Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Dia mengetahui segala nya...


__ADS_3

Semua persiapan sudah dilakukan oleh Ricardo muali dari gedung, gaun, chatering dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pernikahan kami.


Aku tidak terlalu antusias dalam hal ini, bayangan kegagalan masa lalu membuat ku tidak ingin menikah lagi. Pagi ini Ricardo menghubungi ku untuk melakukan Fitting Baju untuk terakhir kalinya sekaligus Oma Geeta juga ingin bertemu dengan ku


Aku bersiap siap kerena aku tahu Ricardo selalu jauh lebih cepat daripada Waktu yang ia janjikan. Oleh sebab itu aku mandi dan sarapan lebih awal.


" Sepertinya non bahagia" kata Bi Jida menggodaku,


" Apa?? Jangan begitu bi aku hanya menjalankan tugas ku" kataku


" Oh ya...ada seseorang yang menitip ini semalam" kata Bi Jida, ia kemudian mengambil sebuah kotak berwarna putih dari rak piring


" Dari siapa?" Tanyaku penasaran


" Tidak tahu tapi sepertinya dia lelaki bule, matanya berwarna biru. Bibi saja sampai tertarik" kata Bi Jida bercanda


" Ben..." .


Lelaki itu pasti Ben dengan cepat aku membuka isi dari kotak tersebut. Ternyata isinya adalah sebuah gaun Balet berwarna putih, lengkap dengan Sepatunya, beberapa foto kami sewaktu di Inggris dan sepucuk surat.


Aku kemudian membuka surat itu dan mulai membacanya.


" Delanie mungkin aku bukanlah lelaki baik untukmu, aku tahu Kau dan Zio berpisah karena masalah pertemuan kita. Aku minta maaf Delanie...Aku selalu mencoba menghubungi mu tapi aku seperti nya menghindar dariku..


Penyesalan ini tidak bisa ku pungkiri, aku bahkan menyiksa diriku atas tindakan bodoh yang kulakukan. Sebab itu aku memutuskan untuk kembali ke London bersama kenangan kita...


Aku selalu mencintaimu Delanie dan kau akan selalu memiliki tempat dihatiku sampai aku menemukan cinta selanjutnya...


Aku membacanya tulisan Ben dengan seksama rasanya aku ingin kembali ke masa lalu dan menjalani hari-hari indah bersama Ben


Sayangnya perasaan itu tidak lagi sama, aku sudah melupakan Ben sepenuhnya. Aku tidak ingin kecewa untuk kesekian kalinya dan sebab itulah aku hanya menganggap pernikahan ini sebagai status saja.


Jujur aku tidak ingin jatuh cinta lagi karena aku terlalu takut untuk menanggung resiko kehilangan.Aku kemudian melihat pose pose ku bersama dengan Ben, kelihatan aku sangat bahagia tak ada bebas Sampai Zio datang dan menghancurkan semua mimpi itu.


" Ricardo sudah datang Nona" kata Bi Jida

__ADS_1


Aku sangat terkejut hingga kotak yang aku pegang jatuh. Aku tidak ingin kalau sampai Ricardo tahu, sayangnya aku kalah cepat hingga ia melihat isi kotak tersebut.


" apa Ini??" Kata Ricardo melihat sebuah potret aku dan Ben saat mengunjungi Salah satu Museum di London.


" Ini pasti Ben" kata Ricardo,


Jantung ku berdegup sangat kencang karena Ricardo mengetahui segala masa laluku. Aku jadi sangat takut jika ia adalah lelaki yang sangat posesif hingga mengetahui hal hal yang bersifat sangat pribadi.


" Ba... Bagaimana kau tau??" tanyaku


" Aku tau segalanya Delanie, tapi tidak usah takut itu hanyalah masa lalu dan Seperti nya Ben juga sudah memutuskan untuk pergi"


Semakin tercengang lagi aku mendengar kata kata Ricardo, tapi ia tetap santai malah ia mengambil selembar roti dan memulai memakan nya di depan ku.


Mataku tidak berkedip menatap Ricardo yang justru sangat santai,


" Siapa Ricardo sebenarnya?? Mengapa ia tahu tentang aku?? Mengapa dia tahu Ben pergi?? Mengapa....dan Mengapa..."


Begitu banyak perangkat yang muncul di hatiku, aku tidak menyangka ada lelaki yang mengetahui segala sisi kehidupan lu


" Tidak usah takut Delanie setelah menikah kau akan tahu segalanya" kata Ricardo


" Anggap saja aku peramal"kata Ricardo yang tetap santai


" Jangan membuat ku penasaran"' desakku semakin penasaran


" Itu bagus jadi kau punya hal yang menarik untuk ditelusuri"


Tanpa banyak bertanya lagi akhirnya kami sampai di butik yang dipilih oleh Ricardo untuk mempersiapkan pernikahan kami. Salah satu butik terkenal yang berada di pusat kota.


Salah seorang desainer terkenal datang dan langsung menghampiri kami. Lelaki berkelakuan ayu itu pun mengeluarkan gaun rancangan terbaiknya.


Sebuah Gaun dengan material impor terbaik di pesan oleh Ricardo untukku. Gaun pengantin itu mirip sekali dengan gaun impian ku.


Aku benar-benar takjub dengan keindahan gaun tersebut, walaupun tidak begitu rumit tapi gaun itu begitu indah dengan hiasan beberapa berlian asli dibagian depannya.

__ADS_1


Aku pun memakai gaun indah itu rasanya aku bak putri apakah Ricardo juga menyiapkan mahkota bertahta berlian dan emas yang menghias kepala.


Ricardo tak berkedip menatap ku ia tersenyum puas saat aku berdiri di depannya.


" Ka....aku cantik sekali Nyonyaku, aku..."


Ricardo tak mampu berkata kata dia bahkan sampai mengeluarkan air mata saat melihat ku. Melihat Ricardo yang melow aku jadi sedikit salah tingkah, aku merasa begitu dipuja oleh lelaki tampan ini.


" Jangan lebay deh..." Kataku tidak nyaman melihat Ricardo yang tidak melepaskan pandangannya dariku


"Apa kau suka Delanie?? Atau kau ingin gaun lain??" Tanya Ricardo


" Gaun lain? Acaranya akan di gelar 2 hari lagi tuan tidak mungkin bisa diganti" kataku


" Apapun akan bisa jika kau tidak menginginkan nay" kata Ricardo serius


" Aku ingin sekali kau ambil alih dalam pernikahan kita"kata Ricardo membuat ku semakin tersentuh, Ricardo benar benar menghargai ku


" Tidak usah aku sangat suka"'kataku sambil tersenyum manis


Melihat senyuman ku mengembang Ricardo lebih senang lagi, ia kemudian mengelus rambut dengan lembut.


" Kau manis sekali Nyonyaku" kata Ricardo sambil mencubit hidung ku


Hanya dengan sebuah senyuman saja mampu membuat Ricardo bahagia, hatiku jadi takut dan bertanya apakah Ricardo benar benar mencintai ku.


Selesai Fitting baju Ricardo pun membawaku bertemu dengan Oma Geeta, baru beberapa hari tidak bertemu Oma Geeta kelihatan lebih kurus dan kesehatan nya seperti nya menurun.


" Oma merindukan mu Delanie" kata Oma Geeta sambil memelukku


" Aku juga Oma...Oma sudah makan?? Mengapa Oma terlihat kurusan??" Tanyaku


" Oma baik baik saja hanya saja Oma berharap Oma masih bisa bertahan sampai kalian menikah" kata Oma Geeta


" Oma pasti kuat Oma bahkan sampai kami punya anak Oma pasti masih sehat" kata Ricardo menghibur Oma Geeta.

__ADS_1


" Aku tidak yakin Rico tapi Oma akan selalu menantikan hal itu"


Aku memandang Ricardo yang begitu menyayangi Omanya, tapi permainan Omanya tidak mungkin akan bisa kami penuhi.


__ADS_2