
" Ini aku bawakan gaun untukmu"'Kata Ricardo sambil memberikan sebuah tas yang berisi beberapa gaun untukku.
Keningku langsung berkerut saat melihat paper itu bertuliskan nama Zea Fashion. Sebenarnya aku tidak ingin menerima nya dan dengan berat aku menerimanya.
" Kau tidak suka??"'Tanya Ricardo
"Tidak juga apa kau mengenal Zea??" Tanyaku
"Kenal tapi aku lebih mengenal suaminya karena dia adalah dokter yang menangani Oma sewaktu ia melakukan operasi"
" O...."
Aku tidak ingin berbicara panjang lebar mengenai Zea, aku tidak punya alasan untuk membenci wanita yang sebenarnya sangat berhati baik.
" Aku ingin mengajakmu ke kantor hari ini" kata Ricardo di sela sarapannya
" Ke kantor?? Untuk apa??" kataku
"Aku membuat perayaan kecil atas syukuran pernikahan kita kerena waktu acara kemarin mereka semua tidak bisa datang dikerenakan tugas di kantor yang tidak bisa ditinggal kan.
" Mengapa baru sekarang kau beritahu kan ?? Aku bahkan tidak punya waktu untuk berdandan" protesku
"Aku minta maaf Delanie, sebaiknya kau bersiap kerena kita akan segera berangkat"
Akhirnya aku kembali naik ke atas untuk mendandani diriku sendiri, aku kemudian memilih salah satu gaun merah rancangan Zea.
Gaun terlihat sempurna di tubuhku, gaun panjang dengan model nge pas dan punggung yang terbuka membuat kulit putih ku terlihat jelas, untungnya ada renda di bagian belakang yang membuat punggung ku sedikit tertutup
Aku menggulung rambutku ku begitu saja dan menambah hiasan bunga mawar di belakang nya. Tidak perlu waktu banyak kurang dari satu jam akhirnya aku siap dengan sebuah tas kecil hitam ditangan ku.
Aku turun dengan hati hati karena aku menggunakan heels yang cukup tinggi, begitu melihat ku turun Ricardo langsung naik dan memegang tanganku.
__ADS_1
" Aku bisa sendiri tuan Ricardo"
" Tak apa kau membuatku jatuh cinta lagi" kata Ricardo sambil melihat ke arah ku.
"Jangan begitu ah....kau membuatku malu apa aku terlihat pantas??" Tanyaku
" Lebih dari pantas Nyonyaku kau terlihat sempurna"
Benar saja ternyata semua karyawan kantor sudah menyiapkan pesta untuk kami. Begitu kami datang kami langsung disambut oleh para karyawan yang sudah tidak berpakaian formal
Halaman kantor yang biasa dijadikan parkir kini berubah menjadi sebuah tempat untuk acara outdoor. Dengan percaya diri rumah Ricardo menggandeng tanganku dan bersikap sangat mesra.
Acara yang cukup santai itu cukup membuat ku merasa terhibur apalagi melihat candaan para karyawan Ricardo yang seperti sahabat.
Aku dan Ricardo menerima banyak sekalu hadiah dari para karyawan tersebut, mereka tidak seperti atasan dan bawahan melainkan seperti Keluarga.
" Selamat untuk Pak Ricardo dan ibu Delanie akhirnya setelah sekian lama pak Ricardo akhirnya menikah juga. Untuk Bu Delanie jaga pak Ricardo baik baik ya karena dia sudah seperti orang tua, sahabat dan atasan yang sangat baik hati"
Kata kata itu disampaikan oleh salah satu karyawan Ricardo, ia terlihat bahagia melihat Atasannya menikah. Pada momen ini aku bisa melihat Ricardo yang begitu baik hati pada karyawan nya, mereka seperti tidak ada batasan.
Mereka pun menari di pentas yang sudah disediakan. Aku terkejut bukan main hingga aku hanya bisa menatap Ricardo yang juga sedang menikmati tarian mereka.
" Bagaimana mungkin mereka disini??"Tanyaku pada Ricardo
" Aku yang mengundang nya, aku tau kalau balerina adalah jiwamu hanya saja aku lupa mengikutsertakan mereka dalam pernikahan kita kemarin" kata Ricardo
" Terimakasih ya..."kataku sambil menatap Ricardo dengan tatapan kagum
" Kau suka??"
Aku mengangguk kepalaku sambil tersenyum, melihat anak anak itu menari dengan lincah dan senang aku turut bahagia. Ingin rasanya aku menari bersama dengan mereka.
__ADS_1
Selesai mereka menari aku langsung naik dan memberikan pelukan untuk mereka. Ternyata Ricardo pun naik dan dia juga sudah menyiapkan beberapa suvenir yang berisi boneka dan beberapa makanan ringan.
Acara syukuran ini akhirnya berakhir dengan baik, aku dan Ricardo kembali ke rumah untuk istirahat dan membersihkan diri. Selesai mandi aku berinisiatif untuk mengucapkan terima kasih secara pribadi karena telah mendatangkan anak anak Cleo Dancer.
Selesai mandi aku kemudian menghampiri Ricardo yang sedang sibuk di kamar nya. Rupanya Ricardo sedang sibuk dengan laptopnya, aku kemudian menghampiri nya di meja kerjanya.
"Kau sibuk ya??"kataku
Ricardo tampak terkejut dengan kehadiran ku rupanya ia tidak menyadari aku masuk ke dalam kamar nya
" Ada apa?? Apa ada yang penting" kata Ricardo sambil menghentikan aktivitas nya.
" Tidak aku hanya ingin berterima kasih" kataku sambil duduk di ranjang nya yang yang langsung berhadapan dengan nya
" Untuk apa??"
"Untuk semuanya aku berterima kasih karena kau telah memperlakukan aku dengan baik dan juga tentang anak anak tadi"
Ricardo tidak menjawab tapi ia malah mendekat dan duduk di samping ku.
" Aku tidak ingin ucapan terima kasih aku ingin hadiah darimu" kata Ricardo
" hadiah?? Hadiah apa??"
" Aku ingin sebuah ciuman" kata Ricardo mengagetkan aku
" Apa??" Kataku dengan nada kaget'
"Syuuttttt" Kata Ricardo sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir ku. Seketika aku terdiam dan melihat Ricardo mendekat dan mencium bibir ku dengan lembut.
Secara refleks aku menutup mataku dan tidak menolak ciuman itu, aku bisa merasakan aroma mint yang berasal dari nafas Ricardo.
__ADS_1
Aku merasa tubuhku tiba tiba bergetar hebat padahal ini bukan lah ciuman pertama ku walaupun ini pertama kali aku melakukan nya dengan Ricardo.
Aku tersadar, setelah hampir terhanyut dalam ciuman itu, aku segera mendorong terjadinya tubuh Ricardo dan akupun langsung keluar dari kamar itu.