Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Permintaan perawat Nur


__ADS_3

"Ikut aku Delanie aku mohon" Kata Nur


" Untuk apa?? Aku tidak ada urusan dengan mu berhenti lah mengganggu ku"


Sebenarnya beberapa hari ini aku selalu di ganggu oleh perawat Nur setelah mengantar nya ke makam Nenek Geeta ia memintaku untuk ikut dengannya


Awalnya aku menolak kerena aku merasa ada sesuatu yang buruk akan terjadi tapi tatapan Nur yang begitu menyedihkan membuat ku berpikir apa yang sebenarnya ingin dikatakan oleh Nur


" Aku mohon" kata Nur sambil memohon bahkan sekarang ia berlutut di hadapan ku


" Aku tidak mengerti apa yang kau maksud lagipula Bagaimana kalau menyakiti ku?? Aku sudah sangat sulit percaya pada orang apalagi orang yang baru saja aku kenal"


" Aku bersumpah demi diriku dan anak ku" kata Nur


" Ka...u sudah punya anak??" Tanya ku tidak percaya selama ini Ricardo mengatakan bahwa perawat Nur masih sendiri


Nur berdiri sambil menggenggam tanganku, dengan suara parau ia kemudian mengatakan hal yang membuat ku sangat terkejut bahkan hampir pingsan mendengar nya


" Aku punya anak dan mas Ricardo" kata Nur dengan suara lirih


" A.....a...apa??"


Pengakuan Nur telah merobek hatiku hingga aku hanya terdiam mendengar pengakuan Nur yang sama sekali tidak masuk akal

__ADS_1


" Ka...u bercanda?? Ba....ba...gaimana mungkin??"kataku dengan nada tidak percaya diri ucapan yang keluar dari giawai perawat muda itu.


" Ikutlah denganku" kata Nur


Akhirnya aku menuruti permintaan Nur aku kemudian ikut dengan Nur kesebuah rumah yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kami dengan Ricardo.


Sebuah rumah yang tidak terlalu luas tapi bisa dikatakan cukup bagus, Nur mengajak ku masuk kedalam sebuah kamar dan menunjukkan kebenaran yang ia katakan.


Seorang anak yang terbaring di tempat tidur dengan selang infus dan juga selang oksigen yang menempel di tubuh nya. Gadis kecil itu terlihat damai dan bernafas secara teratur, ia seperti tertidur dengan lelap dengan wajah yang sangat pucat.


Begitu melihat wajahnya aku sangat tertegun karena gadis kecil itu sangat mirip dengan Ricardo, garis wajahnya, hidung nya dan juga bibirnya.


" A....apa mungkin??" Kataku dengan suara parau melihat gadis mungil itu tertidur


" Ini Ryana hasil cinta ku dengan Ricardo" kata Nur membuat dadaku semakin sesak dan terasa sakit.


"aku tau kau percaya ketika melihat gadis yang begitu mirip dengan mas Ricardo, aku tau bagaimana perasaan mu tapi kau juga harus memikirkan aku dan putri kami" Kata Nur sambil menatap wajah ku


" A...apa maksud mu??" Tanya ku dengan hati tang bergetar


" Aku ingin aku dan Ricardo bersatu sebagai orang tua yang lengkap untuk Ryana, aku yakin jika hal itu terjadi Ryana akan membaik dan segera sadar dari komanya" pinta Nur


Nur pun menceritakan bahwa Ryana adalah hasil hubungan tanpa pernikahan dengan Ricardo, walaupun demikian Ricardo tetap bertanggung jawab sepenuhnya kepada dia dan juga Ryana.

__ADS_1


" Mengapa kalian tidak menikah saja?? " tanyaku penasaran


Di titik ini Nur seperti kewalahan menjawab pertanyaan ku,


"I.. tu hanya menunggu waktu saja Delanie. Kami memang menunggu waktu yang tepat untuk menikah hanya saja kesehatan Oma Geeta pada saat itu sedang buruk sehingga pernikahan tidak dilaksanakan"


," Apa Oma Geeta tahu ini cucunya??" Tanyaku


" Ti...tidak kami tidak punya keberanian untuk mengatakan hal itu, tapi sekarang waktunya untuk aku dan Ricardo bersatu tapi kini dia memilih mu dan aku yakin itu tidak murni dari dalam hatinya" kata Nur


" Dia mencintai ku Nur aku bisa melihat matanya dan juga perhatian dan segalanya yang ia lakukan untuk ku" kataku dengan nada emosi dan juga banjir airmata karena drama yang menyakitkan ini


" Jadi kau akan bertahan meski pun dengan keadaan kami yang seperti ini, aku ini wanita dan juga seorang ibu dari anak mas Ricardo apa kamu tega melihat kami seperti ini??"


" Aku mohon Delanie tinggalkan Ricardo untuk kami"


Aku terdiam sambil melihat Ryana, aku memaki Ricardo dalam hatiku Mengapa ia begitu tega menyakiti Nur dan juga anaknya.


" Aku tidak tahu Nur aku tidak ingin mendengar sebelah pihak"


Aku berlari kedalam mobil dan membanting kan kepalaku beberapa kali ke setir mobil untuk melepaskan semua kesakitan yang aku rasakan.


" Mengapa rasa ini hadir lagi?? mengapa luka ini tak kunjung pergi??"

__ADS_1


Aku meratapi nasibku lagi luka, airmata kebohongan kini menjadi teman hidup ku. Hatiku semakin perih ketika mengingat semua kata kata manis Ricardo yang mengatakan bahwa aku adalah wanita satu satunya dalam hidupnya, rasa percaya yang sudah kubangun untuknya kini runtuh dalam hitungan menit saja.


Nur mengetuk pintu mobil ku tapi aku memilih pergi dengan airmata dan rasa sakit. Aku tidak ingin lagi mendengar perkataan Nur yang akan membuat aku semakin hancur.


__ADS_2