Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Lingerie.....


__ADS_3

Aku tidak ingin berlama lama dalam ketidak jelasan, malam ini aku memutuskan untuk mengambil tindakan yang sangat berani. Aku sudah menerima lingerie merah pesananku yang diantar oleh ojek online.


Aku menyiapkan anggur merah di atas meja kamar dan mulai latihan pemanasan untuk menggoda Zio. Aku menatap diriku di cermin, lekukan tubuhku tampak jelas dibalutan lingerie putih


Aku memang sengaja menggunakan lingerie putih dengan dalaman hitam sehingga tampak kontras dan menurutku aku sungguh menggoda.


Aku tersipu malu melihat penampilan ku ditambah rambutku yang tergerai indah.


"Semoga Zio terkesan" kataku sambil menatap cermin.


Apa yang aku tunggu tunggu akhirnya terjadi, Zio akhirnya datang dan menghampiri diriku di dalam kamar. Aku sudah menyiapkan segalanya termasuk makan malam romantis di dalam kamar


" Silahkan masuk Hubby" kataku sambil menarik tangan Zio yang tampak begitu sangat tercengang melihat penampilan ku


"A...apa yang kau lakukan??"kata Zio tapi ia tidak melakukan penolakan


Aku kemudian membuka tuxedo hitam yang selalu menempel di tubuhnya, aku kemudian memeluk nya dari belakang dan menggigit lengan nya dengan mesra


Aku tidak memperdulikan bagaimana pendapat Zio tentang ku, lagipula aku melakukan hal yang wajar sebagai seorang istri.


" Kenapa kau bertingkah konyol seperti ini Delanie" kata Zio namun aku hanya tersenyum mendengar nya.


"Anggap saja sebagai balasan karena sudah membuat ku senang di hari ulang tahun ku" kataku setengah berbisik di telinga Zio


Makan malampun berlangsung cukup romantis, aku sengaja menyuapi Zio Beberapa kali untuk menambah kesan romantis pada malam itu.


Zio akhirnya segera membersihkan dirinya sementara aku memilih untuk mematikan lampu kamar dan menggantinya dengan beberapa lilin besar


Aku kemudian menuangkan anggur merah kedalam cangkir sambil menunggu Zio selesai mandi. Ziopun keluar dengan menggunakan celana pendek dan bertelanjang dada, ia semakin tercengang melihat ku membawa cangkir yang berisi anggur merah


" Kau benar benar konyol" kata Zio

__ADS_1


Kami berdua pun duduk di ranjang sambil meneguk anggur merah yang bisa membuat tubuh menjadi panas. Beberapa menit meminumnya aku merasa tenggorokan dan tubuhku mulai memanas.


Berbeda dengan Zio ia tetap santai dan Seperti nya ia tidak terpengaruh dengan anggur yang diminumnya..


" Bagaimana"kataku sambil mengalihkan pandanganku pada Zio, aku bahkan mengalungkan tanganku di lehernya.


Aku semakin berani aku naik dipangkuan Zio dan mulai menggodanya, nafasku semakin panas hingga Zio bisa merasakan nya.


" Apa kita tidak bisa melakukan nya??"kataku sambil berbisik di telinga Zio, aku bahkan menggigit telinga Zio dengan lembut untuk membangkitkan hasrat nya


Zio menarik kepala ku dengan lembut dan langsung saja mencium bibir ku. Untuk beberapa saat kami berpagutan dengan mesra dan kali ini aku tidak menahan diriku lagi


Aku membalas setiap pergerakan yang dilakukan oleh bibir Zio, aku benar-benar sudah lepas kontrol hingga aku tidak bisa menahan diriku lagi.


Tangan ku bergerak lincah di dada Zio seolah oleh aku sudah terbiasa melakukan padahal sebelumnya aku tidak pernah melakukan itu.


" Hentikan semua ini Delanie"kata Zio yang tiba-tiba melepaskan bibirnya dariku


" Hentikan" kata Zio


Aku menatap Zio dengan tatapan marah, aku tidak tahu apakah yang aku lakukan itu salah.


" Mengapa?? apa aku salah Zio??" kataku sambil menyebut namanya


" Ka...kau sudah berlebihan" kata Zio


Akupun turun dari pangkuan Zio dengan rasa malu yang semakin menjadi jadi.


" Berlebihan?? aku berhak mendapatkan hak ku sebagai istri, aku bukan orang lain kita sudah menjadi satu" kataku dengan nada emosi


" Ka....aku terlalu murahan"

__ADS_1


Seperti petir di siang bolong rasanya ketika Zio menyebutkan kata kata murahan padaku, wajahku semakin memanas mendengar kata kata Itu.


" A...apa?? Mu.. .Ra.....Han...??" aku mengeja kata kata yang sungguh membuatku kacau balau.


Rasanya begitu sakit mendengar Zio mengatakan hal seperti itu, aku merasa seperti wanita murahan yang menjajakan tubuh kepada lelaki hidung belang


" Apakah aku serendah itu tuan?? apa menurutmu aku wanita asing yang sengaja menggodamu??" tanyaku lagi


Zio tidak menjawab pertanyaan ku, ia kemudian menunjukkan lemari dan mengambil kaos oblong putih.


" Jawab Tuan Zacheri?? apa aku serendah itu???" kataku bertambah emosi bahkan airmata sudah mengalir di pipiku


"Sudahlah aku tidak ingin bertengkar,"


Zio benar benar Keluar dan meninggalkan ku sendirian di kamar, dia membiarkan ku menangis atas apa uang sudah terjadi.


" Ya Tuhan semuanya sia sia, aku melakukan hal bodoh dan suamiku menganggap ku sebagai wanita murahan" isakku dalam hati


Aku kemudian berdiri dan mengganti lingerie yang aku kenakan, saking marahnya aku langsung merobek lingerie itu dengan gunting hingga menjadi potongan potongan kecil


Ya... sungguh aku sangat menyesal sudah membuat diriku sendiri malu, aku begitu terpukul hingga hanya suara tangisan saja yang bisa keluar dari mulut ku.


Ku tatap wajahku di depan cermin, Ben memang benar sejak menikah aku semakin mengurus dan sekarang aku terlihat lebih menyedihkan lagi.


Wajahku berantakan dengan wajah yang sangat sembab, aku tidak tahu apa yang terjadi dalam hidup ku adalah sebuah karma..


Karma atas perbuatan Dady atau mommy ku, aku benar benar tidak tahu. Aku kemudian mematikan semua lilin dan kembali menyalakan lampu tidur untukku.


Semalaman aku tidak bisa memejamkan mataku Kalimat wanita murahan itu selalu terngiang dalam telinga ku. Aku menyesal telah mau menyetujui pernikahan ini, seharusnya aku tidak melakukan nya.


Aku menunggu Zio untuk kembali ke dalam kamar, aku ingin mengatakan aku tidak akan mengganggu nya lagi. Aku berjanji dalam hati untuk tidak melakukan hal hal konyol yang merendahkan martabat ku sendiri.

__ADS_1


" Ini sakit sekali" kataku dengan suara lirih, airmata tidak lagi mengalir di pipiku aku hanya bisa berteriak dalam hati


__ADS_2