
Lintang yang tadinya merasa tenang ketika bersenda gurau dengan Sela dan Zacky kini menjadi lebih pendiam. Ia sesekali menimpali celotehan Sela dan Zacky yang sudah nampak akrab. Ia jadi lebih banyak bungkam dan tidak berbicara lagi.
Sesekali ia menyesap minuman dan juga memakan kentang goreng yang tersaji untuk meredakan kekhawatirannya saat ini. Entah mengapa, melihat Willy di tempat yang sama dengannya saat ini seolah memberikan ancaman baginya. Zacky yang menyadari perubahan air muka dari gadis itu jadi heran sendiri.
"Lin, kenapa?" tanya Zacky. Sela juga menanyakan hal yang sama karena sahabatnya itu tiba-tiba diam.
"Eng-enggak kak. Gak papa." sahut Lintang namun matanya melirik ke arah dua orang yang sedang duduk di tempat lain namun di kafe yang sama dengan mereka. Zacky mengikuti arah pandang Lintang yang sesekali itu. Barulah ia mengerti apa yang sedang menjadi kegusaran gadis itu.
Zacky sendiri sedikit terkejut mendapati Willy dengan seorang gadis yang juga ia kenal. Gadis cantik dengan tubuh bak model itu memang sempat satu sekolah juga dengannya dulu. Fiska Bramantio. Zacky masih mengenalnya begitu. Mantan kekasih Willy yang terkenal akan kecantikannya dahulu. Zacky tersenyum sinis. Pasti Willy belum memberitahu gadis itu perihal acara pernikahan antara dia dan Lintang yang akan segera Dilangsungkan.
"Lo sama Willy baik-baik aja kan?" tanya Zacky akhirnya. Ia menatap Lintang penuh selidik.
"Baik kok kak." jawab Lintang berusaha menyembunyikan keterkejutannya saat mendengar pertanyaan itu dari Zacky. Sela sendiri menyimak dua orang di dekatnya ini dengan seksama.
"Beneran?" tanya Zacky lagi. Lintang mengangguk pelan. Zacky tentu tidak bodoh. Willy tidak akan semudah itu menerima pernikahan di luar kehendaknya tersebut. Namun, untuk saat ini ia memilih tidak ingin mencampuri urusan mereka terlalu dalam.
__ADS_1
Tapi melihat pemandangan Willy yang sedang berduaan dengan gadis lain malam ini ia jadi cukup kesal juga. Tetap saja tidak pantas bukan, jika seseorang akan segera menikah tetapi ia malah asyik berkencan dengan perempuan lain. Meskipun pernikahan itu terjadi dengan terpaksa.
"Namanya Fiska Bramantio. Dia mantan pacar Willy. Gue juga heran kenapa mereka bisa berduaan malam ini." Zacky menjelaskan tanpa diminta oleh Lintang. Sela menatap keduanya tidak mengerti namun ia diam saja dan hanya mendengarkan.
"Eeh, gak papa kok kak. Mungkin mereka udah lama gak ketemu." ujar Lintang dengan senyum yang sedikit dipaksakan. Sebenarnya Lintang tidak peduli sama sekali dengan siapa Willy akan berkencan. Namun yang ia takutkan adalah Willy akan melihat dan mengetahui keberadaannya saat ini. Entah mengapa ia merasa seperti dalam zona berbahaya saat ini.
Zacky tersenyum menatap Lintang. Ia tahu saat ini gadis itu sedang merasa tidak nyaman. Akhirnya ia berusaha mencairkan kembali suasana yang sempat kaku itu dengan beberapa guyonan yang akhirnya membuat Lintang dan Sela kembali tertawa. Ketiganya kemudian kembali tenggelam dengan perbincangan hangat.
Sementara di tempatnya duduk saat ini, Willy menatap jengah keberadaan Zacky dan Lintang yang kebetulan harus satu tempat dengannya malam ini. Zacky dan Willy sedari dulu diketahui memiliki hubungan yang kurang baik. Zacky pribadi yang santai namun ia berani menentang pewaris utama dalam keluarga besar Dwianuarta. Willy juga cukup kesal melihat Lintang yang terlihat akrab dengan lelaki itu. Ia merasa akan sedikit kesulitan nantinya menyiksa gadis itu.
"Ngapain? Kalo mau ketemu di luar aja Fis. Aku juga jarang di rumah." sahut Willy berusaha menolak keinginan gadis itu. Fiska memberengut mendengarnya.
"Ya, aku kan mau ketemu mama kamu, kangen aja udah lama gak ngobrol." ujar Fiska lagi. Ia memang sudah menyusun rencana untuk meraih Willy kembali lewat orangtuanya. Namun sepertinya rencananya ini tidak akan berjalan mulus.
"Mama nggak suka ngobrol sama orang asing." sahut Willy lalu ia menyulut rokok dan menghisapnya dalam.
__ADS_1
"Jadi maksud kamu aku ini orang asing?" tanya Fiska tidak suka.
"Kurang lebih." jawab Willy santai.
"Kok gitu sih Will. Aku pernah jadi orang paling dekat sama kamu. Kamu gak bisa dong anggap aku orang asing kayak gitu." Fiska masih berusaha mendekati dan meraih hati Willy dengan kata-katanya. Bagaimana pun ia dan Willy pernah melakukan hal-hal romantis berdua dulunya. Bahkan hal intim pun sering mereka lakukan dahulu.
"Kita hidup di masa sekarang, aku sama sekali gak tertarik membahas masa lalu." jawab Willy lugas. Ia berdiri dari duduknya kemudian berjalan ke kasir, membayar lalu memilih pergi meninggalkan kafe. Fiska mengikutinya dengan cepat. Ia segera meraih lengan lelaki itu lalu segera menggandengnya. Willy membiarkan saja gadis itu bertindak semaunya. Mereka kemudian masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kafe menuju apartemen Fiska.
Lintang menyaksikan perdebatan kecil itu lewat sorot matanya. Ia memang tidak bisa mendengar apa yang tadi diperdebatkan dua orang yang nampak serasi itu namun, kalau boleh ia menduga nampaknya mereka sedang membicarakan sesuatu yang cukup serius. Ia juga sekarang cukup tenang karena Willy telah memilih pergi dari sana.
Kini mereka pun harus meninggalkan tempat itu. Malam telah semakin larut. Lintang dan Sela sudah mulai mengantuk. Zacky juga memutuskan untuk pulang setelah dirasanya tidak ada lagi yang akan dilakukannya di kafe tersebut. Mereka berpisah di ujung parkir. Zacky terlebih dulu memastikan kedua gadis itu telah masuk ke dalam mobil yang akan membawa mereka pulang. Setelah itu ia sendiri masuk ke dalam mobilnya sendiri.
Di dalam mobilnya, Zacky masih memikirkan pernikahan yang akan terjadi antara sepupunya dengan Lintang. Zacky yakin, Willy tidak akan bisa menerima pernikahan itu. Ia jadi merasa iba pada Lintang. Lelaki itu bisa merasakan aura ketakutan saat Lintang menatap Willy tadi.
Lelaki itu juga jadi membayangkan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi setelah pernikahan itu terjadi. Entah mengapa, Zacky jadi ingin melindungi Lintang dari segala kemungkinan itu. Namun, ia tidak bisa berbuat apapun saat ini.
__ADS_1
Lintang juga belum terlalu terbuka padanya tentang hubungannya dengan Willy. Jadi saat ini rasanya bukan waktu yang tepat untuk menanyakan itu semua. Lagipula, tidak mungkin Willy akan menyakiti Lintang mungkin sikapnya pada Lintang hanya sebatas acuh tak acuh saja. Padahal yang terjadi sebenarnya lebih daripada itu tanpa sepengetahuan siapapun termasuk dirinya.