Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es

Dijodohkan Dengan Gadis Patung Es
Episode 49


__ADS_3

Setelah Sekertaris Lisa Keluar dari ruangan Keynan, Keynan langsung mencium bibir Biola dengan rakus sehingga membuat Biola tidak ada kesempatan untuk berbicara kepada Keynan.


Keynan terus memperdalam ciumannya kepada istrinya karena hasratnya yang telah menggebu-gebu.


"Sayang aku mencintaimu." Ucap Keynan disela-sela ciumannya dan tidak memberikan kesempatan kepada Biola untuk berbicara.


"Sial, kenapa jadi seperti ini." Gerutu Biola didalam hati.


Niatan awal Biola berubah menjadi manja kepada Keynan karena Biola cemburu melihat Lisa menggoda suaminya sehingga membuat Biola ingin mengusir Sekertaris Lisa sejauh-jauhnya dari suaminya.


Dan setelah itu Biola akan ngambek kepada suaminya yang telah melihat sesuatu yang seharusnya tidak ia lihat dari wanita lain selain dirinya.


Tapi apalah daya kenyataan tidaklah sesuai dengan apa yang kita rencanakan.


Keynan terus melancarkan aksinya menjelajahi tubuh istrinya. Biola terus meleguh karena aksi suaminya.


"Gak! Kalau ini terus berlanjut pasti akan sangat lama sementara sekarang sudah jam 4:30 sore. Bisa-bisa nanti aku telat untuk makan malam dirumah Ayah. Lagian aku seharusnya marah sama dia karena dia telah melihat sesuatu yang seharusnya tidak ia lihat dari wanita lain." Gerutu Biola didalam hati sambil menggigit bibir bawahnya untuk menahan suaranya agar tidak keluar karena aksi suaminya.


"Be_berhenti Key...." Ucap Biola terbata-bata karena aksi nakal suaminya yang terus menggerayangi tubuhnya.


"Gak akan pernah sayang. Kau yang menggoda aku duluan jadi kau harus bertanggung jawab." Bisik Keynan ditelinga istrinya sambil menggigit kecil telinga istrinya.


"Ta_tapi ini dikantor nanti kalau ada yang dengar atau lihat gimana?" Biola masih terus berusaha untuk menghentikan aksi nakal suaminya.


Keynan menghentikan aksinya dan tampak memikirkan ucapan Biola.


Biola nampak menghembuskan nafasnya lega saat Keynan menghentikan aksi nakalnya namun kelegaannya itu tak bertahan lama.


"Uwahhh.... Key! Kamu mau bawa aku kemana?" Jerit Biola saat Keynan mengangkat tubuhnya ala bridal style.


Keynan tidak menghiraukan ucapan istrinya dan menggendong istrinya keruangan tempat tadi Biola beristirahat yaitu kamar diruang kerja Keynan.


"Key lep... ..."


Cup...


Ucapan Biola terhenti saat Keynan mencium bibir Biola kilas.


Sungguh sepertinya Keynan tidak akan membiarkan Biola menolaknya atau menghentikan aksi nakalnya.


"Diam sayang, aku akan membawa kamu untuk menikmati sore hari kita berdua diatas kasur." Jawab Keynan sambil tersenyum mesum dan membuka pintu kamarnya lalu mengunci pintu kamarnya dari dalam.


Keynan meletakan tubuh istrinya diatas kasur lalu dia menindih tubuh istrinya sambil mengunci kedua tangan Biola diatas kepala Biola dengan satu tangannya karena Biola terus memberontak.


"Kamu sangat sexy sayang." Ucap Keynan lembut disertai dengan senyuman Devilnya.

__ADS_1


Keynan kembali menikmati bibir mungil merah muda istrinya. Biola sungguh tidak bisa berbuat apa-apa kalau harus dihadapkan dengan hawa nafsu suaminya.


Dengan sekuat tenaga Biola menendang perut suaminya dengan lututnya karena kedua tangannya dikunci oleh Keynan.


"Awww.... sayang kamu ingin membunuh suamimu." Ringis Keynan sambil duduk disebelah istrinya yang terlentang diatas kasur dan memegangi perutnya yang ditendang oleh istrinya.


Keynan sungguh lupa kalau istrinya itu memiliki kekuatan yang melebihi 10 orang peria dewasa.


"Makannya kalau aku bilang berhenti ya berhenti. Gak tahu apa kalau dari tadi tuh aku lagi kesel sama kamu." Bentak Biola penuh emosi sambil memalingkan wajahnya kesembarang arah dan menutupi tubuhnya dengan selimut karena pakaiannya sudah sangat berantakan ulah suaminya.


Keynan menyengitkan keningnya karena bingung.


"Lah kenapa malah bini gue yang marah. Seharusnya yang marah tuh kan gue karena dia tendang perut gue disaat lagi enak-enaknya." Fikir Keynan sambil berucap didalam hati.


Keynan sungguh tak mengerti dengan jalan fikiran istrinya yang selalu berubah-rubah.


Keynan menghembuskan nafasnya kasar. Dia berusaha menahan egonya agar tidak marah kepada istrinya. Dia sangat mencintai istrinya dan tidak berani melawan istrinya.


"Ok aku salah, maafkan aku sayang. Aku terbawa suasana karena kamu tadi sangat menggoda. Apa lagi pada saat kamu bermanja-manja dipangkuanku dan memanggilku sayang." Ucap Keynan lembut tepat ditelinga Biola sambil memeluk Biola dari belakang karena Biola sedang duduk memunggunginya.


Biola pun bergidik karena Keynan berbisik lembut ditelinganya. Ditambah ucapan Keynan yang rasanya ingin sekali Biola tabok.


Dengan kesalnya Biola memukul tangan Keynan yang memeluknya dari arah belakang.


Keynan kembali meringis memegangi tangannya yang dipukul oleh istrinya.


"Salah apa?" Tanya Biola dingin yang membuat Keynan menyengitkan alisnya bingung.


"Maksudnya apa sayang?" Tanya Keynan bingung.


"Kamu punya salah apa sama aku." Jelas Biola.


"Yah aku salah karena aku terbawa nafsuku." Ucap Keynan ragu.


"Bukan itu." Bentak Biola.


"Lalu salahku dimana?" Tanya Keynan bingung.


"Fikir aja sendiri dengan enaknya mata gak dijaga." Gerutu Biola dengan kesalnya dan tanpa sadar memberitahu kekesalannya.


"Lah apa salah aku? Mata gak dijaga maksudnya apa?" Fikir Keynan bingung lalu tak berapa lama Keynan pun menemukan penyebab istrinya itu ngambek yaitu ketika ia tak sengaja melihat dada Sekertaris Lisa yang sedikit terbuka.


Keynan menyunggingkan senyumannya saat tau kalau istrinya itu sedang cemburu.


"Sayang itu gak sengaja sumpah. Aku juga gak tertarik sama dada kecil Sekertaris Lisa. Lagian aku udah punya yang montok untuk apa mau yang kecil. Punyamu jauh lebih nikmat dari pada punya nya sekertaris Lisa yang kecil itu. Udah ya jangan cemburu lagi." Rayu Keynan dengan rayuan mesumnya yang membuat Biola jengkel mendengarnya.

__ADS_1


Rasanya Biola ingin sekali menendang suaminya itu dari pohon cikur??. Ditambah tangan nakal Keynan yang bermain manja didaerah dadanya.


"KEYNAN..!!! DASAR LAKI MESUM....!!!!!" Teriak Biola yang langsung memukul dada bidang suaminya.


"Hahaha.... maaf kan aku sayang. Tapi milikmu memang yang terbaik." Goda Keynan sambil tertawa.


Sungguh menggoda istrinya itu adalah sebuah kepuasan tersendiri bagi Keynan.


"Dasar mesum....!!!! mesum.....!!!!" Ucap Biola dengan nada tinggi sambil duduk diatas tubuh Keynan yang sedang tidur terlentang dan memukul-mukul wajah Keynan dengan bantal.


"Hahaha...... Sudah sayang aku ngaku aku salah maafkan aku." Ucap Keynan menyerah karena terlalu lelah tertawa.


"Gak! Kamu tuh nyebelin banget... " Ucap Biola penuh emosi sambil menekan kepala suaminya dengan bantal.


"Sayang aku gak bisa nafas...." Ucap Keynan dibalik bantal yang Biola tekan kewajahnya.


"Gak akan pernah aku lepas! Dasar laki mesum." Umpat Biola sambil terus menekan bantalnya kearah wajah suaminya.


Cukup lama Biola menekan bantal diwajah suaminya dengan terus menggerutu hingga dia tidak lagi mendengar suara suaminya.


"Kok dia gak berontak lagi, apa jangan-janan...." Ucap Biola didalam hati sambil berfikiran jelek.


Dengan paniknya Biola membuang bantal yang tadi ia tekan kearah wajah suaminya. Dan membungkukan badannya untuk mendengar deru nafas suaminya.


Namun deru nafas suaminya itu tidak terdengar ditelinga Biola.


"Key! Kamu gak mati kan?" Ucap Biola panik saat melihat mata suaminya sudah tertutup rapat dengan nafas yang terhenti.


"Key bangun! Ini gak lucu cepet bangun." Teriak Biola sambil mengguncang-guncangkan tubuh suaminya.


Air mata Biola sudah meluncur dengan derasnya karena panik. Ia tidak ingin kehilangan suami posesifnya karena Biola sudah sangat mencintai suami posesifnya.


"Hiks..... Key bangun. Aku belum bilang kalau aku mencintai kamu. Terus kalau aku hamil gimana? Aku gak mau jadi janda beranak satu." Ucap Biola sambil menangis dan membenamkan kepalanya didada bidang suaminya.


Entah kenapa sifat Biola akhir-akhir ini menjadi semakin aneh. Perubahan karakter Biola dulu adalah dingin, cuek dan akan berubah menjadi imut dan menggemaskan. Tapi sekarang malah semakin aneh.


Tapi Keynan tidak mementingkan perubahan sikap istrinya yang dia pedulikan adalah keluarga kecilnya bisa bahagia sampai maut memisahkan mereka tanpa adanya sebutir debu yang menghalangi kebahagiaan keluarga kecilnya.


Keynan yang pura-pura mati pun menyunggingkan senyumannya saat istrinya itu telah nemplok diatas tubuhnya dengan berurai air mata.


Ditambah pengakuan Biola yang membuat Keynan ingin tertawa tapi dia juga sangat senang mendengar pengakuan cinta dari istrinya.


"Aku juga sangt mencintaimu sayang dan kamu gak akan pernah menjadi janda beranak satu karena ketika kamu hamil nanti aku pasti akan selalu menemanimu. Kita akan membuat anak sebanyak-banyaknya agar kediaman keluarga Kristian tidak sepi lagi." Ucap Keynan sambil terkekeh dan memeluk tubuh istrinya yang sedang nemplok diatas tubuhnya.


Biola yang mendengar suara Keynan pun mendonggakan kepalanya menatap suaminya yang sedang terkekeh mendengar ucapan Biola.

__ADS_1


"KEYNAN.....!!!" Teriak Biola pada saat dia sadar kalau dia sedang ditipu oleh suaminya lagi.


__ADS_2