Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 130


__ADS_3

"Pergi kamu! Ini bukan tempatmu! Kita beda dunia jadi pergilah keduniamu sendiri!" Usir Keynan dengan nada dinginnya kepada sosok gadis kecil yang ada dihadapannya.


Sosok gadis kecil itu tampak menundukan kepalanya dengan wajah sedihnya. Ia bahkan sampai memainkan jari-jari mungilnya karena takut dengan ditatap tajam Keynan.


"Ta...ta...tapi ini dunia Biola. Dunia kita sama dan kalau Biola pergi dari dunia ini, Biola gak tahu harus pergi kemana?" Jawab sosok gadis kecil itu dengan wajah polosnya yang menunduk dihadapan Keynan.


Keynan menatap sesosok hantu itu dengan tatapan kesalnya.


"Emangnya aku peduli! Pokoknya kamu harus pergi dan jangan gangguin keluargaku lagi!" Bentak Keynan kepada gadis kecil yang ada dihadapannya yang tak lain adalah Biola.


Sosok gadis kecil itu tampak sesenggukan dengan air mata yang menggenang dimatanya karena dibentak oleh Keynan. Lalu tak lama kemudian sosok gadis kecil itu menangis dengan kencangnya.


"Huaaa.... Ayah... Bio mau pulang. Disini ada Kakak-kakak jahat..." Tangis Biola dengan kencangnya dan membuat Keynan gelagapan karena ia baru kali ini melihat seorang gadis kecil menangis dihadapannya tapi untungnya dia hantu. Kalau manusia, Keynan mungkin akan diomeli oleh Mamanya.


"Woy berisik! Bisa diam gak si!" Bentak Keynan sambil menutup kedua telinganya dengan kedua telapak tangannya.


"Huuaaaa..... hiks...hiks... Kakak jahat!" Tangis Biola semakin kencang dan membuat Keynan semakin kesal.


"Diam kamu! Dasar hantu pengganggu. Pergi kamu dari rumahku dan jangan pernah kembali lagi!" Bentak Keynan lagi yang kini membuat Biola bungkam dengan mata bulatnya yang basah oleh air mata.


"Ta...tapi Biola tidak tahu harus pergi kemana. Biola tidak tahu jalan pulang. Tiba-tiba saja Biola jatuh kedalam air terus setelah itu Biola gak inget apa-apa. Biola hanya bisa mengikuti Tante baik hati itu dan gak bisa pergi kemana-mana lagi." Tutur Biola dengan wajah polosnya yang menampakan kejujuran sambil menyatukan dan membentur-benturkan kedua jari telunjuknya.


Keynan menatap malas hantu kecil itu sambil memalingkan wajahnya dari wajah imut dan menggemaskan Biola.


"Dasar hantu! Semua hantu itu pasti berbohong. Kamu juga pasti berbohongkan kepadaku. Jadi udah deh jangan sok polos didepanku. Dan gak ada yang perlu diperjelas disini. Aku tahu kamu pasti ngincar nyawa aku seperti hantu yang lainnya, iya kan?" Tanya Keynan dengan nada dinginnya tanpa melihat kearah wajah menggemaskan Biola.


"Enggak kok! Biola gak ngincer nyawa Kakak. Lagian bagai mana nyawa bisa diincar. Bukannya nyawa itu ada didalam tubuh ya? Lalu bagai mana cara ngeluarinnya supaya bisa diincar? soalnya kata orang nyawa itu tidak bisa dilihat." Tanya Biola dengan wajah polosnya.


Keynan menatap hantu kecil yang tampak sangat menggemaskan itu dengan alis yang terangkat satu.


"Nih hantu bodohnya kok gak ketulungan. Sebenarnya dia itu bodoh atau polos si? Atau dia pura-pura bodoh dan polos supaya aku masuk kedalam jebakannya dan entar dia bakalan ngincer nyawa aku kayak hantu yang lainnya?" Pikir Keynan sambil berucap didalam hati dan menatap hantu Kecil itu dengan tatapan malasnya.


"Key, kamu cepetan ke sini! Temen-temen kamu udah pada nungguin kamu untuk tiup lilin!" Teriak Mama Kania dari arah kerumunan.


Keynan menatap Mama Kania yang ada dibelakanya sekilas lalu menatap hantu kecil itu yang ada dihadapannya dengan tatapan tajamnya.


"Jangan pura-pura bodoh dan polos deh. Mamaku udah manggil aku, jadi kamu cepetan pergi dari rumahku! Aku gak nerima hantu gentayangan disini yang bisanya hanya mengajakin orang mati!" Ucap Keynan dengan penuh penekanan lalu meninggalkan Biola seorang diri didalam kegelapan malam.


Biola tampak sangat sedih dan diam ditempatnya saat mendengarkan penuturan Keynan.


"Biola gak tahu harus pergi kemana. Biola hanya menuruti kata hati Biola untuk mengikuti Tante baik hati itu. Lagian Biola gak bisa pergi kemana-mana selain mengikuti Tante baik hati itu. Biola juga tidak tahu jalan pulang kearah mana." Ucap Biola dengan tampang sedihnya.

__ADS_1


Biola terduduk ditanah sambil memeluk kedua kakinya dan membenakan kepalanya kedalam lutunya. Ia menangis dengan sangat lirihnya disana.


Biola menatap Keynan yang tampak sangat bahagia merayakan hari ulang tahunya yang ke 10 tahun bersama teman-teman dan keluarganya.


"Biola juga mau main. Biola mau ngerayain ulang tahun Kakak itu, tapi mereka tidak bisa lihat Biola kecuali Kakak itu." Gumam Biola saat melihat anak-anak disekitar Keynan yang tampak sangat bahagia dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Keynan.


Keynan tak sengaja menatap hantu kecil yang tadi mengikuti Mamanya. Hantu kecil itu tampak sangat menyedihkan dan terduduk ditanah yang sangat jauh dari perayaan ulang tahunnya.


Entah kenapa saat melihat hantu itu yang tampak sangat menyedihkan, Keynan juga merasa iba kepada hantu itu. Tapi dengan cepat Keynan menggelengkan kepalanya dan memalingkan pandangannya dari arah hantu gadis kecil itu.


"Gak! Aku gak boleh kasihan sama hantu itu. Mereka hanya mau minta bantuanku terus mereka akan membawaku kedunia mereka seperti terakhir kali." Ucap Keynan didalam hati sambil mengingat kejadian pada saat ia berusia 5 tahun yang hampir meminggal tenggelam dikolam karena teman hantunya.


"Selamat ulang tahun ya sayang. Muach...." Ucap Mama Kania dengan penuh kasih sayangnya saat semua orang telah usai menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Keynan.


Mama Kania juga mencium pipi putranya dan membuat tanda dipipi putranya karena lipstik merah yang Mama Kania kenakan menempel dipipi Keynan saat ia mencium Keynan.


Sontak saja Keynan ditertawai oleh anak-anak yang lainnya tapi Keynan tak peduli akan hal itu. Ia malah mendorong tubuh Mamanya dan mengambil tisu basah dari dalam tas Mamanya untuk mengelap bekas liptis yang ada dipipinya.


"Jangan pernah cium-cium aku lagi dengan bibir menor Mama!" Peringat Keynan dengan penuh penekanan kepada Mamanya.


"Dasar anak pelit." Ucap Mama Kania sambil memonyongkan bibir merahnya beberapa centi.


Perayaan ulang tahun ke 10 tahun Keynan pun berjalan dengan penuh kebahagiaannya. Sementara hantu kecil itu hanya bisa menatap dari arah kegelapan dengan tatapan sedih dan ketakutannya karena ia takut dengan kegelapan.


Keynan tampak menatap hantu itu dengan tatapan ibanya.


"Kenapa aku merasa kasihan sama hantu itu. Dia juga kelihatan polos dan tidak menyadari kalau dia itu hantu. Apa dia orang yang baru saja meninggal?" Gumam Keynan sambil menatap Biola dengan perasaan iba.


"Sayang ini udah malam. Ayo kita masuk." Saut Mama Kania sambil menarik tangan putranya masuk kedalam rumah.


Keynan terus menatap kearah luar walau tangannya sudah ditarik oleh Mamanya. Ia sungguh merasa iba kepada Biola namun ia juga tidak bisa membantu hantu lagi. Karena ia takut kalau ia akan diamanfaatkan seperti terakhir kali.


Pintu rumah itu pun tertutup dengan rapatnya dan meninggalkan hantu gadis kecil yang menangis sambil menyembunyilan kepalanya kedalam lututnya karena ketakutan akan kegelapan.


•••••


Setelah berbagai posisi tidur yang Keynan lakukan, Keynan masih saja tidak bisa menutup matanya karena teringat hantu kecil yang ada diluar rumahnya.


Tiba-tiba saja hujan turun dengan sangat derasnya disertai dengan petir yang menyambar-nyambar.


Duarrr....

__ADS_1


Keynan langsung mendudukan tubunya dari perbaringannya karena merasa tidak tenang dengan hantu kecil yang tampak sangat kasihan diluaran sana.


"Ah sial! Kenapa hantu itu membuatku gak bisa tidur. Aku gak boleh mengasihani hantu lagi. Kalau enggak aku yang nantinya akan jadi korban." Ucap Keynan sambil menggaruk kepalanya frustasi.


Dengan rasa penasarannya Keynan pun turun dari atas kasurnya dan mengintip dari celah gorden dijendela kamarnya untuk melihat keadaan hantu kecil itu yang berada diluar yang kebetulannya berhadapan dengan kamarnya Keynan.


Disana tampak hantu kecil itu masih menangis dengan tubuhnya yang gemetaran karena ketakutan dengan kegelapan malam dan suara petir yang nyambar-nyambar.


"Kenapa hantu itu masih ada disana si. Lalu kenapa dia menangis dan gemetaran kayak ketakutan gitu? Padahalkan dia itu kan hantu jadi apa yang perlu ia takutkan." Ucap Keynan dengan santainya tapi tidak dengan tubuhnya yang mundar-mandir seperti mengkhawatirkan hantu kecil itu yang tak lain adalah Biola.


Dengan rasa khawatirnya Keynan pun kembali mengintip dan tak sengaja bersitatap dengan hantu kecil itu yang juga menatap kearah kamar Keynan dengan tatapan sendu dan mata bulatnya.


Dengan cepat Keynan menutup gorden jendelanya karena panik saat bersitatap dengan mata bulat hantu kecil itu.


"Apa dia lihat ya? Semoga aja dia gak lihat." Gumam Keynan sambil memegangi dadanya karena jantungnya berdebar sangat kencang karena kaget.


Dengan cepat Keynan kembali naik keatas kasurnya dan terbaring dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.


"Bodo amat dengan hantu itu! Mendingan aku tidur dari pada mikirin mahluk gaib itu." Ucap Keynan sambil menutup matanya rapat-rapat.


•••••


Keesokan paginya Keynan tampak mengerjap-ngerjapkan matanya karena silau dengan sinar mata hari yang mulai menerangi kamar dari celah-celah tirai dikamarnya.


Dengan malasnya Keynan mulai membuka kedua matanya. Hal pertama yang ia lihat dipagi itu adalah sesosok gadis mungil yang terlihat sangat imut dan cantik yang sedang tertidur dengan pulasnya.


Mata Keynan bahkan sampai tak berkedip saat melihat pemandangan indah dipagi harinya.


"Apa ini mimpi? Dan aku bertemu malaikat?" Gumam Keynan sambil menatap gadis kecil cantik dan imut yang tidur satu kasur dengannya. Namun sedetik kemudian Keynan pun tersadar dengan apa yang terjadi.


"AHHH......!!! Siapa kamu!"


Brukk....


Keynan berteriak saat mendapati orang asing dikamarnya dan refleks mundur dan terjatuh dari atas kasurnya hingga bokongnya mencium lantai dengan sangat kasarnya.


"Sakit...!!" Pekik Keynan sambil mengusap bolongnya yang mencium lantai.


Sosok gadis imut dan cantik itu tampak seperti terbangun dari tidurnya dan mengucek kedua bola matanya yang tampak bulat. Lalu ia menguap dan merenggangkan kedua tangannya.


"Selamat pagi Kakak!" Sapa sosok hantu gadis kecil itu sambil tersenyum manis kearah Keynan.

__ADS_1


Tapi tiba-tiba saja senyumannya menghilang saat ia melihat Keynan terduduk diatas lantai sambil mengusap-ngusap bokongnya.


"Kakak kenapa duduk dilantai?" Tanya sosok gadis kecil itu dengan tatapan polosnya dan membuat Keynan kesal sendiri melihatnya. Rasanya kenynan ingin memakan hantu kecil yang ada dihadapannya saat ini.


__ADS_2