai diriku sendiri.
Aku berhasil bangun dan saat itu aku sudah melihat Zio yang terbaring dengan mulut yang masih belum bisa diam.
" Tega sekali lelaki brengsek ini"kataku sambil menatap Zio dengan geram
" Wanita ular, pengkhianat mata duitan"
__ADS_1
Begitu banyak Omelan yang terdengar dari mulut Zio, aku tidak tahu pada siapa Kalimat itu dilontarkan.
Aku membiarkan nya dan lebih memilih mengobati luka yang ada di tanganku, aku mengobatinya dengan menggunakan air hangat dan juga mencucinya dengan air sabun di dalam kamar mandi
" Awwwww"
Rasanya sungguh pedih bahkan aku harus mencabut beberapa beling yang tertancap di tangan kanan ku dan mengobati nya seadanya.
Aku menatap cermin untuk melihat wajahku, aku begitu kusut kerena aku merasa kelelahan.
" Apakah mimpi buruk baru akan dimulai?? apa ini karma dari perbuatan Dady?? apa yang akan terjadi selanjutnya??
Banyak pertanyaan yang muncul di pikiran dan benakku, aku merasa pernikahan ini tidak akan bertahan lama.
Aku merasa pernikahan ini akan berujung dengan perceraian, apa yang terjadi sekarang akan lebih buruk lagi karena aku menikah dengan orang yang salah
Aku kembali kamar dan mencoba mencari alat pembersih untuk membersihkan pecahan beling yang ada di lantai. Sayangnya aku tidak menemukan nya aku hanya bisa melihat Zio yang sedang tidak dengan mulut yang menganga.
Aku mendekat untuk melihat wajahnya aku hanya bisa menghela nafas panjang untuk menambah kesabaran di hatiku.
Sebenarnya setelah kejadian itu aku tidak bisa memejamkan mataku, aku masih bertanya apa yang membuat Zio sampai mabuk dan memaki para kaum wanita.
" Apakah Zio sedang Pati hati?? apa Zio memiliki kekasih seorang pengkhianat?? apa Zio kecewa??? apa yang terjadi dengan lelaki ini??"
Tentu saja aku tidak mendapatkan Jawaban dari pertanyaan ini, aku memang tidak mengetahui hal hal yang bersifat pribadi mengenai kehidupan Zio
Aku mengkhayal sambil menahan rasa sakit yang masih terasa di sekitar tanganku, luka luka itu membuatku tidak bisa tertidur hingga pagi hari
------------------------------------------------------------------------------.
"Kaka Delanie"
__ADS_1
Suara cempreng Yuna membuatku beranjak dari tempat tidur ku, aku baru menyadari bahwa matahari sudah mulai menampakkan diri.
Aku bisa melihat sinar fajar yang mulai masuk ke dalam kamar hotel, akupun beranjak dan membuka pintu untuk Ayuna
" Apa yang terjadi Kak??"
Yuna sudah melihat luka di tanganku dan bisa ditebak ekspresi nya terlihat kaget melihat tanganku.
Yuna langsung bangun untuk melihat kondisi kamar dan juga kondisi Zio.
" Apa semalaman kak Zio mabuk lagi??" tanya Yuna
" Begitu lah" kataku
" Ya ampun bahkan setelah menikah pun kak Zio tidak berubah, ini pasti karena wanita ****** itu" kata Yuna membuat ku penasaran
" Wanita ******?? siapa maksud ku Yun?? apa Yang terjadi dengan Zio selama ini?? Mengapa Zio menjadi lelaki yang dingin dan juga kejam??"
Begitu banyak pertanyaan yang aku lontarkan dan Yuna hanya terdiam sambil menatap ku. Aku tahu dia pasti ragu menceritakan masa lalu Zio, karena bagaimanapun dia adalah kakak Dari Yuna.
" Aku tidak tahu harus mulai dari mana kak Delanie, aku juga sudah putus asa untuk kak Zio"
" Katakan saja aku siap mendengar apapun tentang Zio, aku ingin tahu mengenai suamiku Yuna. Aku begitu tersiksa dengan semua keadaan ini. Kalau kau bersedia aku akan sangat berterima kasih"
" Ahhhhh... tidak hari ini kak, cerita nya cukup panjang. Lebih baik sekarang kita obati luka kakak dan segera merapikan kamar ini sebelum Kak Zio bangun"
" Tapi..." kataku
" Jangan membuat Kak Zio semakin marah jika ia bertanya apa yang terjadi semalam, sebaiknya kakak diam saja"
" Bagaimana mungkin aku bisa diam Yuna,kakakmu sudah bertindak keterlaluan padaku, aku ini korban dari masa lalu yang ia alami"
__ADS_1
Jangan lupa like, komen vote,dan juga follow author ya.... dukungan kalian begitu berarti bagi author untuk tetap semangat
Maaf jika banyak typo dimana mana, Author tidak ad waktu untuk memeriksa nya...