
POV Ricardo
Aku memanggil Kevin ke ruangan ku karena aku ingin sekali menuntaskan masalah Nur tepatnya perawat Nur. Sebenarnya aku memiliki masalah masa lalu dengan wanita yang satu ini, selain teman masa kecil telah terjadi sesuatu diantara yang membuat ku sangat khawatir dengannya.
" Ada apa Bos??" Tanya Kevin begitu sampai di ruangan ku.
" Apa Delanie mendengar percakapan kita kemarin??" Tanyaku membuat Kevin seketika terdiam
" Ada apa??" Tanyaku sedikit khawatir
Sebenarnya sejak Delanie datang ke kantor untuk membawakan makan siang sikapnya sedikit berubah dari biasanya. Dia lebih banyak diam dan termenung bahkan beberapa kali aku bertanya tapi dia tidak menjawab dan malah tidak konsentrasi.
"Seperti nya tidak bos memang saat aku keluar dia sudah ada di depan pintu tapi aku yakin dia tidak mendengar nya" kata Kevin meyakinkan aku
" Lalu bagaimana dengan rencana Honey moon ku dengan Delanie apa kau sudah menemukan negara yang cocok??"
Akhirnya Kevin mengeluarkan beberapa brosur brosur travel yang menjalankan bisnis wisata keluar negeri mulai dari Paris, Turki dan berbagai negara lainnnya.
" Bagus aku akan segera pulang dan menyuruh Delanie memilih"
Dengan semangat aku menghampiri Delanie di Cleo Dancer karena hari ini Delanie mengajar anak anak dan aku ingin memberi kannya kejutan.
__ADS_1
Begitu sampai aku sudah melihat Delanie yang sedang membuka pintu mobil nya, aku sampai lupa kalau Delanie membawa mobil nya sendiri sehingga dengan terpaksa aku menghubungi pak Markus untuk menjemput mobil sementara aku menghampiri Delanie dan mengajaknya keluar.
Di depan Cleo Dancer ada sebuah kedai kecil yang menjajakan ice cream, aku mengajaknya kesana untuk menikmati waktu berdua. Delanie tidak menolak ia menurut dengan apa yang aku rencana kan
" Mau ice cream coklat??" Tanyaku menawarkan dan Delanie hanya mengangguk.
"Ini sayang" kataku sambil duduk di samping Delanie yang duduk disebuah kursi kayu kecil yang berada di teras kedai ice cream tersebut.
" Bagaimana kelas tarimu apakah menyenangkan??" Tanyaku berbasa basi
" Biasa saja mas tumben pulang cepat" kata Delanie sambil menikmati ice cream nya
" Aku ingin memberi ini" kataku sambil memberikan brosur brosur yang diberikan oleh Kevin.
" Aku tidak ingin pergi mas" kata Delanie membuat ku terkejut, entah kenapa aku jadi khawatir dengan sikap dingin Delanie, tadi malam saja Delanie menolak untuk bercinta dengan alasan ia tidak dalam mood yang baik.
" Kenapa sayang bukankah kemarin kau menyetujui nya?" tanyaku sambil menatap Delanie yang justru santai menyantap ice cream nya
" Bulan depan aku ada pementasan untuk anak anak dan ini adalah pertunjukan pertama ku sebagai guru Tari" kata Delanie
" Tapi sayang.." kataku dengan kecewa, aku sangat berharap bisa pergi bulan madu bersama dengan istriku.
__ADS_1
" Sudahlah jangan membahas nya lagi lagipula rasanya percuma kita mengadakan kuality time jika diantara kita masih ada rahasia"
" Mak...sudnya sayang??" Kataku yang tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Delanie, Seperti ada rahasia besar yang sudah diketahui oleh Delanie.
" Tanya hatimu mas " kata Delanie beranjak pergi meninggalkan aku.
Antara bimbang dan gelisah aku mulai dikejar oleh masa lalu yang selama ini ku tutupi. Aku terlanjur mengaku bahwa Delanie adalah satu satunya wanita yang singgah dalam hatiku tapi nyatanya aku pernah terjebak dalam cinta yang salah.
Masa lalu yang begitu kelam yang pasti akan membuat Delanie bisa berpaling atau bahkan meninggal kan aku. Sebenarnya masa lalu itu adalah seni kesalahan tapi dampaknya begitu besar hingga aku harus berurusan dengan Nur seumur hidup ku.
Aku menghampiri Delanie di kamar dan disedang sibuk dengan laptopnya, aku kemudian menghampiri dan mencium pucuk kepalanya. Aku mencoba mencairkan suasana dengan perhatian yang aku berikan.
" Kalau kau tidak ingin maka aku setuju saja sayang, aku tidak akan memaksa mu"kataku sambil mengelus rambut istri ku, sungguh aku sudah sangat kecanduan dengan segala hal yang dimiliki oleh Delanie.
" Hmmmm kalau begitu aku ingin sendiri aku ingin. memeriksa laporan keuangan perusahaan Okta beberapa bulan ini, aku juga ingin kembali ke kantor mulai besok"
Agak terkejut juga aku mendengar kata kata Delanie, perusahaan Okta yang berada dalam lindungan ku kini ingin diambil alih olah Delanie sebagai pemilih asli.
" Aku ingin belajar bisnis lagi mas, kurasa aku harus bersiap menghadapi segala kemungkinan yang ada" kata Delanie membuat jantungku semakin berdebar, akan terjadi sesuatu hal yang besar dan terasa menyakitkan
Walaupun demikian aku tetap berusaha bersikap seperti biasa saja, aku tidak ingin kelihatan bersalah dalam hal ini.
__ADS_1
" Terserah kamu saja sayang apa aku perlu ikut dengan mu? Besok aku tidak ada pekerjaan yang penting jadi aku bisa menemani mu ke perusahaan Okta"
" Tidak usah mas aku ingin sendiri saja" kata Delanie, ia kembali sibuk dengan laptopnya.