
Sebuah perayaan yang cukup besar dilakukan oleh Mrs Winnie untuk merayakan kebersihan pentas seni yang kami lakukan.
Pentas itu bisa menarik perhatian dari sebagian besar masyarakat dari berbagai kalangan hingga dalam waktu beberapa bulan lagi sepertinya kami akan melakukan pentas lagi.
Seharusnya aku bahagia apalagi pada saat itu aku adalah pemain peran utama, tapi justru hal berbeda kurasakan saat itu.
Tentu saja itu kerena Dady, perkataan nya yang menyinggung perasaan Ben membuat ku merasa terbebani.
Apalagi aku sudah menghubungi Ben beberapa kali baik melalui panggilan, chat serta pesan suara tapi sepertinya Ben sengaja mematikan ponselnya
" Selamat untuk kita semua, ini pencapaian kita yang cukup besar. Terimakasih untuk semua dan untuk kerja keras nya , kalian akan mendapatkan honor yang sesuai"
Langsung saja ucapan Mrs Winnie disambut dengan tepuk tangan yang cukup meriah apalagi kami akan mendapatkan honor yang bisa dibilang cukup lumayan.
Setelah menghabiskan waktu bersama akhirnya acara yang kami selenggarakan selesai dan itu sudah menunjukkan pukul 4 sore.
Berulang kali aku memeriksa ponselku, aku berharap sekali Ben menanggapi ku setidaknya aku bisa lebih tenang.
" Drffffffg" ponsel ku akhirnya bergetar saat aku keluar dari gedung kelas tariku
Dady memanggil...
Seketika lutut ku lemas, aku tidak bersemangat untuk berbicara dengan Dady tapi aku harus tetap bersikap sebagai anak yang menghormati orang tua nya.
" Halo Dady..." kataku dengan malas
" Temui Dady di Les amis restauran, Dady menunggu mu" kata Dady tanpa basa basi
Bahkan aku belum mengiyakan permintaan Dady dia sudah mematikan ponselnya dan lagi lagi aku harus mengalah
Aku menemui Dady di restauran yang ia maksud, ia bahkan sudah duduk dan memesan minuman untuk kami berdua.
__ADS_1
Akupun duduk di hadapan Dady, dan kali ini Dady pasti akan membahas mengenai Ben
" Delanie Dady ingin kamu menikah!!" kata Dady membuka pembicaraan kami dan aku yang mendengarnya hanya bisa menelan ludah
" Jangan bercanda Dady" kataku sambil memutar sedotan di minuman yang dipesan oleh Dady untukku.
Aku sebenarnya tau Dady tidak bercanda apalagi kulihat Dady mengatakan nya dengan mimik yang serius
" Delanie Dady serius"
" menikah?? tidak mungkin dan lagipula aku tidak ingin menikah" kataku acuh, pernikahan masih sangat jauh dari pikiran ku.
" Menikah dengan Ben pun tidak apa apa, yang penting setelah menikah kalian harus mengurus bisnis Dady" kata Dady
Antara percaya dan tidak aku cukup senang dengan keputusan yang diberikan oleh Dady. Masalah nya aku tidak tahu kalau Ben akan setuju untuk menikah dalam waktu dekat.
" Benarkah Dady?? " kataku meyakinkan keputusan yang dibuat oleh Dady.
Yah.... sekarang aku tahu ternyata Dady tidak datang untuk melihatku tapi ia sengaja datang untuk membicarakan hal ini padaku"
Sebenarnya aku benar benar marah dan bodohnya aku percaya kalau Dady terbang ke kota ini ingin melihat putrinya.
" Ini tidak adil Dady walau bagaimanapun aku ingin menikah dengan orang yang kucinta dan mencintai ku"
" Tidak ada penawaran atau aku akan langsung menikah kan mu dalam waktu dekat ini"
" Dady tidak punya hak untuk masalah pernikahan ku, aku ingin menikah jika aku sudah siap dengan orang pilihan ku"
" Sampai kapan Delanie?? Usai kami akan mengunjungi 25 tahun, Dady sudah semakin tua dan Dady ingin melihat kamu menikah sebelum Dady meninggal"
" Meninggal?? jangan bercanda Dady, usia Dady masih 50 tahunan, lagipula Dady akan baik baik saja sampai memiliki cucu"
__ADS_1
" Umur tidak ada yang tahu nak, kabulkan keinginan Dady" kata Dady dengan nada suara yang melunak dan lebih pelan
" Daddy mohon!!!" kata Dady semakin memelas
" Jangan membuat ku tersudut Dady keputusan ku tidak akan berubah" kataku dengan tegas
'' Dady hanya menginginkan kamu menikah nak, tidak ada yang lain"
Ah....Aku tidak sanggup melihat wajah memelas Dady dan akupun terpaksa mengatakan untuk memikirkan nya lagi.
" Mengapa Dady menyuruh ku menikah dalam waktu dekat?? apa yang terjadi?? apa jangan-jangan ini semua menyangkut bisnis Dady??
Berbagai pertanyaan muncul di benakku hingga aku tidak bisa berpikiran jernih bahkan panggilan dari Mrs Winnie yang sudah tiga kali aku abaikan.
Sekarang aku mencoba memikirkan cara bagaimana agar Aku dan Ben bisa menikah dalam jangan waktu yang ditentukan oleh Dady. Walaupun aku tau Ben pasti tidak akan berencana tidak menikah dalam waktu dekat.
Aku kembali menghubungi Ben dengan ponselku, hatiku langsung bergembira saat mendengar suara Ben yang sudah menghilang satu harian ini.
" Ben apa kamu baik baik saja?? apa kamu masih marah?? bagaimana keadaan mu Sekarang dan mengapa ponselmu tidak bisa dihubungi??"
Aku mencecar Ben dengan beberapa banyak pertanyaan,aku tidak sabar untuk menanyakan itu semua
" Aku baik baik saja Delanie aku hanya sedang ingin tenang saja. Bagaimana denganmu?? bagaimana dengan uncle?" tanya Ben yang masif saja memperhatikan kondisi Dadyku
" Oh....dia baik baik saja" kataku
" Dia begitu menyayangi mu Delanie, dia ingin kehidupan yang terbaik untukmu dan Seperti nya bukan bersama dengan mu"
Kata kata Ben seolah menghancurkan kepercayaan ku dengan yang namanya Cinta, secepat Itu Ben menyerah??
" Ben aku ingin berbicara dengan mu Secara langsung, aku ingin membicarakan hal yang menyangkut masa depan kita" kataku sambil mengakhiri pembicaraan kami.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen vote dan follow author ya... Terima kasih untuk dukungan kalian yang sangat berarti bagi author