Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 100


__ADS_3

"Sayang ambilin sarapan aku dong." Pinta Keynan saat mereka sedang sarapan pagi.


Biola menganggukan kepalanya dan berdiri dari duduknya hendak mengmbilkan makanan untuk suaminya. Namun Mama Kania memberikan semangkuk hidangan khusus untuk Keynan sarapan pagi ini.


"Ini sayang! ini sarapan yang Keynan inginkan tadi pagi. Dia bahkan sampai teriak-teriak saat menyebutkan nama makanan yang ingn ia makan." Saut Mama Kania sambil menyodorkan semangkuk hidangan jamur enoki kearah Biola.


Biola menerima mangkuk itu sambil menatap jamur enoki yang ada didalam mangkuk itu.


"Perasaan gue kok kagak enak ya? Mama pasti mau ngerjain anaknya lagi." Pikir Biola yang masih mematung sambil menatap jamur enoki yang ada didalam magkuk yang ia pegang.


"Ma, kapan aku bilnag ingin dibuatkan makanan khusus?" Tanya Keynan sambil menatap Mamanya.


Keynan masih tidak mengetahui menu hidangan untuk sarapan paginya. Karena Biola masih mematung ditempatnya sambil menatap jamur enoki yang ada didalam mangkuk yang ia pegang.


"Lah... kan tadi pagi kamu teriak-teriak bahas jamur, jadi Mama pikir kamu mau sarapan jamur untuk pagi ini." Jawab Mama Kania dengan santainya dan menyuapkan makanannya kedalam mulutnya.


Pak Raihan hanya menatap gelagat istrinya yang pastinya sedang berbuat ulah lagi. Pak Raihan menggeleng-gelngkan kepalanya sambil menyantap hidangan sarapan paginya kembali.


"Jamur?" Ulang Keynan sambil mengerutkan dahinya dan menatap mangkuk yang dipegang oleh istrinya.


Keynan menatap istrinya yang terbengong menatap isi didalam mangkuk sarapan pagi milik suaminya.


Dengan penuh penasarannya Keynan merebut mangkuk itu dari tangan istrinya dan melihat langsung isi didalam mangkuk itu yang isinya tak lain adalah hidangan jamur enoki.


Keynan mengerutkan dahinya saat melihat mangkuknya lalu tak berapa lama dari itu Keynan menatap tajam kearah Mama Kania.


"Kenapa jamur enoki?" Tanya Keynan dengan kesalnya karena sudah mencurigai tingkah Mamanya.


"Ya gak apa-apa si Key. Mama cuma mau mengingatkanmu akan masa lalu. Dimana kamu pada waktu itu masih berada didalam kandungan Mama. Waktu itu Mama, Papa dan dokter kandungan yang memeriksa kandungan Mama mengira kalau kamu itu anak cewek karena milikmu terlalu kecil sehingga tidak terlihat saat di USG. Mama padahal sudah sangat senang saat mengetahui kalau anak pertama Mama itu anak cewek. Eh pas lahiran malah yang keluar anak cowok. Punyamu waktu kamu lahir  juga sangat kecil. Jadi Mama ragu bagai mana kamu nantinya akan memuaskan istrimu dan memberikan cucu buat Mama. Jadi itu sebabnya Mama beri kamu jamur enok untuk mengingatkan kamu kalau milikmu itu sebesar jamur enoki." Jawab Mama Kania panjang lebar dan hampir membuat semua orang yang ada dimeja makan tersedak.


Uhuk....


Uhuk....


Pak Raihan yang mendengarkan ucapan istrinya sampai tersedak karena ia sedang makan dengan santainya dan tidak sengaja mendengar ucapn menyeleneh istrinya.

__ADS_1


"Eh Pah, kalau makan itu hati-hati jangan terburu-buru. Ini minum dulu!" Ucap Mama Kania sambil menyodorkan segelas air kepada suaminya.


Sementara Keynan sudah menundukan kepalanya sambil menahan emosi.


Biola yang mendengarkan ucapan Mama mertuanya pun hanya bisa menundukan kepalanya karena wajahnya sudah sangat merah merona karena malu mendengar ucapan Mama Kania.


"Sebesar jamur enoki dari mananya. Orang punyanya besar gitu. Aku aja sampai ngeri liatnya." Ucap Biola didalam hati.


"Mama Punyaku gak kecil ya Ma. Mungkin dulu memang kecil karena aku masih berbentuk janin dan masih bayi. Tapi sekarang aku sudah tumbuh besar otomatis punyaku juga sudah tumbuh. Kalau gak percaya tanya aja sama Biola. Dia tahu ukurannya." Balas Keynan dengan penuh emosi.


Jawaban Keynan benar-benar membuat Biola tidak bisa berkata apa-apa. Ia sungguh malu saat mendengar ucapan Mama Kania apa lagi ditambah ucapan tak berfaedah dari suaminya. Sungguh Biola tidak punya muka lagi untuk memperlihatkan wajahnya yang sudah sangat merah seperti kepiting rebus.


"Emang bener sayang?" Tanya Mama Kania sambil menatap menantunya dengan penuh rasa penasarannya.


Biola sungguh tidak tahu harus berkata apa dihadapan Ibu dan anak itu yang otaknya sama-sama gesrek.


"Ehemm....Ehemm....


Kalian semua lanjutkan sarapan kalian. Key, kamu makan saja jamur enokimu!. Bi, kamu juga makan yang banyak agar kandunganmu sehat. Mama juga cepet makan-makanan Mama. Jangan suka ngerjain anak sendiri!" Perintah Pak Raihan yang berusaha mengalihkan topik pembicaraan tak berfaedah dari anak dan istrinya sambil memperingati istrinya.


Seketika Mama Kania dan Keynan pun terdiam tapi mereka masih menggerutu dengan kesalnya.


"Yang bener aja sarapan gue jamur enoki?" Gerutu Keynan sambil menatap jamur enokinya yang ada didalam mangkuknya.


Biola menghembuskan nafasnya dengan lega dan menikmati sarapan paginya dengan canggung.


"Sungguh yang normal dikeluarga ini siapa si?" Pikir Biola sambil mengunyah makananya.


Suasana menjadi hening seketika namun tiba-tiba saja ponsel Pak Raihan berbunyi. Pak Raihan langsung mengambil ponselnya yang ia letahan disamping sarapan paginya.


Pak Raihan melihat layar ponselnya untuk melihat siapa yang meneleponnya. Pak Raihan mengerutkan keningnya saat melihat nomor tak dikenal menghubunginya.


"Hallo! Siapa ini?" Tanya Pak Raihan saat mengangkat teleponnya.


Seketika membuat semua orang yang sedang sarapanpun melihat kearah Pak Raihan.

__ADS_1


"Saya pemilik perusahan Alexa." Jawab seseorang dibalik telepon yang tak lain adalah Tuan Davindrayang dikira Darius oleh Pak Raihan.


Pak Raihan tampak kaget saat mendengar kata perusahan Alexa. Pak Raihan menatap Biola dan Keynan scara bergantian lalu Pak Raihan bangkit dari duduknya dan mulai menjauhi meja makan.


Keynan, Biola dan Mama Kania tampak heran saat melihat tingkah aneh Pak Raihan yang tidak seperti Biasanya.


"Untuk apa Tuan Darius menelepon saya? Bukannya semuanya sudah dijelaskan oleh anak saya kalau kerja sama kita telah batal. Keluarga Kristian akan menanggung semua kerugiannya jadi untuk apa Tuan Darius menelepon saya? Saya juga tidak bisa berkerja sama dengan orang yang telah membuat menantu saya pingsan!" Jelas Pak Raihan dengan nada tingginya saat sudah menjauh dari meja makan.


Tuan Davindra tampak tersenyum saat mendengarkan ucapan Pak Raihan yang tampak memperdulikan menantunya yang tak lain adalah cucu Tuan Davindra.


"Saya bukan Darius. Saya sudah bilang kalau saya adalah pemilik perusahaan keluarga Alexa. Darius adalah anak bungsu saya. Dia hanya menggantikan saya untuk menjadi pemilik perusahan Alexa untuk sementara waktu." Jawab Tuan Davindra yang membuat Pak Raihan terkejut.


"A...anda Tuan Davindra Alexa?" Tanya Pak Raihan dengan kagetnya karena Tuan Davindra adalah sosok pebisnis hebat dan terkenal yang sangat disegani oleh pebisnis-pebisnis lainnya diseluruh dunia.


Ditambah Tuan Davindra sangat jarang berkomunikasi langsung dengan rekan bisnisnya. Mau itu secara langsung atau pun melalui telepon. Yang jelas Tuan Davindra sangat jarang berkomunikasi dengan rekan bisnisnya. Dia selalu diwakili oleh asistennya dan putranya Darius.


"Iya, saya Davindra Alexa." Jawab Tuan Davindra yang membuat Pak Raihan terkejut.


"Ada apa Tuan Davindra menelepon saya? Apa Tuan ingin membahas soal kerja sama kita yang gagal?" Tanya Pak Raihan yang berusaha untuk tenang.


"Mungkin ada sangkut pautnya dengan kerja sama kita yang gagal. Namun tujuan saja menelepon anda adalah untuk meminta maaf kepada menantu dan putra anda atas tindakan kasar putra bungsu saya." Jawab Tuan Davindra yang lagi-lagi membuat Pak Raihan kaget.


"Davindra Alexa mengucapkan kata maaf? Apa benar yang menelepon aku ini Davindra yang sama dengan Davindra yang aku kenal?" Pikir Pak Raihan yang masih terkejut.


"Minta maaf? Ulang Pak Raihan dengan tak percayanya.


"Iya, Bisakah saya mengunjungi kediaman anda bersama putra saya untuk mengucapkan permintaan maaf secara langsung?" Tanya Tuan Davindra yang membuat Pak Raihan mematung ditempatnya saking kagetnya dan tidak menjawab pertanyaan Tuan Davindra.


"Apakah saya boleh berkunjung ke kediaman anda Pak Raihan?" Ulang Tuan Davindra yang merasa ucapannya tidak direspon oleh Pak Raihan.


Pak Raihan yang kaget mendengar ucapan Tuan Davindra pun langsung menjawabnya tanpa pikir panjang.


"Tentu saja boleh. Dengan senang hati saya akan menyambut kedatangan Tuan Davindra di rumah sederhana saya." Jawab Pak Raihan yang membuat Tuan Davindra tersenyum.


"Kalau begitu dalam 3 hari lagi saya dan putra saya akan datang mengunjungi kediaman keluarga Kristian untuk meminta maaf kepada putra dan menantu Bapak." Jawab Tuan Davindra.         

__ADS_1


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian guys 😘


__ADS_2