Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Jadilah istri yang baik


__ADS_3

Pagi itu aku mendapat kejutan dengan kedatangan Bi Jida pagi ini, aku langsung memeluknya hingga semua orang yang ada di keluarga Zacheri keheranan melihat kedekatan kami.


" Wah belum pernah kak Delanie sesenang ini" kata Yuna


" Ini Bi Jida dia sudah seperti ibu bagiku" kataku memperkenalkan Bi Jida


" Wahhh kak Delanie sungguh hebat bisa memiliki ibu pengganti" kata Yuna


Aku langsung mengajak Bi Yuna masuk kedalam kamar ku, untung nya Zio sudah berangkat lebih awal sehingga aku bisa membiarkan Bi Jida masuk kedalam kamar ku.


" Aku seperti nya betah menjadi Istri tuan Zio ya, sampai sampai aku tidak mengingat ku"kata Bi Jida


Tapi saat ia melihat kondisi kamar kami Bi jida terdiam, aku tahu ia terkejut ketika dua ranjang dalam kamar yang sama.


" Silahkan duduk Bi, Bagaimana kalau aku buatkan kopi Seperti nya ia itu enak dengan roti buatan Bibi"


" Tidak usah non, biar bibi yang bikin nanti"


Bi Jida datang membawa beberapa makanan kesukaan ku, aku memang sering mengeluh karena aku selalu merindukan masakan nya.


Walaupun Dady sudah meninggal, Bi jida tetap sebagai Asisten rumah tangga yang bertugas untuk membersihkan kediaman keluarga ku.


Bi Jida sering mengeluh ia merasa sangat kesepian karena tidak ada Dady dan juga diriku. Kini perusahaan Okta grup berada di naungan perusahaan Zacheri.


Aku langsung saja bercerita tentang apa yang terjadi pada ku, aku menceritakan bagaimana kondisi rumah tangga ku yang masih belum stabil.


Walaupun demikian Zio sudah banyak berubah dan mulai menghargai keberadaan ku.

__ADS_1


" Jadi kalian belum melakukan nya??" kata Bi Jida menebak


Aku langsung terdiam dan mengangguk kan kepalaku, aku memang belum sampai ke tahap itu dan baru tadi malam aku menolak untuk melakukan hal itu.


" Aku rasa aku masih butuh proses Bi, aku takut sekali jika sudah melakukan nya Zio malah melirik wanita lain juga. Aku trauma jika mengingat kelakuan Dady, itu menjadi alasan kedua selain cinta yang masih belum kuat diantara kami.


Aku takut kecewa aku takut jika membayangkan kelakuan Dady yang jelas dalam ingatan ku.


" Ada hal yang harus kami ketahui Non Delanie" kata Bi Jida


" Tuan Okta adalah lelaki yang paling setia" kata Bi Jida lagi


" Ah....Bi Jida jangan membelanya aku mengenal Dady dengan cukup baik" kataku


" Apa kau pernah melihat Tuan Okta ketika ibumu masih hidup??"


" Saat itu aku masih kecil dan aku rasa Mommy juga mengetahui nya atau jangan jangan mommy sakit karena menahan beban yang sangat berat"


" Tidak mungkin jangan membuat citra Mommy buruk dihadapan ku" kataku tidak terima


"Tapi itu adalah kenyataan nya, Nyonya Okta lah yang mengkhianati Tuan besar" kata Bi Jida


" Aku.. masih tidak mengerti" kata ku


Akhirnya Bi Jida menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan rumah tangga Dady dan Mommy. Ternyata Mommy sudah melakukan perselingkuhan dengan mantannya hingga membuat Dady begitu terpukul dan terluka saat mengetahui nya.


Walaupun demikian Dady tidak pernah bisa menceraikan Mommy bahkan saat Mommy sakit Dady begitu setia walaupun dalam keadaan yang diam.

__ADS_1


" Masa masa itu adalah masa yang paling buruk dalam hidup Tuan Okta, bahkan bisnis yang dijalankan oleh keluarga Okta hampir saja mengalami kebangkrutan"


Aku terdiam mendengar cerita Bi Jida ternyata perlakuan Dady pada wanita wanita adalah bentuk kekecewaan nya kepada Mommy.


Aku sungguh menyesal telah bersikap sangat buruk dan selalu bertengkar dengan Dady.


" Mengapa baru sekarang Bi ?? Mengapa??" kata ku protes


" Tuan Okta melarang ku membicarakan nya dia tidak ingin citra nyonya rusak dihadapan mu"


Aku terdiam...aku cukup terkejut mendengar nya. Wanita anggun yang memiliki citra yang sempurna di mataku kini runtuh berganti dengan rasa kecewa yang begitu dalam.


" Aku benci mommy" kataku sambil menangis


" Tidak baik berkata seperti itu, beliau sudah tenang dan dia tetap menjadi ibu yang terbaik bagimu"


" Mommy jahat sekali" kataku


" Dia hanya manusia kesibukan tuan Okta membuat nya melakukan itu walaupun Cinta tuan Okta begitu besar tapi waktu yang ia berikan begitu sedikit" kata Bi Jida


" Ah.... Mengapa aku harus mendengar cerita sedih ini sekarang Bi?" kataku


" Yang penting kamu sudah tau dan aku harap aku bisa mengambil hikmah dari semua kejadian ini" kata Bi Jida sambil menepuk punggungku.


" Jadilah istri yang baik, kau harus berusaha menjaga rumah tangga dan kesetiaan" kata Bi Jida


Akupun mulai menyadari tugasku sebagai istri, aku tahu walaupun aku menikah karena terpaksa tapi aku harus menjalani tugasku sebagai istri Zio.

__ADS_1


" Aku tidak tahu apakah aku mampu Bi"


" Harus bisa Bibi yakin kau bisa melewati nya" kata Bi Jida


__ADS_2