Delanie ( Bukan Istri Taruhan)

Delanie ( Bukan Istri Taruhan)
Galau...


__ADS_3

Aku masih diam saja walaupun Ricardo terus membujukku untuk berbicara dengan nya. Kata kata " Dia tak jauh berbeda dengan ku, kau hanya wanita taruhan"


Kalimat itu membuat aku galau berat dan mulai meragukan rasa cinta Ricardo. Sebagai wanita yang pernah tersakiti wajar saja jika aku cukup sensitif dengan kalimat Zio.


" Apa kau akan menyakiti ku juga??"Tanyaku sambil menatap Ricardo dengan tatapan yang sangat sedih,


" Apa aku terpengaruh dengan ucapan bajingan itu?? Apa cinta yang kuberikan masih kurang?? Katakan saja pembuktian apa yang harus kulakukan untukmu?" kata Ricardo


Aku hanya diam tanpa menjawab pertanyaan dari Ricardo aku tidak merasa tidak enak karena kami sedang dalam perjalanan pulang. Lagipula Pak Markus sedang ada didepan dan aku tidak ingin mengganggu konsentrasi nya Kerena pertengkaran kami.


Begitu kami sampai di parkiran rumah aku langsung masuk tanpa mengenakan sepatu, rasanya aku ingin sendiri tanpa dibanjiri banyak pertanyaan dari Ricardo.


Tapi tentu saja aku kalah cepat dari Ricardo, ia segera menyusul ku dan menarikku ke salah satu ruangan yang selalu terkunci.


" Tempat apa ini ?? Jangan berbuat macam macam padaku"kata ku sambil berusaha melepaskan tanganku dari genggaman erat Ricardo


Ricardo membuka pintu itu dengan kunci yang berada di dalam kantong nya, kami masuk dan Ricardo menyalakan lampu.


Begitu ruangan itu terang aku cukup terkejut dengan isinya, kamar itu dipenuhi oleh foto fotoku di masa lalu. Bukan hanya foto beberapa tahun lalu tapi fotoku saat aku masih duduk di bangku SMA.


" Kau??" kataku sambil menatap Ricardo dengan tatapan tidak mengerti.


" Lihat ini fotomu saat pertama kali masuk SMA dan ini saat sedang di pelonco oleh anak anak kelas 3, ini Waktu kau makan bakso di kantin bersama dengan teman teman mu" kata Ricardo sambil menunjuk ke beberapa foto


Begitu banyak hal yang dijelaskan oleh Ricardo dan itu membuat ku sangat takjub dan juga kaget.vAku tidak menyangka ternyata Ricardo menyimpan perasaan yang cukup dalam dan juga sangat lama.


" Aku mencintaimu Delanie bahkan saat kamu SMA dan pada saat itu aku hanya bisa menyimpan perasaan ini kerena pada saat itu aku bukan siapa siapa" kata Ricardo


"Apa menurutmu aku akan menyakitimu setelah aku menunggu mu dalam jangka waktu yang begitu lama?? Aku bahkan rela mati untukmu Delanie.... jangan pernah meragukan cintaku"


" Apa selama ini aku tidak pernah pacaran?? atau bertemu wanita lain dalam hidupmu"

__ADS_1


Ricardo sempat terdiam tapi ia menggeleng kan kepalanya di hadapan ku .


" Imajinasi ku selalu bersama mu Delanie, dan ruangan ini adalah ruangan rahasia ku selama ini. Aku selalu datang kesini jika aku merindukan mu dan berbicara dengan gambar gambar ini. Apa mungkin sekarang aku akan menyakitimu sayang setelah segala cara kulakukan untuk mendapatkan mu."


" Mungkin caraku memang salah untuk mendapatkan mu tapi aku tidak punya cara lain lagi"


langsung Saja aku berlari kepelukan Ricardo dan mencium wajahnya beberapa kali. Aku menangis karena sekarang aku semakin tahu kalau Ricardo benar benar mencintai ku bahkan saat aku tidak mengenal nya.


" Kau bodoh mengapa baru sekarang aku menemukan mu" Kataku sambil memukul-mukul dada Ricardo


" Aku memang bodoh Delanie aku tidak datang dan menyatakan cinta padamu. Aku benar benar bodoh " kata Ricardo yang juga menciumi seluruh wajah ku


Aku menatap semua foto itu dan membayangkan Ricardo menghabiskan waktu disana, berbicara dengan gambar gambar itu sepanjang waktu sampai ia bertemu dengan diriku.


" Sekarang waktunya" kata Ricardo sambil menggendong tubuh ku ke atas ranjang yang berada di kamar itu


Ricardo meletakkan tubuhku dengan hati hati dan mulai melakukan aksinya. Untuk sesaat kami saling bertatapan mata dan aku mulai nakal dengan menyentuh bibir Ricardo


," Agrhhhhh"


Aku mendesah Cukup kuat ketika Ricardo bermain main dengan dadaku, aku selalu lemah jika ia menyentuh nya. Kini Ricardo membuka gaun dan juga pakaian dalamku, aku dan dia benar benar dalam keadaan polos sekarang...


"Aku ingin lampu tidur saja mas"


Ricardo pun langsung memencet remote yang ada di meja yang berada di samping ranjang dan menyalakan lampu tidur.


Kami pun larut dalam cinta yang begitu dalam, berkali kali aku mendesah ketika Ricardo bermain main dengan tubuhku. Ricardo tiba tiba menarik tanganku dan menuntunnya untuk memegang Junior nya yang sudah menegang dan sangat keras.


Aku cukup terkejut kerena ini adalah pengalaman pertama ku melakukan hal itu


" Ya Tuhan.. " kataku tanpa sadar dan melepaskan tanganku

__ADS_1


" Ada apa sayang?? Mengapa kau terkejut??"tanya Ricardo


" Ti...dak"Aku berusaha menyembunyikan keterkejutan ku


" Apa kau siap Nyonyaku??"


Aku mengangguk sambil menatap wajah Ricardo dalam teduhnya cahaya lampu tidur, iapun mulai menurunkan tubuhnya dan membuka pahaku.


" Sssssshhhhhh ahhhhhhhh"


Tubuhku kembali menggeliat ketika lidah Ricardo menyentuh guaku yang sudah basah dari tadi, rasa kedutannya semakin kencang hingga aku hanya bisa mendesah dan menggigit bibir ku untuk menahan setiap getaran yang di timbulkan oleh lidah Ricardo.


Bukannya menghentikan malah lidah Ricardo semakin menari nari di guaku membuat ku semakin tidak karuan. Beberapa menit melakukan nya akhirnya ia mulai mengambil sikap dan mulai mengarah kan junior nya ke guaku.


Seketika aku panik dan langsung duduk


" Ada apa sayang??"/Tanya Ricardo


" Mas aku takut??"kataku


" Takut?? Apa Zio pernah menyakiti mu ketika kalian berhubungan?!" Tanya Ricardo keheranan


" Tidak tapi aku takut karena ini masih pertama kali untukku, dan setahuku ini cukup menyakitkan"


" Apa??"Ricardo malah terkejut mendengar hal itu


" Ka...au masih perawan??"tanya Ricardo dan aku mengangguk kan kepalaku


" Ya Tuhan aku sungguh beruntung" kata Ricardo sambil memelukku


" Aku akan melakukan dengan hati hati dan tidak akan menyakiti mu terlalu dalam. Kita melakukan dengan pelan" kata Ricardo meyakinkan aku.

__ADS_1


__ADS_2