
Keynan dan Biola keluar dari kamar mereka. Pada saat Keynan sudah membuka pintu tiba-tiba Bi Sumi datang dan bersujud dihadapan Biola dengan air mata yang sudah mengalir deras.
Tindakan Bi Sumi tentu saja membuat Keynan dan Biola terkejut.
"Bi, apa yang kau lakukan, cepat berdiri!" Ucap Biola yang tak nyaman dengan sikap Bi Sumi yang tiba-tiba bersujud dihadapannya sambil berusaha membangunkan Bi Sumi.
"Tidak akan Nona, Bibi sudah sangat berdosa kepada Nona. Biarkan Bibi menebus dosa Bibi dengan bersujud dikaki Nona. Meski Bibi tahu dengan tindakan Bibi ini tidak akan sebanding dengan dosa yang telah Bibi lakukan selama ini." Jawab Bi Sumi masih bersujud dikaki Biola dengan berurai air mata.
"Apa maksud Bibi? Kita bicarakan masalah ini baik-baik supaya aku tahu permasalahannya." Jelas Biola sambil membantu Bi Sumi berdiri.
"Hiks....hiks... maafkan saya Nona." Lirih Bi Sumi dengan berurai air mata.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Bibi bersujud dikakiku seperti ini?" Tanya Biola sambil menatap wajah Bi Sumi yang berurai air mata.
"Bibi salah Nona, Bibi pengecut, Bibi tidak bisa menyelamatkan Nona pada waktu itu karena ancaman dari Nyonya. Jika saja pada saat itu Nyonya tidak mengancam Bibi mungkin pada saat ini Nona masih sama seperti dulu. Yaitu menjadi gadis periang dan ceria. Maafkan Bibi Nona. Bibi salah, jika tidak ada kejadian semalam mungkin sampai saat ini Bibi tidak akan mengakui dosa Bibi karena ancaman Nyonya Mirna." Jewab Bi Sumi mengakui semuanya karena rencana Mama Mirna telah ketahuan dan Bi Sumi mendengarnya dari pelayan lain yang mendengar pertengkaran hebat tadi malam.
Biola tampak menghembuskan nafasnya kasar. Ia sebenarnya sudah menduga kalau rahasia Mama Mirna akan ketahuan. Mengingat pada malam itu ia sempat melihat Pak Bayu membuka matanya dan mendengarkan pertengkaran Biola dan Mama Mirna.
"Maksud Bibi soal kecelakaan dikapal pesiar 15 tahun yang lalu?" Tebak Biola yang membuat Bi Sumi kaget.
"Bagai mana Nona tahu?" Tanya Bi Sumi terkejut.
"Aku telah mengetahui semuanya Bi. Aku mengetahui semua kejahatan yang dilakukan oleh Mirna dan anaknya. Aku sempat memergoki Mirna berbicara dengan seorang peria di telepon pada saat aku berusia 6 tahun. Pada saat itu aku baru keluar dari rumah sakit. Aku mendengar kalau Mona bukanlah anak kandung Ayah. Mirna juga berencana untuk membunuhku dan membunuh seluruh keluarga Anggara agar dia mendapatkan seluruh harta keluarga Anggara." Jelas Biola yang membuat Bi Sumi dan Keynan terkejut. Tapi Biola masih tidak mengrtahui tentang kematian Ibunya karena Mama Mirna.
Bi Sumi bahkan baru tahu kalau Mona bukan anak kandung pak Bayu dari para pelayan yang tak sengaja mendengar pertengkaran semalam.
Selama ini Bi Sumi hanya mengetahui kalau Mama Mirna ingin membunuh seluruh keluarga Anggara dan merebut seluluh harta keluarga Anggara tapi Bi Sumi tidak mengetagui kalau Mona bukanlah anak Pak Bayu.
"Nona sudah mengetahui semuanya?" Tanya Bi Sumi.
__ADS_1
"Ya, aku mengetahui kalau Bibi diancam oleh Mirna. Setelah aku mendengar perbicaraan Mirna dan seseorang ditelepon pada waktu itu, aku terus berusaha mencari tahu rencana licik Mirna." Jelas Biola.
"Maafkan Bibi Nona. Bibi pantas mendapatkan hukuman karena telah bersekongkol dengan Nyonya Mirna." Lirih Bi Sumi sambil menunduk.
"Yang lalu biarlah berlalu. Lagian aku harus berterima kasih kepada Bibi karena Bibilah yang selalu menukarkan makanan yang telah diberikan racun oleh Mirna kepada Ayah. Meski aku sangat kecewa dengan sikap Ayah dimasa lalu tapi aku juga tidak bisa memusuhinya." Jelas Biola yang lagi-lagi membuat Bi Sumi kaget.
"Bagai mana Nona tahu tentang racun yang selalu Nyonya Mirna berikan kepada Tuan?" Tanya Bi Sumi bingung.
Karena selama ini Bi Sumi lah yang tak sengaja melihat Mama Mirna menaruh sesuatu diatas makanan atau minuman Tuannya. Bi Sumi selalu menaruh curiga kepada Mama Mirna sejak kejadian dikapal pesiar jadi selama ini apa yang dimasukan kedalam makanan atau minuman Pak Bayu oleh Mama Mirna, Bi Sumilah yang selalu menukarnya dan Bi Sumi baru mengetahui kalau yang dimasukan oleh Mama Mirna kedalam makanan dan minuman Pak Bayu adalah racun setelah dia memberikan setempel minuman yang diberi racun itu kepada Dokter untuk diperiksa.
"Aku mengetahuinya sudah lama. Tapi aku tetap diam karena aku tahu Bibi akan melindungi keluarga ini dari wanita ular itu. Dengan adanya Bibi dikeluarga ini. Aku jadi tidak perlu khawatir untuk meninggalkan rumah ini. Dan maafkan sikapku selama ini kepada Bibi. Jujur saja aku tak tahu kenapa aku harus bersikap seperti itu kepada semua orang. Tapi hatiku selalu berkata untuk menjauhi semua orang yang tidak bisa memiliki pendirian. Karena bagiku mereka hanya akan menggoreskan luka." Ungkap Biola dengan menundukan wajahnya.
"Nona Biola adalah seorang wanita paling kuat yang pernah aku temui. Dia wanita yang mampu menahan pahitnya kekejaman keluarga Anggara yang tidak mengangapnya selama ini." Gumam Bi Sumi dengan terisak.
Keynan memeluk istrinya dengan erat. Ia merasa kalau dia harus segera menjauhkan Biola dari keluarga yang tidak mengagapnya selama ini.
"Aku mau pulang Key." Lirih Biola.
"Ayo! kita akan tinggalkan rumah ini." Jawab Keynan yang langsung menggandeng tangan istrinya.
"Nona tunggu!" Cegah Bi Sumi.
"Ada apa lagi Bi, biarkan istriku meninggalkan rumah ini." Kesal Keynan.
"Kata pelayan yang mendengar pertengkaran semalam, Nyonya Laras datang dan juga telah mengetahui semuanya. Dia mengalami serangan jantung pada saat mengetahui semuanya." Jawab Bi Sumi sambil menunduk.
"Lantas apa yang harus aku lakukan Bi? dia bukan siapa-siapa bagiku. Kami tidak memiliki hubungan apa-apa." Jawab Biola ketus.
"Tapi Nyonya Laras..... ....." Ucap Bi Sumi terhenti oleh ucapan Keynan.
__ADS_1
"Sudahlah Bi, kebahagain Biola bukanlah dikediaman ini. Biarkan Biola hidup bahagia dan jangan pernah sebut nama keluarga ini lagi." Jelas Keynan dengan penuh kekesalan sambil menarik tangan Biola keluar dari kediaman keluarga Anggara.
••••••
Sementara itu dirumah sakit Oma Laras terkena koma. Ia tak henti-hentinya menyebutkan nama Biola sebagai cucunya dengan mata yang masih terpejam.
"Cu...cu...ku....... Bi...o..la cu...cu..ku..... ma...af...kan O...ma...." Ucap Oma Laras dengan mata terpejam dan meneteskan air mata.
Pak Bayu sungguh sedih melihat kondisi Ibunya yang tak kunjung membaik.
"Apakah ini hukumanmu Tuhan? Kita telah mengabaikan seorang malaikat kecil yang tidak berdosa dan membuat malaikat kecil yang berhati lembut dan penyayang itu berubah menjadi malaikat berhati dingin." Gumam Pak Bayu sambil menatap Ibunya dengan iba.
"Ini semua gara-gara wanita murahan itu! Aku tak akan pernah melepaskanmu Mirna. Berani-beraninya kau menghancurkan keluarga Anggara dan membawa sebagian harta keluarga Anggara. Tunggu saja pembalasanku Mirna." Gumam Pak Bayu dengan geramnya sambil mengepalkan telapak tanggannya.
Pak Bayu mendapat panggilan dari perusahaannya kalau sebagian besar data penting perusahannya telah dijual secara ilegal oleh Mama Mirna kepada lawan bisnis Pak Bayu. Dan membuat perusahaannya diambang kebangkrutan lagi karena Mama Mirna.
Tok..... Tok...... Tok...
Suara pintu diketuk dan munculah seorang Dokter paruh baya dari balik pintu.
Dokter itu membawa sebuah dokumen yang isi nya adalah hasil tes kesehatan Pak Bayu karena Pak Bayu sempat memeriksa keadaannya kepada Dokter untuk membuktikan ucapan Mama Mirna yang mengatakan kalau dia meracuni Pak Bayu.
Pak Bayu sangat terkejut pada saat membaca hasil tes kesehatannya dimana dia hanya terserang penyakit demam biasa dan itu tidak parah sama sekali.
Lalu apakah Mirna membohonginya. Tapi itu tidak mungkin karena ucapan wanita itu tamapak meyakinkan. pasti telah terjadi sesuatu yang dia sendiri tidak mengetahuinya. Fikir Pak Bayu.
____________________
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian guys 😘
__ADS_1