Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Bertemu Zio....


__ADS_3

"Kau sudah siap sayang??" Tanya Ricardo yang sudah siap dengan Tuxedo hitam dan juga penampilan yang cukup rapi.


Agenda hari ini aku dan Ricardo akan menghadiri sebuah acara penting yaitu sama dengan acara yang dihadiri dengan Zio tahun lalu.Aku ingat betul bagaimana aku dan Zio datang. Sebenarnya aku menolak untuk ikut tapi Lagi lagi Ricardo mengeluarkan jurus maut nya untuk membujukku ikut kesana


" Mas... sebenarnya"kataku ingin berusaha menolak


" Tidak sayang aku tidak menerima penolakan" kata Ricardo dan membekap mulut ku dengan ciuman lembut.


"Apa kau takut bertemu Dia??"tanya Ricardo


" Dia?? siapa??" tanyaku berpura pura bingung padahal aku kalau yang dimaksud oleh Ricardo adalah Zio


" Ya sudah kita pergi"


Ricardo menggenggam tanganku dengan erat dan membawaku menuju mobil yang dikendarai oleh Pak Markus. Sejak kembali nya harta Okta ke tanganku Ricardo Sangat bijak dalam bersikap. Selain mempekerjakan semua asisten yang ada di rumah keluarga Okta ia juga selalu memberi tahukan perkembangan apa saja yang terjadi sementara aku dibiarkan fokus dalam dunia tariku.


" Tidak semuanya sukses hanya kerena bisnis sekarang banyak jalan untuk menuju kata sukses apalagi ditambah kemajuan yang sangat mendukung"


Sebenarnya Ricardo menyarankan agar aku memiliki YouTube channel sendiri sayang nya aku belum bersedia.


Kamipun sampai di tempat acara dan masih sama dengan tahun lalu. Sebenarnya aku sangat malu karena tahun lalu aku menemani Zio tapi tahun ini aku sudah bersama dengan Ricardo.


Aku sedikit gugup dengan keadaan yang sama au berharap orang orang tidak terlalu memperhatikan aku. Ricardo tetap membuat aku percaya diri dengan memperkenalkan aku sebagai istri nya di hadapan para teman teman bisnis nya.


Aku sedikit bernafas lega Kerena mereka tidak terlalu mengenal aku Sebagai mantan istrinya Zio.Ya... itu memang wajar karena Zio tidak pernah memperkenalkan aku Kepada teman ataupun sahabat nya.


" Syukurlah"


Ricardo mengajakku ke salah satu kursi yang sudah disediakan dan pada saat itulah aku melihat Zio yang datang dari arah yang berlawanan.


Entah kenapa jantung ku berdegup cukup kencang. ketika melihat sosok laki laki yang pernah menghiasi hari hariku.


Ricardo seolah mengerti ia langsung memeluk pundak ku dan membawaku ke kursi untuk duduk.


" Uhhhhhh" hatiku terasa lega ketika aku berhasil melewati Zio tanpa menatap wajahnya, aku berusaha semaksimal mungkin untuk tidak melihat Zio.

__ADS_1


Acarapun berlangsung seperti seharusnya dan Ricardo mendapatkan beberapa penghargaan yang cukup bisa dibanggakan. Saat Ricardo menyampaikan rasa syukur ia mengucapkan kata kata yang membuat ku semakin melayang.


" Ini untuk istriku Nyonya Ricardo yaitu Okta Delanie, aku bersyukur memiliki wanita sehebat dan secantik dia. Aku mencintaimu sayang..."


Aku sangat malu kerena Ricardo mengucapkan kata kata cinta di hadapan semua orang, aku hanya tersenyum saat mendengar tepukan tangan yang begitu meriah untuk Ricardo.


" Aku menyukaimu Ricardo"


Ricardo kembali ke kursi di sebelah ku dan memberi kan penghargaan itu untukku. Jujur sebagai seorang wanita aku sungguh tersanjung, sikap Ricardo membuat ku kagum bertubi tubi padanya.


"Ini sungguh berlebihan tuan, kau membuatku malu" Kataku


" Aku tahu kau senang sayang... bukankah kau sudah berjanji akan membahagiakan mu dan melakukan hal hal di luar ekspektasimu" kata Ricardo yang semakin membuat ku meleleh


" Baiklah terimakasih ya...aku ingin ke toilet dulu" kataku sambil meninggal kan Ricardo dan menitip tasku padanya.


Aku berjalan ke kamar mandi dengan wajah yang masih tersenyum senyum, kata kata manis Ricardo di atas ia panggung masih memenuhi hatiku.


"Apa kabar Delanie?"


" Zio..." desisku.


Zio ternyata sudah menunggu ku di balik pintu toilet wanita


" Kau??"kataku masih dengan tatapan tidak percaya


" Untuk apa di kesini??"


"Apa kau baik-baik saja?? Apa kau bahagia??" Tanya Zio


" Untuk apa kau menanyakan hal itu tuan Zio?? Itu bukan urusanmu lagi" Kataku dengan tegas


" Oh ya?? Aku masih punya perjanjian dengan Ricardo, kau bisa kembali jika kau menginginkan nya"kata Zio membuat ku kaget'


" A...apa maksud mu?? Dia bukan orang seperti mu" kataku lagi

__ADS_1


" Ha....ha....jangan naif Delanie dia sama seperti aku. Setelah habis pasti dibuang" kata Zio


Seketika aku seperti mendapat pukulan yang cukup keras, rasanya hatiku kembali hancur mengingat diriku hanyalah wanita taruhan.


" Jangan mencoba memprovokasi nya Zio sekarang dia milikku" kata Ricardo yang turut hadir dalam pembicaraan itu.


Aku menatap dua lelaki ini aku rasanya seperti mainan yang tidak punya harga diri. Aku kembali merasakan sakit kepala jika mengingat kejadian itu.


" Sudahlah Ricardo aku tau lelaki seperti mu, kau menginginkan milik orang lain tidak bisa dijamin jika ku tidak melakukan nya lagi dan mencantumkan Delanie" kata Zio


"Hentikan Zio jangan menjadi duri dalam pernikahan kami" Kata Ricardo yang sudah mulai mengepal kan tangannya.


Beberapa menit mereka beradu mulut hingga aku benar-benar pusing dan harus percaya pada siapa.


"Hentikan" kata ku berteriak dan mereka pun berhenti sambil melihat ku


" Hentikan aku tidak ingin mendengar apa apa lagi sekarang dan biarkan aku memikirkan masalah ini. Dan kau tuan Zio kita sudah berakhir dan aku harap anda tahu batasan dalam mencampuri urusan pribadi rumah yang kami"


" Tapi aku mencintaimu Delanie....aku tau aku salah dan aku ingin kembali" kata Zio membuat ku seketika terdiam.


" A... apa??" Kataku dengan tatapan tidak percaya, dulu aku sangat mengharapkan pengakuan itu tapi aku tidak pernah mendengar nya malah aku dicap sebagai wanita murahan


" Kau bisa kembali karena itu hakmu dan Ricardo tidak bisa menghalangimu karena itu sudah ada dalam perjanjian"


" Apa??" Aku semakin kaget dan penasaran dengan isi perjanjian tersebut, aku benar benar seperti barang yang dioper kesana kemari


" Ceraikan dia dan kembalilah padaku" pinta Zio


Saat itu aku menatap Ricardo yang hanya diam saja, dia menatap ku dengan tatapan hancur, Aku tahu ada ketakutan disana.


Aku langsung menghampiri Ricardo dan langsung mencium nya di hadapan Zio. Aku dengan berani ******* Bibir Suamiku di depan Zio.


" Delanie" Zio menarikku dari pelukan Ricardo, Ricardo ingin memukul Zio dihadapan ku tapi aku Segera melarangnya.


" Kenapa?? aku mencium suami ku, apa itu murahan?? dan asal kau tahu aku sudah memberi kan segala nya untuknya termasuk hatiku jadilah berhenti lah menggangguku"

__ADS_1


Aku menarik tangan Ricardo untuk meninggalkan Zio yang berdiri tegak disana. Aku rasa itu adalah hukuman yang setimpal untuk lelaki yang sudah mencampakkan ku begitu saja.


__ADS_2