
Hari ini adalah hari terakhir Darius berada di Indonesia. Sejak kejadian pertemuannya dengan Biola di perusahaan keluarga Kristian, Darius tak henti-hentinya memikirkan soal Biola dan liontin hati malaikat yang dikenakan oleh Biola.
Darius terus membentak sekertarisnya yang lamban dalam mencari informasi tentang kehidupan pribadi Biola dan keluarga Biola. Karena Darius sudah tidak sabar ingin mengetahui semua tentang Biola. Dan ingin membuktikan apakah Biola itu keponakannya atau bukan.
"Apa sekarang kamu sudah mendapatkan semua informasi tentang Biola Kristian?" Tanya Darius dengan nada dinginnya kearah Sekertaris Alica.
"Sudah Tuan, semua informasi yang Tuan Darius inginkan ada didalam berkas ini!" Jawab sekertaris Alica sambil menyodorkan sebuah berkas kearah Darius.
Dengan cepat Darius langsung menyambar berkas yang disodorkan sekertaris Alica kepadanya. Sungguh Darius sudah tidak sabar ingin mengetahui kebenaran tentang Biola yang sangat mirip dengan mendiang kakaknya.
Dengan cepat Darius membaca setiap huruf yang ada didalam berkas itu. Ia harus membaca semua isi dari berkas itu yang berkaitan dengan Biola.
Darius menyunggingkan senyumannya pada saat dia membaca nama dari Ibunya Biola yang memang benar-benar sama persis dengan nama Kakaknya Viola. Namun didalam berkas itu tidak tercantumkan nama marga keluarga Viola karena Viola merahasiakan marga keluarganya dari orang lain.
Yang membuat Darius yakin kalau Biola adalah keponakannya adalah foto Kakaknya yang ada didalam berkas itu sebagai Ibu kandung dari Biola.
Darius sangat penasaran dengan laki-laki yang telah menikahi Kakaknya. Darius mulai mengalihkan berkas yang ia baca tentang Kakaknya ke berkas tentang suami dari Kakaknya.
Darius membelalakan matanya pada saat ia melihat foto sahabatnya sekaligus wakilnya dikelompok mafia Angel's heart ada didalam berkas itu. Ditambah disana tercantumkan bahwa Bayu Anggara adalah suami dari Viola.
Darius tidak mau mempercayai informasi yang ia dapat. Dia pikir ada kesalahan dalam penulisan informasi yang ia dapat dari sekertarinya.
"Apakah informasi ini benar!!" Bentak Darius kepada sekertaris Alica.
"Tentu saja Tuan, informasi ini saya dapat dari detektif profesional yang saya sewa. Dia bahkan bisa mencari informasi sampai ke akar-akarnya." Jawab sekertaris Alica dengan sedikit gugup karena dibentak oleh Darius.
Darius memijat keningnya untuk berusaha menerima informasi yang sangat mencengangkan baginya.
Darius mulai membaca keseluruhan berkas itu. Darius mengepalkan tangannya pada saat ia membaca isi didalam berkas yang ia baca.
"Sialan kau Bayu! Beraninya kau mengabaikan keselamatan Kakak dan keponakanku!!" Teriak Darius sambil melemparkan berkas yang ada ditangannya.
"Aku pasti akan membalaskan dendam Kakakku dan keponakanku. Aku akan membuat kehidupan mereka hancur. Dan untukmu Bayu! Aku pasti akan mengeluarkanmu dari kelompok mafia Angel's heart. Persahabatan kita hancur saat aku tahu kau telah membiarkan Kakakku meninggal dan mencampakan anakmu sendiri yang tak lain adalah keponakanku hanya demi wanita ular yang telah membunuh Kakakku dan mengincar nyawa keponakanku." Teriak Darius sambil mengepalkan tangannya dan menajamkan matanya.
__ADS_1
Sekertaris Alica yang melihat atasannya sudah mengamuk pun langsung ingin meninggalkan ruanga Darius. Dia takut akan menjadi sasaran dari kemarahan Darius jika dia terus berada satu ruangan dengan Darius.
Namun baru saja sekertaris Alica mau melangkahkan kakinya, tiba-tiba suara Darius menghentikan langkah sekertaris Alica.
"Alica persiapkan pesawat pribadi saya secepatnya. Saya akan terbang ke inggris hari ini juga!" Perintah Darius kepada sekertaris Alice dengan nada sedikit membentaknya
"Baik Tuan Darius." Jawab sekertaris Alica sambil keluar dari ruangan Darius dengan terburu-buru.
"Masalah ini aku harus tanyakan dulu kepada Papa. Dia harus memberikan penjelasan yang masuk diakal. Aku juga akan tanyakan persoalan liontin hati malaikat yang dimiliki oleh Biola kepada Papa." Ucap Darius.
Sungguh Darius sudah tidak sabar ingin mengetahui tentang liontin hati malaikat yang dikenakan oleh keponakannya. Tapi disisi lain dia juga ingin secepatnya membalas perbuatan Miko dan Mama Mirna yang telah membunuh Kakaknya dan membuat kehidupan keponakannya menderita.
Ditambah Darius sangat ingin menghajar sahabatnya yang tidak bisa menjaga Kakak dan Keponakannya dengan baik.
••••••
Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh, Darius akhirnya tiba di Inggris. Setibanya di Inggris, Darius langsung berangkat ke kastil keluarga Alexa.
Darius sudah sangat tidak sabar untuk menanyakan semuanya kepada Papanya.
"Dimana Papa?" Tanya Darius kepada kepala pelayan dikastil itu.
"Tuan Besar sedang berada ditaman belakang. Beliau sedang membaca buku sambil menikmati suasanan disore hari Tuan Darius." Jawab kepala pelayan.
Tanpa membalas ucapan kepala pelayan dikediaman keluarga Alexa, Darius langsung menuju taman belakang untuk menemui Papanya.
Setibanya ditaman belakang, Darius melihat Papanya yang memang benar-benar sedang duduk santai ditaman belakang sambil menikmati suasana sore hari.
Darius mendekati Papanya dan duduk dihadapan Papanya. Tuan Davindra Alexa yang merasakan kedatangan putranya pun langsung menatap bingung kearah putranya. Karena Darius tidak biasanya meghampiri Tuan Davindra jika Tuan Davindra sedang bersantai.
"Pa! Bisakah kita bicara sebentar?" Tanya Darius kepada Tuan Davindra.
"Bicara Apa?" Tanya Tuan Davindra baik sambil menatap bingung kearah putranya yang tampak memasang tampang serius.
__ADS_1
"Ini soal liontin hati maikat dan cucu Papa." Jawab Darius tanpa basa-basi.
"Liontin hati malaikat? Untuk apa kamu menanyakan itu? Lalu cucu Papa kau bilang? Emang kamu sudah tidak trauma lagi dengan wanita?" Tanya Tuan Davindra dengan dahi yang mengerut.
"Bukan begitu Pa, Aku hanya melihat liontin hati malaikat dan cucu Papa." Jawab Darius yang membuat Tuan Davindra kaget dan mengebrak meja saking kagetnya.
"Apa? Apa benar yang kamu katakan? Dimana kau melihatnya?" Tanya Tuan Davindra kaget.
"Aku melihatnya di Indonesia. Liontin itu dimiliki oleh seorang perempuan muda yang memiliki wajah yang sangat mirip dengan Kakak. Dan dia adalah cucu Papa yang selama ini selalu Papa rahasiakan keberadaannya. Dia adalah Biola, putri dari Kak Viola Alexa." Jawab Darius dengan tampang seriusnya dan membuat Tuan Davindra kaget
"Apa yang kau ucapkan itu benar Darius? Jadi apa kau sudah bertemu denganya?" Tanya Tuan Davindra dengan tak percayanya.
"Ya, semua yang aku ucapkan itu benar. Dia sangat mirip dengan Kakak. Aku juga telah mencari tahu tentang asal usulnya." Jawab Darius.
"Jadi kau juga tahu kalau cucuku anak dari wakilmu?" Tanya Tuan Davindra yang membuat Darius terkejut.
"Papa sudah tahu kalau Kakak menikah dengan Bayu dan memiliki anak dengannya?" Tanya Darius dengan kagetnya.
"Papa sudah mengetahui kalau Kakakmu menikah dengan pria pengecut itu. Itu sebabnya Papa sangat tidak suka pada saat Papa pertama kali melihatnya. Papa sebenarnya sudah mengetahui kemana Kakakmu pergi dari kekuatan turun temurun dari leluhur keluarga Alexa. Papa selama ini diam karena Papa sangat menyayangi Kakakmu. Dia sangat bahagia bisa hidup diluaran sana. Sampai kecelakaan itu datang dan merenggut nyawanya. Papa sudah sangat terluka pada saat mengetahui Kakakmu meninggal tapi Papa juga sangat senang pada saat mengetahui Kakakmu memiliki seorang anak perempuan yang sangat cantik dan mirip dengannya. Papa juga membiarkan si Bayu itu untuk mengurus cucu Papa untuk beberapa tahun. Karena Papa melihat kasih sayang Bayu yang sangat dalam kepada cucu Papa. Namun itu ternyata hanya sementara. Sampai usia cucu Papa yang ke lima tahu, Bayu telah mengabaikan cucu Papa. Papa ingin mengambil cucu Papa kembali dari pria pengecut itu namun tiba-tiba saja sebuah insiden terjadi. Papa tiba-tiba putus kontak dengan cucu Papa. Papa tidak bisa melacak keberadaannya lagi lewat kekuatan leluhur keluarga Alexa. Namun Papa dapat merasakan kalau cucu Papa masih hidup. Itu sebabnya Papa selalu bilang biarlah takdir yang akan mempertemukan kita kembali dengan anaknya Viola. Karena Papa yakin takdir akan mempertemukan kita kembali." Jelas Tuan Davindra yang membuat Darius terkejut.
"Apa putusnya kontak Papa dengan Biola dikarenakan ada sangkut pautnya dengan liontin hati malaikat?" Tanya Darius yang membuat Tuan Davindra berpikir.
"Papa juga tidak tahu. Kejadian ini baru dialami di sejarah keluarga Alexa. Biasanya putusnya kontak keluarga dari setiap anggota keluarga Alexa dengan kepala keluarga Alexa itu dikarena ada salah satu keluarga Alexa yang sudah meninggal. Tapi kasus cucu Papa berbeda. Meski Papa putus kontak dengan cucu Papa tapi Papa masih bisa merasakan aura kehidupan dari cucu Papa. Seolah-olah dia ada diantara hidup dan mati. Dan itu terjadi sampai saat ini." Jawab Tuan Davindra dengan seriusnya dan membuat Darius tampak kaget mendengarnya.
"Kalau soal Liontin hati malaikat itu sebaiknya kita bicarakan soal liontin itu diruang bawah tanah tempat sejarah keluarga Alexa. Membicarakan soal liontin itu dialam terbuka sangatlah berbahaya dan dapat mengancam nyawa cucuku." Lanjut Tuan Davindra sambil bangun dari duduknya.
"Kau memang benar Pa." Jawab Darius sambil berjalan mengikuti Papanya menuju ruangan bawah tanah dikeluarga Alexa.
Tuan Davindra membuka pintu rahasia menuju ruang bawah tanah di kastil keluarga Alexa. Ruangan itu tampak sangat gelap dan tidak memiliki cahaya sedikit pun didalamnya.
Tuan Davindra menjentikan jarinya dan dalam hitungan detik semua lilin yang ada diruangan itu tiba-tiba menyala dengan sendirinya. Ruangan yang tadinya gelap tiba-tiba berubah menjadi sangat terang dalam hidungan detik.
Darius yang melihatnya tampak biasa-biasa saja karena dia sudah mengetahui tentang kekuatan sihir yang dimiliki Tuan Davindra.
__ADS_1
Dekorasi ruangan bawah tanah itu sangatlah kelasik dan lebih mirip seperti dekorasi jaman kerajaan Inggris dimasa lalu. Disetiap sudut dinding yang sangat luas diruangan itu dipenuhi oleh foto-foto para leluhur keluarga Alexa.