
Aku tidak bisa berpikir jernih malam ini, aku meletakkan ponsel ku dan menatap ke arah cermin yang ada di dalam kamar mandi.
Aku baru saja mandi kerena begitu gugup aku kemudian membaca seputar malam pertama menurut para pasangan yang sudah melewati nya.
Berbagai rasa ada di sana mulai dari romantis, gugup bahkan sampai rasa sakit yang biasa dialami oleh para pengantin perawan di saat malam pertama
" Ahhhh.... kenapa aku gugup sekali, aku Seolah ingin melakukan perperangan yang begitu hebat"
Aku meletakkan tangan di arah jantungnya, dari tadi debaran itu tidak menghilang malah menjadi semakin menjadi jadi. Kepalaku tiba tiba di kelilingi oleh rasa takut dan rasa sakit yang akan kurasakan
" Kenapa aku mengusulkan ide bodoh ini, aku rasa aku belum siap"
" Uhhhhhhhhh"
Aku menarik nafas lebih panjang lagi untuk mengatur perasaan ku agar sedikit lebih tenang memikirkan apa yang akan terjadi nanti malam membuat aku lebih tegang daripada menunggu hasil pengumuman.
Aku menatap diriku sekali lagi, aku rasa aku berpakaian terlalu formal hanya menggunakan kaos oblong dan celana longgar pendek.
Menurut artikel yang aku baca ada beberapa pilihan yang menarik yang bisa digunakan untuk bercinta dan yang paling favorit adalah lingerie.
" Lingerie"
Aku rasa aku tidak cocok memakainya, terlebih gaun malam itu terlalu menantang dan juga seksi.Aku sama sekali tidak berminat memakai nya apalagi di hadapan Zio.
__ADS_1
" Bisa bisa aku mati kaku" kataku sambil tersenyum
Akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari kamar mandi, aku yakin Zio sudah menunggu ku dari tadi. Begitu aku membuka pintu kamar mandi, bayangan ku hanyalah kosong belaka.
Bagaimana tidak melihat Zio yang sedang meringkuk di kasurnya, Aku mendekat untuk memastikan apakah ia benar-benar tertidu
Ternyata benar Zio tertidur lelap di bawah selimut, aku hanya bisa menghela nafas panjang. Aku tidak tahu apakah aku harus kecewa atau senang. Di satu sisi aku masih belum tapi di sisi lainnya seperti nya Zio tidak berniat melakukan hal itu.
Aku kemudian keluar menuju teras kamar kami, teras yang menghadap dengan jalan itu terasa sangat sunyi.
Aku merasa ada kekosongan di hatiku, ada bagian yang begitu hampa dan Jujur hanya Ben yang bisa mengisinya.
Perlakuan Zio selama beberapa waktu terakhir sempat membuat ku hampir melupakan semua masa laluku. Tapi kenyataannya berbeda semua masih sama aku masih disini dan masih merindukan sosok Ben.
" Aku tidak boleh kalah sebelum berperang" kataku dalam hati, aku terus memandangi langit yang bertaburan ribuan bintang.
" Sekarang waktunya aku"
Aku semakin bertekad untuk mengambil hati Zio, aku harus bertahan untuk rumah tanggaku. Walaupun saat janji Suci pernikahan aku tidak meyakininya tapi aku ingin mencoba.Aku ingin mencoba untuk menjadi istri dari Zio Zacheri.
Pagi ini aku terbangun jauh lebih awal dari biasanya, jam 6 tepat aku bangun Karena aku sengaja memasang alarm agar aku bisa bangun pagi.
Aku kemudian terbangun dan langsung membersihkan diri kemudian turun kebawah untuk menyiapkan sarapan. Hal ini baru pertama kali aku lakukan di rumah keluarga Zacheri.
__ADS_1
" Tidak usah nyonya Bibi Saja" kata Bi Mina yang merasa tidak enak kerena aku membantu membuat sandwich untuk sarapan pagi ini
" Biarkan saja Bi aku juga ingin belajar menjadi istri" kataku sambil tersenyum
Walaupun aku hanya membantu menata sandwich tersebut tapi aku merasa bahagia karena bisa melakukan hal Kecil untuk keluarga ini
Sama halnya dengan Bi Mina, Yuna dan Juga Zio terkejut melihat ku di meja makan sambil menggunakan celemek.
Aku menatap Zio dan aku tahu ia merasa tidak enak kerena tadi malam kami tidak melakukan apa yang seharusnya kami sepakati.
" Silakan dimakan Hubby" kataku sambil memberikan piring yang berisi sandwich
" Duduk" kata Zio sambil tersenyum
"'Ya ampun Jomblo akan mati kutu disini" kata Yuna sambil mengunyah makanan nya
" Tumben kak...ini kejutan melihat kakak pagi pagi di meja makan, ini seperti ma..." Yuna tidak melanjutkan kata katanya, aku rasa ada nada kesedihan disana.
" Sudahlah jangan merusak suasana biarkan kita menikmati sarapan yang dibuat nyonya Zacheri ibu" kata Zio sambil kembali menatap ku, ia bahkan memberikan sandwich yang ada ditangannya ke dalam mulutku.
Sarapan berakhir dengan baik Zio melangkah ke teras depan untuk segera berangkat ke kantor. Aku dengan sigap mengikutinya dan sebelum ia pergi aku Kemudian menarik tangannya
" Ada apa Delanie" kata Zio keheranan
__ADS_1
Aku kemudian membalikkan tangannya dan mencium punggung tangannya. Zio tampak terhenyak tapi kemudian ia tersenyum dan meninggalkan sebuah ciuman di kening ku.
Alamat nya kami berdua terkena sindiran Yuna lagi, lagi lagi dia menggoda Aku dan Zio.Aku melambaikan tangan sebelum akhirnya mobil Zio benar benar menghilang dari hadapan ku.