Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 34


__ADS_3

Sore haripun tiba. Kini Biola dan Key sudah bersiap-siap untuk pulang ke Jakarta karena Besok malam akan diadakan pesta penyerahan jabatan Pak Raihan Kristian kepada pewaris tunggalnya yaitu anak sematawayangnya Keynan Kristian.


Karena Pak Raihan sudah sangat mempercayakan perusahaan keluarga Kristian kepada anaknya. Ditambah selama ini Key lah yang telah memajukan perusahaan cabang yang ada diluar negri maupun dalam negri.


Jadi ini saatnya Pak Raihan menyerahkan perusahaan Keluarga Kristian kepada pewarisnya. Ditambah sekarang Keynan sudah menikah dan memiliki tanggung jawabnya sendiri untuk menafkahi istrinya dan keluarganya nanti.


••••••


"Key" Panggil Biola saat Key akan memasuki mobilnya.


"Apa sayang?" Tanya Key menatap wajah istrinya.


"Emm.. apa kita bisa kesini lagi nanti?" Tanya Biola dengan ragu-ragu.


Key yang melihat tingkah menggemaskan istrinya pun langsung mengusap pucuk kepala istrinya sambil tersenyum dan berkata.


"Tentu saja sayang, ini juga Vila milikmu. Jadi kamu bebas kesini kapanpun kamu mau." Jawab Key.


"Tapi aku maunya sama kamu." Ucap Biola dengan nada manja sambil mengerucutkan bibirnya.


Entah kenapa sejak Biola membaca surat yang ada dikotak kecil berwarna hitam itu, sikap Biola malah berubah menjadi manja kepada Key. Yah.. walau Key sendiri tidak mempermasalahkan sikap manja istrinya. Justru dia adalah orang yang paling senang dengan tingkah manja dan menggemaskan istrinya.


"Iya, iya. Kita akan kesini lagi nanti." Ucap Key lembut.


"Janji!" Biola mengacungkan jari kelingkingnya seperti anak kecil kearah suaminya.


Key yang mengerti dengan maksud Biola langsung mengaitkan jari kelingkingnya kejari kelingking istrinya.


"Janji." Jawab Key sambil tersenyum lembut.


"Aku sayang kamu Bi, sayang banget. Sikap kamu yang selalu berubah-rubah seperti ini entah kenapa membuat aku semakin nyaman kepadamu. Aku sangat mencintaimu sayang, aku merasa cinta ku padamu sudah tumbuh lama didalam hatiku bahkan sebelum aku mengenalmu." Ucap Key dalam hati sambil mendekap tubuh mungil istrinya.


"Aku ingin ke Vila ini lagi karena aku merasa aku memiliki kenangan yang sangat manis dan membahagiakan disini bersamamu Key. Di Vila ini juga aku menemukan semua jawaban yang telah aku cari selama ini. Meski aku dan kamu tidak bisa mengingat kenangan itu. Tapi aku selalu merasakannya dan kuharap kau pun begitu Key. Vila ini memiliki sejarah cinta kita Key. Dan Vila ini juga lah yang menyadarkanku tentang rasa cintaku padamu yang telah tumbuh lama tapi aku selalu menutupinya dengan sikap cuek dan dinginku. Sekarang aku tidak memerlukan bukti lagi karena bukti paling akurat saat ini telah ada dipelukanku." Ucap Biola didalam hati sambil memeluk erat suaminya.


Mereka saling berpelukan didepan Vila yang menjadi saksi awal cinta mereka tumbuh.


•••••


Malam pesta perayaan peresmian Keynan menjadi CEO diperusahaan keluarga Kristian pun tiba, kini Key dan Pak Raihan sedang menunggu Biola yang sedang didandani oleh Mama Kania didalam kamar.


Mama Kania selalu ingin memiliki anak perempuan tapi setelah melahirkan Keynan sampai sekarang Mama Kania masih belum diberikan momongan lagi oleh Allah.


Itu sebabnya ketika dia mendapatkan menantu secantik Biola, Mama Kania langsung menyayanginya seperti anak kandungnya sendiri.

__ADS_1


"Pah, kapan para wanita itu selesai? Acaranya sudah mau dimulai tapi para wanita dirumah ini masih asik dandan." Gerutu Keynan sambil sesekali melihat jam tangan yang melingkar ditangannya.


Key menggerutu bukan karena bosan menunggu tapi pasalnya Mama Kania dan Biola dandannya sudah hampir dua jam tapi mereka belum selesai-selesai juga.


"Ya begitulah para wanita Key, kita sebagai laki-laki hanya bisa mengalah karena wanita adalah rajanya." Ucap Pak Raihan sambil tertawa.


Key yang mendengar ucapan Papanya pun jadi ikut tertawa membenarkan ucapan Papanya karena selama ini Key selalu menuruti kenginan Mamanya dan selalu mengalah kepada istrinya.


Tak lama kemudian datanglah para wanita yang mereka tunggu selama dua jam. Mama Kania dan Biola meneruni anak tangga dengan begitu anggunnya.


Key terpana saat melihat istrinya yang cantik memakai dres berwarna biru tua dengan gemerlap blink-blink yang bercahaya seperti langit malam penuh bintang.


Biola berjalan dengan anggunnya bersama Mama Kania. Rambut Biola terurai lurus, ia memakai liontin hati malaikat miliknya yang tampak menyatu dengan dresnya.


Sungguh penampilan Biola saat ini sangatlah cantik. Sampai-sampai membuat Keynan menatap istrinya tanpa berkedip sedikitpun.


"Bagai mana hasil karia Mama?" Tanya Mama Kania yang sudah ada dihadapan Pak Raihan dan Keynan bersama Biola disampingnya.


Key yang asik menatap Biola yang kini ada dihadapannya pun tidak menggubris pertanyaan Mamanya.


"Ehemmm..."


Deheman Mama Kania yang melihat putranya asik memandangi menantunya.


Sontak saja perkataan Keynan membuat Mama Kania dan Pak Raihan tertawa terbahak-bahak. Sementara Biola hanya bisa menunduk malu.


"Haha... Key Key.. segitu terposonanya kamu sama istrimu sampai-sampai menyebutnya Bidadari." Ucap Mama Kania sambil tertawa. Key yang ditertawaipun hanya bisa mengusap lehernya.


"Udah, udah... kalau gini kita bakalan telat. Ayo kita langsung berangkat saja keacaranya." Ucap Pak Raihan.


Merekapun pergi keacara pesta  pengalihan jabatan Pak Raihan  kepada anak semata wayangnya Keynan Kristian.


••••••


Sesampainya ditempat pesta yang berada disebuah hotel bintang lima milik keluarga Kristian.Mama Kania dan Pak Raihan masuk terlebih dahulu. 


Semua wartawan yang mengabadikan momen itupun langsung mengambil foto dan video Pak Raihan dan Mama Kania yang baru datang.


Biola yang sedang didalam mobil pun jadi bingung melihat banyaknya wartawan yang ada diluar hotel bintang lima yang dipakai acara pesta.


Dan yang menurutnya paling aneh adalah pada saat wartan-wartan itu berusaha mewawancarai Mama dan Papa meruanya.


"Ayo sayang, kita harus masuk kedalam." Ajak Keynan kepada istrinya yang sedang menatap keluar jendela.

__ADS_1


"Tapi Key, kenapa dipintu masuk hotel terdapat banya wartawan. Dan tadi kenapa wartawan-wartawan itu ingin mewawancarai Mama dan Papa?" Tanya Biola sambil menatap penuh tanya kearah suaminya yang nampak terkekeh mendengar pertanyaan istrinya yang polos itu.


"Apa selama ini kamu masih belum tau kalau kamu sudah menikahi calon pewaris keluarga Kristian, Keluarga paling Kaya dan paling terkenal sampai ke penjuru dunia?" Tanya Key sambil menaik turunkan alisnya.


Biola yang mendengar penuturan suamnyapun jadi mengerucutkan bibirnya.


"Cih! Sombong." Cibir Biola yang kesal dengan nada bicara Key yang terdengar sombong ditelinganya.


"Siapa yang kamu bilang sombong sayang? Aku atau kamu? Karena kamu sekarang adalah nyonya muda keluarga Kristian dan orang yang akan memegang penuh uang keluarga Kristian." Ucap Keynan menggoda istrinya.


"Siapa juga yang mau uangmu." Ucap Biola ketus.


"Mau gak mau kamu adalah satu-satunya Nyonya muda keluarga Kristian jadi kamu harus mau sayang. Karena aku gak akan pernah mencari Nyonya muda keluarga Kristian lainnya selain kamu. Karena kamu adalah sutu-satunya istri didalam hidupku." Ucap Key sambil menggengam erat tangan istrinya dan menatapa mata istrinya dalam.


Key mendekatkan bibirnya kearah kening Biola. Ia mengecup lama kening istrinya.


"Kamu sangat cantik malam ini sayang. Aku jadi ingin memberikan cucu untuk Mama." Goda Key yang saat ini sedang menatap istrinya sambil tersenyum devil.


"What.. cucu? apa hubungannya ini semua dengan cucu?" Ucap Biola dalam hati.


Biola yang kesal mendengar kata-kata suaminya langsung mencubit pinggang suaminya sampai suaminya meringis kesakitan.


"Awwww..... sakit sayang!" Pekik Key saat istrinya mencubit pinggangnya.


"Rasain, makannya jangan ngomong sembarangan." Ucap Biola yang kesal dengan tingkah suaminya.


"Hiks... sayang, kamu tega banget sama suamimu. Ini mah namanya KDRT loh." Key menyingkap jas dan kemejanya lalu menunjuk pinggangnya yang nampak keunguan kepada istrinya.


"Sakit loh.." Ucap Key lagi. Air matanya sudah menggenang seperti akan menagis.


"Cih! Lebay. Kalau mau nambah lagi sini biar aku bikin kulitmu terlepas sekalian." Ancam Biola dengan nada dinginnya. Seketika Key merasa merinding dengan ucapan istrinya.


"Jangan sayang, nanti kalau kulit aku jelek gimana?" Key menurunkan jas dan kemejanya kembali karena takut dicubit istrinya.


Yah setidaknya kalau dia dicubit dari balik jas dan kemejanya lagi itu tidak akan menjadi sangat sakit. Fikir Keynan.


"Bodo amat." Ucap Biola sambil berusaha mencubit suaminya itu lagi.


___________________


**Sampai sini dulu ya guys.


Besok aku up lagi.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian😉**


__ADS_2